- Kementerian Keuangan menggunakan teknologi kecerdasan buatan pada mesin pemindai untuk mendeteksi pakaian bekas impor ilegal secara akurat.
- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyita 43 kontainer berisi pakaian bekas ilegal senilai Rp53,9 miliar di Jakarta dan Kalimantan.
- Penerapan sistem AI di Pelabuhan Tanjung Priok mempercepat proses pengawasan untuk melindungi industri dalam negeri dan menciptakan iklim usaha.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memanfaatkan tekonologi kecerdasan buatan (AI) agar lebih cepat mengendus pakaian bekas impor ilegal hasil sitaan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Menkeu Purbaya menyebut kalau Bea Cukai mampu mendeteksi bal pakaian bekas (balpres) impor ilegal dalam kontainer karena dilengkapi mesin pemindai (scanner) yang dilengkapi sistem AI.
"Jadi ada indikasi bahwa ini sama dengan bentuknya, sama dengan barang balpres sebelumnya yang pernah ketemu. Jadi begitu polanya sama, muncul lah tuh lampu merah yang kira-kira 'tung-tung-tung', baru diperiksa," katanya di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (27/6/2026).
Dari pendeteksi itu, Bea Cukai bisa melihat kalau tumpukan barang di dalam kontainer adalah balpres. Terbukti setelah dibongkar, hasil pendeteksi itu akurat.
"Jadi kita sudah memperkenalkan pakai AI, kalau enggak sudah lolos ini kira-kira," lanjutnya.
Ia membandingkan kalau sebelumnya Bea Cukai hanya mendeteksi barang dengan mata telanjang. Tapi sekarang lembaga itu menggunakan sistem pendeteksi yang lebih canggih.
"Jadi double pengawasan, mata telanjang orang ahli kita yang sudah terlatih, dengan AI, jadi lebih cepat terdeteksinya. Jadi ke depan akan ada lebih banyak barang-barang ini seperti ini yang terdeteksi," jelas dia.
Diketahui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengamankan 43 kontainer berisi pakaian bekas hasil impor ilegal senilai Rp 53,9 miliar yang disita Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Menkeu Purbaya menyebut kalau kasus impor ilegal bal pakaian bekas (balpres) ini disita dari Jakarta dan Kalimantan Barat. Ia menyebut ini menjagi bagian dari upaya menjaga kepatuhan terhadap ketentuan impor, melindungi industri dalam negeri, serta menciptakan iklim usaha yang sehat dan berkeadilan.
Baca Juga: Industri Tekstil RI Tak Mampu Olah, Purbaya Pilih Musnahkan Pakaian Bekas Impor Ilegal
"Pemerintah berkomitmen untuk terus menindak tegas praktik impor ilegal yang merugikan pelaku usaha yang patuh, masyarakat, dan negara," kata Purbaya di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Tag
Berita Terkait
-
Industri Tekstil RI Tak Mampu Olah, Purbaya Pilih Musnahkan Pakaian Bekas Impor Ilegal
-
Purbaya Sepakat Polisi Hukum Pelaku Impor Pakaian Bekas Ilegal Pakai UU Pengelolaan Sampah
-
Purbaya Sita 43 Kontainer Pakaian Impor Bekas dari Bea Cukai, Nilainya Rp 53,9 M
-
Wacana Rokok Murah untuk Masyarakat Bawah Dikritik, Ancam Penerimaan Cukai Negara
-
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Minyakita Masih Mahal, CORE Sebut Produsen Sawit Lebih Pilih Ekspor Ketimbang Pasok Dalam Negeri
-
Siapa Richard Muljadi? Cucu Konglomerat Terjerat Penipuan Batu Bara
-
Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp393 Miliar dari Pasar Saham di Sesi I
-
BUMI Resmi Tak Bagikan Dividen, Ke Mana Larinya Laba Bersih Tahun 2025?
-
Melihat Keuangan RANS yang Pincang Jelang IPO: Laba Turun 41%, Masih Bergantung pada Raffi-Nagita
-
Industri Tekstil RI Tak Mampu Olah, Purbaya Pilih Musnahkan Pakaian Bekas Impor Ilegal
-
Profil INACO (PT Niramas Utama Tbk): Saham IPO, Kondisi Keuangan, dan Pemegang Saham
-
Finex: Kepatuhan dan Edukasi Lebih Penting daripada Janji Untung Trading
-
Purbaya Sepakat Polisi Hukum Pelaku Impor Pakaian Bekas Ilegal Pakai UU Pengelolaan Sampah
-
Profil PT Prodia Diagnostic Line: Saham IPO, Benarkah Ada 'Peran' Prajogo Pangestu?