- LPS mencatat seluruh kelompok nominal simpanan nasabah perbankan di Indonesia mengalami pertumbuhan positif hingga Mei 2026.
- Simpanan di bawah Rp100 juta mencatat pertumbuhan tahunan sebesar 4,95 persen, meningkat dibandingkan posisi Desember 2025 lalu.
- Doddy Zulverdi menyatakan total simpanan nasional tumbuh 13,4 persen, yang membuktikan daya tahan ekonomi masyarakat tetap terjaga.
Suara.com - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat pertumbuhan simpanan nasabah di seluruh kelompok nominal hingga Mei 2026 masih berada dalam tren positif.
Bahkan, tabungan di bawah Rp100 juta menunjukkan perbaikan pertumbuhan secara tahunan (year on year).
Hal ini mencerminkan daya tahan masyarakat dalam menyimpan dana di perbankan di tengah dinamika ekonomi.
Anggota Dewan Komisioner LPS Bidang Program Penjaminan Simpanan dan Resolusi Bank, Doddy Zulverdi, mengungkapkan bahwa pertumbuhan simpanan hingga Rp100 juta pada Mei 2026 mencapai 4,95 persen secara tahunan dibandingkan Mei 2025.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Desember 2025 yang tercatat 3,43 persen, sehingga menunjukkan adanya tren yang terus membaik.
"Pertumbuhan simpanan yang nilainya sampai dengan Rp100 juta mencapai 4,95 persen. Kalau kita lihat dibandingkan dengan Desember 2025 yang pertumbuhannya 3,43 persen, sebenarnya trennya positif atau membaik. Artinya secara level simpanan masih terus naik dan secara pertumbuhan juga semakin baik," jelas Doddy Zulverdi di Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Menurut Doddy, data tersebut sekaligus membantah anggapan bahwa masyarakat mulai mengurangi tabungan secara signifikan.
Berdasarkan data yang dihimpun LPS, simpanan dengan nominal hingga Rp100 juta masih mengalami pertumbuhan yang sehat, bahkan lebih baik dibandingkan posisi akhir tahun lalu.
"Kalau melihat angka-angka ini, fenomena berkurangnya tabungan tidak sedemikian terlihat. Simpanan sampai dengan Rp100 juta masih tumbuh positif, bahkan pertumbuhannya lebih baik dibandingkan posisi akhir 2025. Jadi itu yang penting untuk dipahami," terangnya.
Baca Juga: LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%
Sementara itu, simpanan dengan nominal di atas Rp5 miliar juga masih mencatat pertumbuhan yang tinggi. Hingga Mei 2026, kelompok simpanan tersebut tumbuh 21,45 persen secara tahunan.
Meski demikian, angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada Desember 2025 yang mencapai 22,76 persen, sehingga menunjukkan adanya perlambatan tipis pada segmen tersebut.
Doddy menegaskan bahwa secara keseluruhan seluruh kelompok simpanan, mulai dari di bawah Rp100 juta, Rp100 juta hingga Rp1 miliar, Rp1 miliar hingga Rp2 miliar, Rp2 miliar hingga Rp5 miliar, maupun di atas Rp5 miliar, masih mencatat pertumbuhan positif.
"Intinya, semua kelompok simpanan tumbuh positif. Pertumbuhan total simpanan sebesar 13,4 persen pada Mei didukung oleh seluruh kelompok simpanan berdasarkan nilai," ucap dia.
Doddy menekankan, tidak ada satu pun kelompok simpanan yang mengalami pertumbuhan negatif.
"Menurut saya, ini merupakan fenomena yang positif, dan khusus simpanan di bawah Rp100 juta trennya memang semakin baik," tegasnya.
Berita Terkait
-
Apa Itu Tabungan Valas? Kenali Keuntungan dan Risikonya
-
Tren Menabung Masyarakat Daerah Tinggi, Nasabah Simpeda Melonjak 104%
-
Bukan Sekadar Tabungan, Inilah 10 Tanda Keuangan Anda Aman dan Stabil
-
Ngenes, Generasi Sandwich Diramal Tidak akan Punya Tabungan Pensiun
-
BPR Pembangunan Nagari Bangkrut, LPS Mulai Bayarkan Klaim Simpanan Nasabah
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M
-
Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun
-
5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar
-
Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027
-
Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80
-
Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan
-
Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran
-
Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan
-
LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%
-
Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya