- Menteri PKP Maruarar Sirait memastikan suku bunga KPR subsidi FLPP tetap sebesar lima persen meski terdapat kenaikan BI Rate.
- Pemerintah menargetkan penyaluran 350.000 unit rumah subsidi tahun 2026 dan kini telah terealisasi sebanyak 78.277 unit hunian layak.
- Pemerintah berencana menerapkan tenor KPR hingga 40 tahun serta mengoptimalkan aset rumah susun BUMN untuk mendukung perumahan nasional.
Suara.com - Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tren kenaikan suku bunga acuan yang berpotensi membebani sektor properti, pemerintah memastikan akses masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terhadap hunian tetap terjaga.
Kenaikan BI Rate yang biasanya berdampak pada bunga kredit perbankan tidak akan memengaruhi bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Kepastian tersebut disampaikan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, yang menegaskan bahwa bunga KPR FLPP tetap dipertahankan sebesar 5 persen flat hingga akhir masa kredit.
Menurut Maruarar, kebijakan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk menjaga keterjangkauan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah di tengah dinamika ekonomi yang terjadi.
"Kami memastikan negara hadir dan berpihak kepada rakyat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah. Walaupun terdapat dinamika ekonomi dan peningkatan BI Rate, bunga FLPP tetap dijaga sebesar 5 persen agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap rumah yang layak dan terjangkau," ujar Maruarar dilansir laman Antara, Sabtu (20/6/2026).
Bunga KPR Subsidi Tetap Rendah, Cicilan Rumah Lebih Ringan
Keputusan mempertahankan bunga FLPP di level 5 persen menjadi angin segar bagi calon pembeli rumah subsidi. Dengan skema bunga tetap hingga masa pinjaman berakhir, masyarakat tidak perlu khawatir menghadapi lonjakan cicilan akibat perubahan suku bunga pasar.
Kebijakan ini dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung target pemerintah dalam memperluas kepemilikan rumah bagi kelompok berpenghasilan rendah.
Selain mempertahankan bunga rendah, pemerintah juga memastikan rencana perpanjangan tenor KPR FLPP hingga 40 tahun tetap berjalan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga: BI Rate Naik 5,75 Persen! Airlangga Minta Himbara Tak Buru-buru Kerek Bunga Pinjaman
Maruarar menyebut pembahasan mengenai tenor panjang tersebut telah dilakukan secara intensif dan siap diterapkan sesuai regulasi yang berlaku.
"Terima kasih atas dukungan Danantara Pak Rosan dan BP BUMN Pak Dony. Semua masih on the track dan ada beberapa isu yang kita persiapkan soal Meikarta tentunya dan hari Senin saya akan ke BPKP untuk memastikan semua proses berjalan sesuai dengan aturan yang ada," ujarnya.
Realisasi FLPP 2026 Tembus 78 Ribu Unit Rumah
Dalam kesempatan yang sama, Kementerian PKP juga memaparkan perkembangan penyaluran FLPP sepanjang 2026.
Dari target pembangunan dan pembiayaan sebanyak 350.000 unit rumah subsidi, realisasi hingga saat ini telah mencapai 78.277 unit atau sekitar 22,36 persen dari target tahunan.
Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat penyediaan hunian terjangkau melalui Program 3 Juta Rumah yang menjadi salah satu program prioritas nasional.
Berita Terkait
-
LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan hingga September 2026, Apa Efeknya?
-
BTN Tawarkan 10.000 Hunian Second Dengan Harga di Bawah Pasar Pada Lelang Akbar BTN 2026
-
Suku Bunga BI Naik, Cicilan Utang Jadi Lebih Mahal? Cek Simulasi Terbarunya
-
5 Cara Amankan Cicilan KPR saat Suku Bunga Naik
-
Ini Strategi BTN Salurkan Kredit Perumahan Bagi Masyarakat
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Berdayakan Puluhan Kelompok Usaha, Klaster Unggulan BRI Sukses Dongkrak Potensi Peternak
-
Mahkamah Konstitusi 'Main Aman' Beri Legitimasi Program MBG yang Bermasalah
-
Sering Olahraga Bikin Rambut Lepek dan Ketombe? Ini Tips Menjaga Kulit Kepala Sehat
-
Gus Ipul Ingatkan Seluruh Jajaran: Program Sekolah Rakyat Butuh Kolaborasi dan Integritas
-
Kenali Modus Customer Service Palsu yang Mengincar OTP dan PIN
-
Dua Siswa Sekolah Rakyat Jadi Delegasi Indonesia di 9th ASEAN Children's Forum
-
Promo Tiket Kereta Api di BRImo Langsung Dapat Cashback 15 Persen, Cek Syaratnya!
-
Terbukti Tarik Pungli ke Sesama PPPK, 1 ASN Pemprov Banten Dipecat Tidak Hormat
-
Pemkab Musi Banyuasin Usulkan Lahan Sekolah Rakyat
-
Habiskan Malam Panjang di Ibu Kota: Intip 5 Cara Menikmati Jakarta hingga Dini Hari di PIK