- Kementerian Perdagangan menetapkan cabai sebagai komoditas prioritas pengendalian inflasi nasional per pekan ini akibat lonjakan harga signifikan.
- Pemerintah kini mengawasi empat komoditas strategis yaitu cabai, beras, gula, dan bawang merah untuk menjaga stabilitas harga pangan.
- Langkah pengendalian cepat diambil agar kenaikan harga cabai tidak berdampak buruk bagi daya beli masyarakat di pasar tradisional.
Suara.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mulai memberi perhatian khusus terhadap lonjakan harga cabai, setelah komoditas hortikultura itu resmi masuk daftar komoditas prioritas pengendalian inflasi nasional pada pekan ini.
Direktur Bina Pasar Dalam Negeri Kemendag, Nawandaru Dwi Putra, mengatakan, sebelumnya pemerintah hanya memberi atensi utama pada tiga komoditas, yakni beras, gula, dan bawang merah. Namun dalam sepekan terakhir, tren harga cabai ikut naik dan dinilai perlu penanganan serius.
“Kalau untuk minggu yang lalu, memang hanya tiga komoditas yang perlu menjadi atensi, yaitu beras, gula, dan bawang merah. Tapi memang dari perkembangan pemantauan kami dalam satu minggu terakhir ini, komoditas cabai ini juga sedang mengalami kenaikan,” jelas Nawandaru dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, dikutip Selasa (13/5/2026).
Masuknya cabai ke daftar prioritas menunjukkan pemerintah melihat adanya tekanan baru pada kelompok pangan segar yang selama ini kerap menjadi pemicu inflasi, terutama karena fluktuasi pasokan dan distribusi antarwilayah.
Cabai selama ini dikenal sebagai salah satu komoditas yang paling cepat memicu kenaikan inflasi pangan ketika terjadi gangguan produksi atau distribusi di pasar.
“Kami laporkan ada perkembangan harga melalui pantauan kami SP2KP. Memang ada beberapa komoditas yang perlu menjadi atensi,” ujarnya.
Pemerintah menilai perubahan tren harga dalam waktu singkat harus direspons cepat karena lonjakan cabai bisa langsung terasa di tingkat konsumen, terutama pasar tradisional.
Kenaikan harga cabai juga memperpanjang daftar komoditas pangan strategis yang sedang diawasi ketat, di tengah tekanan harga beras, gula, dan bawang merah yang sebelumnya lebih dulu menjadi perhatian.
“Dari perkembangan pemantauan kami dalam satu minggu terakhir ini, komoditas cabai ini juga sedang mengalami kenaikan,” tutur Nawandaru.
Baca Juga: Kredibiltas Jadi Bukti, Presiden RI Buat Rupiah Menguat ke Rp6.500 Per Dolar AS
Berita Terkait
-
Harga Pangan 1 Mei 2026 Cabai Rawit Merah Tembus Rp84.000/Kg, Bawang Merah dan Beras Ikut Meroket
-
Lonjakan Harga Pangan Hari Ini: Bawang Merah, Cabai, hingga Telur
-
Kemendag Siapkan Karpet Merah Regulasi KBLI 2025, Busan: Agar Dunia Usaha Makin Adaptif!
-
Waduh! Harga Beras dan Cabai Rawit 'Ngamuk' di Pasar Tradisional Pagi Ini
-
Rupiah Babak Belur Pagi Ini ke Level Rp17.289 Per Dolar AS
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Pasar Modal Indonesia Turun Kasta Jadi Frontier Market? Dirut BEI Beri Bocoran
-
Profil Jeffrey Hendrik, Dirut BEI Baru dengan Janji Transparansi IHSG
-
Prabowo Mau 'Copot' Ratusan Direksi dan Komisaris BUMN di Tengah Isu Rangkap Jabatan
-
Dirut Baru Berambisi Bawa BEI Masuk Daftar 10 Bursa Terbesar Dunia
-
Bikin Pusing Pengusaha, Mengapa Gas Industri Belakangan Ini Harganya Tinggi?
-
Dana Asing Rp449,83 M Minggat dari Pasar Saham di Sesi I, BBCA Banyak Dilepas
-
Telkom Perkuat Kepatuhan Regulasi dan Kapabilitas Pengambil Keputusan untuk Dorong Pertumbuhan
-
Ini Alasan Purbaya Ngotot Cari Utang lewat Panda Bond China
-
Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini Jadi Komisaris Pertamina Retail?
-
Purbaya Endus Pegawai DJP Kongkalikong dengan Pengusaha soal Restitusi Pajak