- Abra Talattov dari INDEF menyatakan kenaikan harga LNG industri dipicu dinamika geopolitik dan penurunan pasokan gas pipa domestik.
- Penurunan pasokan gas pipa hingga 2026 memaksa industri menggunakan LNG yang lebih mahal sebagai alternatif sumber energi.
- Pemerintah perlu memitigasi risiko PHK dan memperbaiki tata kelola gas nasional melalui kebijakan alokasi serta harga khusus.
"Jika porsi gas untuk ekspor masih cukup besar, maka pemerintah perlu mengevaluasi kembali prioritas alokasi domestik. Prinsipnya bukan anti-ekspor, tetapi ketika industri dalam negeri kekurangan pasokan gas pipa dan harus membeli LNG yang lebih mahal, maka perlu ada keberpihakan kebijakan agar kebutuhan domestik lebih diamankan,” terang Abra.
Kemudian mengkaji skema swap ekspor lewat diplomasi energi agar pasokan gas yang dekat dengan pasar domestik dapat dialihkan ke dalam negeri, sementara pembeli asing mendapat pasokan pengganti dari sumber lain.
Lalu, mengevaluasi kebijakan HGBT secara transparan agar alokasi kuotanya tepat sasaran dan berbasis data multiplier effect yang akurat.
Selain itu, menyiapkan mitigasi jangka pendek seperti relaksasi kontrak minimum dan fleksibilitas volume gas, dengan catatan beban biayanya tidak ditanggung sepihak oleh pelaku midstream.
Terakhir, mendorong diversifikasi energi industri secara cermat, mengingat LNG masih terhitung lebih efisien dibandingkan solar industri atau LPG.
Abra menegaskan bahwa momentum penyesuaian harga LNG ini harus dijadikan titik balik untuk membenahi tata kelola gas nasional secara menyeluruh, alih-alih saling menyalahkan.
Menurutnya, pemerintah wajib hadir sebagai penengah yang adil guna merumuskan kebijakan yang mampu menyeimbangkan seluruh kepentingan dalam rantai pasok gas bumi.
"Kuncinya adalah kepastian usaha bagi semua pihak. Industri membutuhkan harga energi yang kompetitif, pekerja membutuhkan perlindungan dari risiko PHK, penyedia gas membutuhkan kepastian komersial agar tetap mampu menjaga pasokan, sementara sektor hulu membutuhkan keekonomian agar investasi gas tetap berjalan. Pemerintah harus menjadi penengah yang adil, bukan sekadar menekan salah satu pihak,” terang Abra.
Baca Juga: Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027
Berita Terkait
-
Demi Peningkatan Layanan pada Masyarakat, Pertamina Harus Jadi Lokomotif Ketahanan Energi Nasional
-
Tak Hanya Listrik, Limbah Panas Bumi Disulap Jadi Produk Bernilai Ekonomi
-
Minat Investor pada Energi Bersih Buka Peluang Proyek Panas Bumi Peroleh Pendanaan Jangka Panjang
-
Emiten HGII Tebar Dividen Buat Pemegang Saham, Berapa Besarannya?
-
Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
IHSG Merosot ke Level 5.835 di Sesi I, Saham CUAN dan DEWA Ambrol
-
PT Pegadaian CPS Pondok Aren Kolaborasi dengan Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan Yatim & Dhuafa
-
Investasi Rp339 Triliun, Blok Masela Target Mulai Konstruksi 2027
-
Juli 2026, Pemerintah Mulai Produksi CNG Rumah Tangga Pengganti LPG
-
Purbaya Akui Pemda RI Belum Siap Rilis Surat Utang, Ogah Bangkrut Seperti Argentina
-
Kartu Kredit Infinite Prioritas Hasil Kolaborasi BRI dan Visa: Hadirkan Banyak Keuntungan Eksklusif
-
Beri Kode Jempol Oke! Purbaya dan Nanik Mulai Timbang Pangkas Anggaran MBG?
-
Purbaya Ogah Disalahkan soal Kebijakan Potong Anggaran Era Sri Mulyani: Saya Pewaris Aja
-
Harga Cabai Hari Ini Turun Drastis, Bawang Merah Ikut Merosot, Cek Daftar Lengkap Harga Pangan
-
Kapal Mulai Keluar Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melemah