- Pemerintah mempercepat pembangunan kawasan TOD Dukuh Atas melalui Jembatan Donat untuk mengintegrasikan enam moda transportasi massal di Jakarta.
- Proyek yang dikerjakan Pemprov DKI Jakarta melalui PT MRT Jakarta ini ditargetkan selesai pada tahun 2028 mendatang.
- Integrasi ini bertujuan meningkatkan efisiensi mobilitas masyarakat, menekan kemacetan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan produktivitas di ibu kota.
Suara.com - Kemacetan dan tingginya biaya logistik perkotaan masih menjadi tantangan besar bagi daya saing ekonomi Jakarta.
Salah satu penyebabnya adalah belum optimalnya integrasi antarmoda transportasi umum yang membuat perpindahan penumpang memakan waktu lebih lama dan mengurangi efisiensi mobilitas masyarakat maupun pelaku usaha.
Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah mempercepat pembangunan kawasan Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas melalui proyek Jembatan Donat, yang diproyeksikan menjadi pusat integrasi transportasi terbesar di ibu kota.
Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, mengatakan kawasan TOD di sekitar Stasiun Sudirman akan menghubungkan enam moda transportasi massal sekaligus, sehingga menciptakan konektivitas yang lebih efisien dan mendukung pertumbuhan ekonomi Jakarta.
"Nanti, di TOD tersebut kita akan melihat konektivitas transportasi Jakarta enam moda," kata Dudy dilansir dari laman Antara, Sabtu (27/6/2026).
Menurut Menhub, enam moda transportasi yang akan terintegrasi di kawasan tersebut meliputi KRL Commuter Line, Transjakarta, MRT Jakarta, LRT Jabodebek, LRT Jakarta, serta Kereta Bandara Soekarno-Hatta.
Integrasi tersebut diharapkan menjadi lompatan besar dalam pengembangan transportasi perkotaan karena memungkinkan masyarakat berpindah moda dengan lebih cepat tanpa harus menghadapi proses transit yang rumit.
Rampung 2028, Dikerjakan Pemprov DKI Jakarta
Dudy menjelaskan pembangunan Jembatan Donat Dukuh Atas ditargetkan selesai pada 2028. Seluruh proses pembangunan akan dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui PT MRT Jakarta (Perseroda).
Baca Juga: Kabar Baik! Stasiun JIS Akan Punya Dua Peron, Akses ke Stadion dan Ancol Makin Lancar
"Yang Donat itu diharapkan bisa selesai di 2028. Dan itu sepenuhnya akan dikerjakan oleh Pemda melalui MRT," ujarnya.
Ia menambahkan, kawasan TOD tersebut dirancang sebagai pusat konektivitas transportasi yang menghubungkan seluruh jaringan angkutan massal di Jakarta agar perjalanan masyarakat menjadi lebih cepat, nyaman, dan efisien.
Konsep pembangunan ini juga menjadi bagian dari transformasi sistem transportasi perkotaan yang mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik.
Jadi Hub Transportasi Terbesar di Jakarta
Menurut Dudy, desain kawasan tersebut untuk sementara dikenal sebagai Jembatan Donat karena bentuk rancangan infrastrukturnya yang menyerupai cincin penghubung berbagai moda transportasi. Meski demikian, nama resmi proyek tersebut masih dalam tahap pembahasan.
"Jadi ada enam, semuanya sih kereta, tapi diharapkan bahwa Jakarta akan terkoneksi secara lebih luas lagi. Kita belum kasih nama, sementara kita bilang 'Jembatan Donat'," jelasnya.
Berita Terkait
-
Didukung Kemenhub, Agung Sedayu Siapkan Terminal Terpadu di PIK 2, Hubungkan MRT hingga Bandara
-
Penumpang KA Cikuray Tembus 2,2 Juta Orang Sejak 2022
-
Minim Dermaga, Warga Pulau Bacan Bongkar Muat Barang di Tepi Pantai
-
Pembangunan MRT Bundaran HI-Kota Tua Hampir 60 Persen Rampung
-
ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Survei: 81% Pekerja RI Merasa Gajinya Adil, Tapi Tak Semua Bahagia
-
96% Perusahaan RI Rekrut Lulusan Micro-Credentials, Gaji Dibayar Tinggi
-
Pengguna Tol Jakarta-Cikampek Wajib Tahu! Ada Perbaikan Jalan di Beberapa Titik hingga Awal Juli
-
Prabowo: Belum Ada Profesor Ekonomi yang Bisa Bantah Saya, Matematik Adalah Matematik!
-
Dari Pupuk ke Klinik Desa, KDMP Tamanmartani Buktikan Koperasi Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Warga
-
Kabar Baik! Stasiun JIS Akan Punya Dua Peron, Akses ke Stadion dan Ancol Makin Lancar
-
Pemerintah Diminta Perhatikan Dampak Ekonomi dalam Pembuatan Aturan soal Industri Rokok
-
Merdeka Gold Resources Ukir Sejarah, Saham EMAS Resmi Melantai di Bursa Hong Kong
-
IHSG Ambles 4,55% Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp486 Triliun
-
60% Anak Muda Terkendala Modal Usaha