- Bank of Japan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada 17 Juni 2026 untuk mengendalikan inflasi dan pelemahan yen.
- Keputusan melalui pemungutan suara mayoritas ini menjadi langkah pengetatan moneter tertinggi yang diambil bank sentral sejak tahun 1995.
- Kebijakan tersebut berdampak pada penguatan indeks Nikkei serta kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Jepang sebesar 3 basis poin.
Pelemahan Yen Jadi Pertimbangan Penting
Pelemahan yen turut menjadi faktor yang memperkuat alasan kenaikan suku bunga.
Setelah menggelontorkan sekitar 11,7 triliun yen atau setara 73,5 miliar dolar AS untuk intervensi pasar pada Mei lalu, mata uang Jepang kembali melemah hingga menyentuh level 160 yen per dolar AS dan bertahan di kisaran tersebut sepanjang Juni.
Direktur Ahli Monex Group, Jesper Koll, menilai intervensi pasar tanpa perubahan kebijakan moneter domestik tidak akan efektif dalam jangka panjang.
Menurutnya, pemerintah perlu menyeimbangkan langkah stabilisasi mata uang dengan kebijakan suku bunga yang lebih sesuai dengan kondisi ekonomi.
Meski yen yang lemah dapat meningkatkan daya saing ekspor Jepang, kondisi tersebut juga berisiko memperbesar inflasi impor dan menambah tekanan terhadap anggaran pemerintah.
Sebelumnya, pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi telah mengalokasikan anggaran tambahan sebesar 3 triliun yen guna membantu rumah tangga menghadapi kenaikan biaya energi.
Di sisi lain, inflasi inti Jepang melambat menjadi 1,4 persen pada April 2026, level terendah sejak Maret 2022. Inflasi umum juga berada di angka 1,4 persen, menandai empat bulan berturut-turut di bawah target 2 persen yang ditetapkan BOJ.
Meski demikian, sejumlah analis menilai rendahnya inflasi tersebut lebih banyak dipengaruhi oleh berbagai kebijakan pemerintah yang menekan harga, seperti penghapusan pajak bensin dan program sekolah menengah gratis.
Baca Juga: Inflasi Tembus 4 Persen Akibat Perang Iran, Donald Trump: Saya Suka Inflasi!
Ke depan, inflasi Jepang, Bank of Japan, dan kebijakan suku bunga Jepang diperkirakan tetap menjadi perhatian utama pelaku pasar global seiring upaya bank sentral menjaga stabilitas harga dan nilai tukar yen.
Berita Terkait
-
Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara
-
Harga Beras Lagi Mahal di 111 Kota
-
Bank Indonesia Perkuat Pengendalian Inflasi Demi Jaga Harga Bahan Pokok Tidak Naik
-
Harga Cabai Naik, Kemendag Masukkan Cabai ke Daftar Komoditas Prioritas Pengendalian Inflasi
-
Kredibiltas Jadi Bukti, Presiden RI Buat Rupiah Menguat ke Rp6.500 Per Dolar AS
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Puji Setinggi Langit Indonesia di Piala AFF 2026, Tijjani Reijnders Nyesel Lebih Pilih Belanda?
-
Biaya Belanja Bisa Bengkak, Harga Bawang Merah hingga Beras Mulai Merangkak Naik
-
6 Titik Nadi Terbaik untuk Semprot Parfum agar Sillage Maksimal
-
Rusia - Ukraina Saling Tembak Drone dan Rudal, 14 Orang Tewas
-
Rupiah Akhirnya Tembus di Bawah Rp18.000 Pagi Ini, Dipicu Harapan Damai Timur Tengah
-
Bakal Diteror Mitchell Baker, Kiper Vietnam Gemetar: Akui Timnas Indonesia Bukan Lawan Mudah
-
UMKM Mulai Go Digital, Transaksi QRIS Jadi Andalan Dongkrak Penjualan
-
Kabar Duka, Aktor Senior Diding Boneng Meninggal Dunia
-
Apa Itu Mini Velo? Ini 4 Rekomendasi Sepeda Paling Bagus dan Awet untuk Bike To Work
-
Koperasi Desa Merah Putih Kini Pasok Lele untuk Program MBG