- Iran meluncurkan serangan rudal dan drone ke pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait serta Bahrain pada Minggu pagi.
- Konflik di Selat Hormuz memanas akibat perebutan kendali jalur distribusi energi global antara pihak Amerika Serikat dan Iran.
- Upaya diplomasi di Swiss gagal karena eskalasi militer dan ketidaksepakatan terkait gencatan senjata di wilayah Lebanon yang terinvasi.
Langkah tersebut bahkan diikuti dengan keputusan Washington untuk mencabut sejumlah sanksi ekonomi terhadap Teheran. Namun, pelonggaran tersebut tidak bertahan lama seiring kembali pecahnya kontak senjata di lapangan.
Pihak Garda Revolusi Iran menegaskan bahwa serangan AS ke Sirik telah menghancurkan seluruh proses diplomasi yang tengah dibangun.
Mereka memperingatkan bahwa markas militer Amerika di Timur Tengah akan "mengalami masa-masa seperti neraka" dalam beberapa hari ke depan. Meski situasi terus memanas, pejabat militer AS melaporkan belum ada korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur skala besar di pangkalan mereka sejauh ini.
Di luar wilayah Teluk, Iran juga menuduh AS gagal memenuhi janjinya untuk mempertahankan stabilitas gencatan senjata di Lebanon, wilayah yang diinvasi oleh Israel sejak Maret lalu untuk memburu kelompok militan Hizbullah.
Meskipun Israel dan Lebanon berulang kali menyepakati gencatan senjata yang dimediasi AS, efektivitasnya sangat terbatas. Israel menolak menarik mundur pasukannya dari wilayah Lebanon yang telah dikuasai, sementara Hizbullah dengan tegas menolak meletakkan senjata selama tentara Israel masih berada di tanah mereka.
Kondisi ini memicu kemarahan yang meluas di kalangan komunitas Syiah Lebanon, karena ratusan ribu warga sipil belum dapat kembali ke rumah mereka yang berada di bawah pendudukan militer Israel.
Berita Terkait
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Iran vs Everybody di Piala Dunia 2026, Mehdi Taremi: Infantino Omong Kosong, FIFA Tak Adil
-
Panas Lagi! AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran Usai Insiden di Selat Hormuz
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
Terkini
-
5 Orang Meninggal, Pelatihan Militer KDMP Dikecam: Dampak Buruk ke Manajemen Koperasi
-
Apa Tugas Komisaris di Perusahaan? Aspri Raffi Ahmad hingga Aktivis Muda Bisa Duduk di Posisi Ini
-
Viral Mufli Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Perusahaan, Berapa Gajinya?
-
Krakatau Posco Perusahaan Apa? Asisten Raffi Ahmad Ditunjuk Jadi Komisaris
-
Jangan Tertipu! Kenali Modus Phishing dan CS Palsu Platform Kripto
-
Asisten Raffi Ahmad Duduk di Kursi Komisaris Krakatau Posco, Siapa Mufli Budi Ananda?
-
Survei: 81% Pekerja RI Merasa Gajinya Adil, Tapi Tak Semua Bahagia
-
96% Perusahaan RI Rekrut Lulusan Micro-Credentials, Gaji Dibayar Tinggi
-
Pengguna Tol Jakarta-Cikampek Wajib Tahu! Ada Perbaikan Jalan di Beberapa Titik hingga Awal Juli
-
Prabowo: Belum Ada Profesor Ekonomi yang Bisa Bantah Saya, Matematik Adalah Matematik!