- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Jakarta menyatakan kesiapan membuka posisi strategis Polri bagi Aparatur Sipil Negara.
- Kebijakan resiprokalitas ini bertujuan mengintegrasikan kompetensi sipil ke dalam struktur kepolisian guna memperkuat tata kelola keamanan nasional.
- Langkah tersebut menandai pergeseran paradigma kepolisian dari pendekatan hierarkis militeristik menuju tata kelola kolaboratif yang lebih demokratis.
Suara.com - Institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tengah bersiap melakukan transformasi fundamental dalam struktur kelembagaannya.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara resmi merespons usulan Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalis Pigai, dengan sebuah pernyataan yang dinilai sangat historis bagi perjalanan demokrasi di Indonesia.
Kapolri menyatakan kesiapannya untuk membuka ruang bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) agar dapat menempati posisi strategis di dalam institusi kepolisian.
Langkah ini menjadi sebuah sinyal kebijakan yang memiliki implikasi struktural signifikan terhadap arsitektur keamanan nasional.
Melalui prinsip resiprokalitas, Polri ingin menunjukkan keterbukaan institusional yang lebih luas kepada kalangan sipil, sebuah langkah yang sebelumnya belum pernah disampaikan secara eksplisit kepada publik.
"Kita memberikan ruang resiprokal kepada ASN untuk menempati posisi dalam Polri sebagaimana Polri menempati posisi pada ranah ASN," kata Kapolri kepada media di Jakarta (7/6).
Pernyataan ini menegaskan bahwa ke depan, hubungan antara Polri dan birokrasi sipil akan bersifat timbal balik, di mana kompetensi ASN dapat diintegrasikan langsung ke dalam tubuh korps Bhayangkara.
Terobosan Paradigmatik dalam Demokrasi Kontemporer
Gagasan mengenai resiprokalitas ini memicu perhatian analis politik. Kebijakan ini dipandang sebagai upaya cerdas untuk mengadaptasikan institusi keamanan dengan dinamika masyarakat sipil dalam praksis demokrasi kontemporer Indonesia.
Baca Juga: Polri Rekrut Disabilitas: Bukan Cuma Staf, Berpeluang Duduki Jabatan Struktural!
Penempatan ASN di lingkungan Polri menandai pergeseran cara pandang institusi keamanan terhadap dirinya sendiri dalam relasi dengan publik.
Analis politik senior, Boni Hargens, memberikan penilaian mendalam terhadap gagasan Kapolri tersebut.
Menurutnya, langkah ini merupakan terobosan paradigmatik yang menandai adanya transformasi berpikir yang cerdas dalam mengadaptasikan institusi keamanan dengan masyarakat sipil dalam praksis demokrasi kontemporer.
Keseimbangan antara tuntutan reformasi kepolisian dan proaksi Polri dalam menyatukan diri dengan masyarakat menjadi poin krusial yang disoroti dalam kebijakan ini.
Perubahan ini mengindikasikan adanya transisi dari pendekatan hierarkis militeristik menuju pendekatan kolaboratif demokratis.
Dengan melibatkan ASN sipil, Polri diposisikan bukan lagi sebagai objek pasif dari tuntutan reformasi, melainkan sebagai subjek aktif yang merangkul nilai-nilai keterbukaan tanpa harus mengorbankan integritas serta kapasitas operasional yang selama ini dimiliki.
Berita Terkait
-
Polri Rekrut Disabilitas: Bukan Cuma Staf, Berpeluang Duduki Jabatan Struktural!
-
Kapolri Jamin Takkan Serobot Kursi ASN: Polisi Masuk Kementerian Hanya Jika Diminta!
-
Cegah Perjudian! Kapolri Aktifkan Satgas Antimafia Bola Jelang Piala Dunia 2026
-
Mimpi Jadi Nyata! UU Polri Baru Buka Pintu bagi Disabilitas Masuk Polisi
-
Jabatan Kapolri Kini Bisa Diperpanjang Sesuai Kebutuhan Presiden, Ini Bunyi Pasal Terbaru UU Polri
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
Terkini
-
Iuran BPJS Gak Jadi Naik, Pemerintah Guyur Rp20 Triliun Demi Tambal Defisit
-
Tak Harus Jadi Peneliti: Bagaimana Citizen Science Ajak Warga Dokumentasikan Keanekaragaman Hayati?
-
Kejar Tayang IKN 2028, Basuki Minta Tambahan Anggaran Rp15,5 Triliun ke DPR
-
Mendagri Usulkan Tambahan Anggaran Rp 6,27 Triliun, Pagu Kemendagri 2027 Jadi Rp 10,93 Triliun
-
Bereskan Dapur MBG, Mensesneg Targetkan Evaluasi Total Selesai Sebulan
-
Apakah Senin 15 juni 2026 Libur Cuti Bersama? Hari Kejepit, Ini Putusan SKB 3 Menteri
-
Bahan Pokok Naik tapi Rokok Dimurahkan, Koalisi Sipil Geruduk Kemenkeu Protes Kebijakan Purbaya
-
Klaim Serang 18 Pangkalan Militer AS, Iran Ancam Washington: Kawasan Ini akan Jadi Neraka!
-
Demo Mahasiswa Tolak Kenaikan BBM Nonsubsidi Sulit Ubah Keputusan Pemerintah
-
Bawa Sang Anak yang Pebisnis, JK Minta Waktu Bertemu Presiden Prabowo di Istana Hari Ini