- Pipa gas Cisem II sepanjang 245 km segera rampung dan targetkan fisik selesai pada Maret 2026.
- BPH Migas percepat izin dan tarif agar operasional jual beli gas bisa dimulai Juli 2026.
- Proyek APBN Rp 2,8 triliun ini akan hubungkan jaringan gas dari Jawa Timur hingga Jawa Barat.
Suara.com - Pembangunan jaringan pipa gas bumi Cirebon-Semarang tahap II atau Cisem II segera rampung. Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fathul Nugroho menekankan perlunya percepatan penyelesaian aspek perizinan dan tarif pengangkutan agar pengoperasian pipa dapat berjalan seiring dengan selesainya pembangunan fisik proyek.
Menurutnya, penyelarasan regulasi menjadi kunci agar pemanfaatan gas bumi oleh industri dapat langsung berjalan optimal.
"Kami memastikan pembangunan berjalan sesuai target yang telah ditetapkan. Infrastruktur ini sangat krusial untuk menciptakan integrasi jaringan pipa gas bumi yang terhubung dari Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Jawa Barat," kata Fathul lewat keterangannya pada Rabu (28/1/2026).
Cisem Tahap II dirancang untuk melayani sejumlah konsumen utama, antara lain Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Kilang Minyak Balongan, serta industri Pupuk Kujang. Keberadaan pipa ini diharapkan memperkuat keandalan pasokan gas bumi bagi sektor industri, energi, dan manufaktur.
Jaringan pipa gas bumi Cisem II membentang sepanjang 245 kilometer dan merupakan kelanjutan dari proyek Cisem I. Proyek Cisem II digarap Kementerian ESDM dan termasuk proyek strategis nasional.
Pembangunannya menelan biaya Rp 2,8 triliun yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan dilaksanakan dengan skema pengadaan konstruksi terintegrasi Rancang dan Bangun (design and build).
Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman menyampaikan pembangunan jaringan pipa gas Cisem II ditargetkan selesai pada Maret, dan operasional jual beli gas mulai dilaksanakan pada Juli 2026.
"Cisem II sesuai target, on target. Dan Insya Allah tahun ini selesai, Maret fisik sudah selesai, Juni sudah boleh jual beli gas,"kata Laode pada 21 Januari lalu.
Baca Juga: Kuota BBM Pertalite Turun di 2026 Hanya 29,27 Juta KL
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Komplotan Curanmor di Jakarta Pakai Modus Polisi Gadungan untuk Intimidasi Korban
-
Legenda AC Milan Franco Baresi Meninggal Dunia, Pernah Terkesan dengan Suporter Indonesia
-
Segera Pensiun, Komjen Karyoto dan Fadil Imran Tak Dapat Perpanjangan Masa Dinas?
-
Polisi Bongkar 769 Kasus Curanmor, 11 Senjata Api hingga 119 Kunci T Disita
-
LPSK Proses Permohonan Perlindungan Saksi FH di Kasus TPPU Eks Jampidsus
-
Mata-Mata Iran Asal London Tertangkap Intip Pangkalan Militer Inggris di Siprus
-
Tak Cukup Putusan MK, PGRI Tagih Guru Jangan Dipaksa Menanggung Beban Tambahan
-
Ini Bukan Tinju! Pelatih Timor Leste Kirim Pesan Aneh Buat Timnas Indonesia
-
18 Nyawa Melayang di Usia Emas: Petaka Human Error di Jalan Raya Pringsewu Tembus 115 Kasus
-
Protes Tambang Nikel Raja Ampat, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk di Pembukaan GIIAS 2026