- Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan damai pada Selasa (16/6/2026) untuk mengakhiri konflik serta membuka kembali Selat Hormuz.
- Harga minyak dunia turun tajam hingga 4,8 persen karena pelaku pasar merespons positif pemulihan pasokan energi global tersebut.
- Pasar saham global, termasuk S&P 500 dan Nasdaq, melonjak signifikan dipicu oleh optimisme pemulihan ekonomi dan penurunan tekanan inflasi.
Analis ING menyatakan, pasar keuangan kembali optimistis terhadap potensi perdamaian di Timur Tengah dan kemungkinan normalisasi arus energi dari kawasan Teluk.
Namun, mereka menilai belum ada jaminan bahwa harga energi akan turun secara signifikan dalam jangka panjang.
"Pasar keuangan kembali antusias terhadap potensi kesepakatan damai di Timur Tengah dan kemungkinan kembalinya aliran energi dari kawasan Teluk. Namun, apakah hal itu akan menghasilkan harga energi yang jauh lebih rendah masih menjadi pertanyaan besar," tulis analis ING dalam catatan risetnya.
ING juga memperingatkan bahwa tekanan inflasi akibat lonjakan harga energi sebelumnya telah menyebar ke berbagai sektor ekonomi sehingga bank sentral di sejumlah negara akan menghadapi tantangan yang lebih besar dalam menjaga stabilitas harga.
Presiden Bank Sentral Eropa (ECB), Christine Lagarde, mengungkapkan bahwa kenaikan harga energi mulai memberikan dampak terhadap sektor ekonomi lainnya.
Menurutnya, efek tidak langsung inflasi kini terlihat di berbagai negara dalam beberapa pekan terakhir.
Pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi salah satu aspek paling penting dalam kesepakatan tersebut. Jalur pelayaran strategis itu selama ini menjadi rute utama distribusi minyak dunia sehingga setiap gangguan dapat memicu gejolak harga energi global.
Strategis Société Générale, Kit Juckes, mengatakan pasar masih menunjukkan kekhawatiran terhadap kecepatan pemulihan pasokan minyak ke level sebelum perang.
Meski harga minyak telah kembali mendekati posisi awal tahun, investor menilai proses normalisasi pasokan kemungkinan membutuhkan waktu yang cukup panjang.
Baca Juga: Asumsi ICP 2027 Dinaikkan Mas Bahlil, Paling Tinggi 95 Dolar AS/Barel
Kekhawatiran tersebut tercermin dari kontrak berjangka Brent untuk pengiriman hingga Februari 2027 yang masih bertahan di kisaran 80 dolar AS per barel, bahkan setelah pengumuman kesepakatan damai.
Situasi ini menunjukkan bahwa pelaku pasar tetap berhati-hati dalam menilai prospek harga minyak dunia, pasar energi global, dan stabilitas ekonomi setelah tercapainya kesepakatan damai AS-Iran.
Berita Terkait
-
Harga Minyak Dunia Melonjak saat Rupiah Cetak Rekor Terburuk Sepanjang Sejarah
-
Perundingan AS-Iran Alot, Harga Minyak Mentah Global Tertahan di Level Tinggi
-
Harga Minyak Dunia Tertahan di Tengah Drama AS-Iran, Nasib Selat Hormuz Jadi Penentu
-
Iran Stop Komunikasi dengan AS dan Ancam Blokade, Harga Minyak Langsung Naik!
-
Konflik Israel - Lebanon Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 2 persen
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Emiten WINE Tebar Dividen Rp3,5 per Saham, Bidik Pertumbuhan Pendapatan Lima Persen pada 2026
-
Harga Emas Hari Ini 16 Juni 2026 Naik, Antam Tembus Rp2,83 Juta per Gram
-
Selat Hormuz Dibuka, Bahlil Sebut Indonesia Tetap Lanjutkan Kontrak Impor Minyak
-
Bahlil Ungkap Kontrak Batu Bara PLN Kurang 20 Juta Ton, Listrik Bisa Terganggu?
-
Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Salurkan Pembiayaan Rp340 Miliar untuk 867 Debitur
-
Biaya Kuliah Meroket, Mahasiswa Minta Dana Pendidikan Tak Dipakai untuk MBG
-
BRI Hadirkan Cara Baru Menabung Emas Otomatis Saat Transfer di BRImo
-
Asumsi ICP 2027 Dinaikkan Mas Bahlil, Paling Tinggi 95 Dolar AS/Barel
-
Indonesia Bidik Turis Tajir, Seaplane Resmi Beroperasi dari Banyuwangi
-
Program Kompor Listrik Masih Digeber Mas Bahlil di 2027, Anggarannya Rp 815 M