- Pengiriman perdana material pipa proyek transmisi gas Dumai–Sei Mangkei (Dusem) dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026.
- Tahap awal distribusi melibatkan 1.000 batang pipa baja 20 inci menuju lokasi di Sumatra Utara.
- Total 12.000 batang pipa akan didistribusikan melalui jalur laut hingga pertengahan Juni 2026.
Suara.com - Pengiriman perdana pipa untuk proyek transmisi gas Dumai–Sei Mangkei (Dusem) mulai dilakukan pada Kamis (19/2/2026). Distribusi tahap awal ini menandai dimulainya pengiriman material utama untuk pembangunan jaringan pipa gas di Sumatra.
Direktur Komersial Krakatau Pipe Industries, Rony Yanuardi, menjelaskan proyek tersebut menggunakan pipa baja berdiameter 20 inci dengan spesifikasi API X52.
Ia menyebut total panjang jaringan yang akan dibangun mencapai ratusan kilometer dengan bobot material sangat besar.
“Hari ini kita start untuk mulai delivery pipa 20 inci dengan spesifikasi API X52 sepanjang 540 kilo. Proyek Dusem ini panjangnya sekitar 540 kilo, dengan total berat mungkin sekitar 83.000 ton,” kata Rony Kamis (19/2/2026).
Menurutnya, pengiriman material dilakukan bertahap mengikuti kebutuhan konstruksi di lapangan.
Distribusi ini menjadi bagian dari tahap awal sebelum pekerjaan pemasangan pipa dimulai di berbagai segmen proyek.
Pimpinan KSO 2 Rabana-Abipraya-SBS-Tinggar, Sia Yuri Sugiarso menyebut pengiriman awal mencakup sekitar 1.000 batang pipa yang akan dikirim menuju lokasi proyek di Sumatra Utara.
Ia menyebut, jumlah tersebut hanya bagian kecil dari total pipa yang dijadwalkan dikirim sepanjang tahun.
“Hari ini kita secara resmi akan melepas pengiriman pipa dengan total sebanyak 1.000 batang, yang akan dikirim menuju laydown area kita di sub-segmen 2A di Rantau Prapat. Pengiriman ini merupakan titik awal dimulainya tahapan konstruksi,” kata Yuri.
Baca Juga: Bahlil Bongkar Borok Produksi Minyak: 22 Ribu Sumur Nganggur!
Ia menambahkan, total pengiriman yang direncanakan sepanjang 2026 mencapai sekitar 12.000 batang pipa. Distribusi tersebut ditargetkan berlangsung hingga pertengahan tahun.
“Kami dari KSO Ras dan KS telah menjadwalkan bersama pengiriman tahun 2026 ini sebanyak 12.000 batang atau sekitar 145 kilo, dan pengiriman akan berlangsung sampai sekitar Juni 2026,” ujarnya.
Menambahkan, Pimpinan KSO 1 Wika–Nindya Karya, Umar Kamal menyebut pengiriman material akan dilakukan dalam beberapa tahap melalui jalur laut agar distribusi bisa berlangsung lebih cepat.
“Harapan kita pipa ini akan kita maksimalkan shipment-nya. Estimasi mungkin sekitaran enam shipment, semuanya lewat laut karena memang moda ini yang paling cepat. Estimasi Juni kita sudah selesai untuk pengiriman pipa ke proyek,” kata Umar.
Direktur Komersial Krakatau Steel Hernowo menyebut pengiriman perdana ini menjadi awal distribusi material setelah proses persiapan produksi berlangsung sejak tahun lalu.
“Setelah perjuangan panjang sejak pertengahan tahun lalu, akhirnya kita sampai pada titik yang penuh makna. Hari ini pengiriman perdana dimulai,” pungkas Hernowo.
Berita Terkait
-
Juli Mulai Jual Beli, Proyek Pipa Gas Cisem II Ditargetkan Rampung Maret 2026
-
FSRU Lampung Resmi Beroperasi 2026, PGN LNG Siap Pasok Gas JawaSumatera
-
Produksi Minyak RDMP Balikpapan Tetap Jalan Setelah Dapat Pasokan Gas dari Pipa Senipah
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Realisasi PNBP Migas Jauh dari Target, Ini Alasan Bahlil
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Operasi CANTVR Dihentikan, Diduga Tawarkan Investasi Ilegal
-
Produk Ekspor Indonesia Bisa Laku di Karena Rupiah Melemah, Tapi Ada Syaratnya
-
Rupiah yang Memble Jadi Tantangan Industri Logistik, Ini Strategi SiCepat Ekspres
-
Panasonic GOBEL Hadirkan ART with HEART: Pamerkan 70 Karya Seniman Difabel dan Senior
-
Danantara Minta Pengusaha Tenang, Kontrak Ekspor Tak Diutak-atik
-
IHSG Rontok Gegara Danantara Sumberdaya? Ini Jawaban Pandu Sjahrir
-
Emiten CRSN Bidik Pendapatan Naik 22%, Begini Strateginya
-
Kemenko Perekonomian Bidik Sektor Digital demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
-
Emiten Grup Djarum SUPR Lebih Pilih Cabut dari Bursa Ketimbang Free Float
-
Kemendag Klaim Ekspor Produk Kreatif RI Tumbuh Positif