- Bursa Efek Indonesia menargetkan lebih dari 1.100 perusahaan tercatat melalui penawaran umum perdana hingga tahun 2030 mendatang.
- Strategi ini bertujuan memperkuat daya saing pasar modal nasional agar mampu masuk dalam jajaran 10 bursa terbesar dunia.
- Upaya pendalaman pasar dilakukan untuk meningkatkan jumlah emiten, kapitalisasi pasar, serta menambah basis investor domestik maupun investor asing.
Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan lebih dari 1.100 perusahaan tercatat melalui penawaran umum perdana saham (IPO) hingga tahun 2030.
Target tersebut menjadi bagian dari strategi besar BEI untuk memperdalam pasar modal Indonesia sekaligus membawa Bursa Efek Indonesia, IPO, pasar modal Indonesia masuk ke jajaran 10 bursa saham terbesar di dunia.
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, mengatakan fokus utama BEI adalah mencapai lebih dari 1.100 perusahaan tercatat pada 2030.
Strategi IPO BEI, perusahaan tercatat, pasar modal Indonesia tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing pasar modal nasional.
"Target IPO tadi kami sampaikan di atas 1.100 perusahaan di tahun 2030. Nanti kami akan sampaikan breakdown-nya tahun ke tahun. Tapi untuk hari ini yang kami sampaikan adalah targetnya di atas 1.100 perusahaan tercatat," ujar Jeffrey Hendrik di Gedung BEI, Selasa (30/6/2026).
Namun, saat ini tidak ada revisi terhadap target IPO yang telah ditetapkan. Untuk itu, BEI juga menetapkan sasaran yang lebih ambisius dalam jangka panjang.
Jeffrey mengatakan, arah pengembangan pasar modal Indonesia tidak lagi hanya berfokus pada persaingan di tingkat ASEAN, melainkan menempatkan Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama di pasar modal global.
"Kalau kita melihat target kita tadi, kita tidak lagi bicara ASEAN. Kita bicara bagaimana Indonesia ada di 10 besar dunia. Bagaimana itu dilakukan, antara lain dengan melakukan pendalaman pasar secara terus-menerus, baik dari sisi supply maupun demand," katanya.
Menurutnya, upaya tersebut akan dilakukan melalui pendalaman pasar secara berkelanjutan, baik dari sisi penawaran (supply) maupun permintaan (demand).
Baca Juga: Investor Ritel Kini Bisa Punya Analis Saham Berbasis AI
Pendalaman pasar diharapkan mampu menarik lebih banyak perusahaan berkapitalisasi besar untuk melantai di bursa sekaligus meningkatkan jumlah investor domestik maupun asing.
"Bagaimana ke depan akan lebih banyak lagi perusahaan-perusahaan dengan kapitalisasi besar dan dalam jumlah yang cukup dan memadai ada di bursa kita. Sehingga kapitalisasi pasar tumbuh, investor tumbuh, dan pasar kita akan bisa menjadi salah satu yang terbesar di dunia," bebernya.
Dengan strategi tersebut, BEI optimistis pertumbuhan jumlah emiten, peningkatan kapitalisasi pasar, dan bertambahnya basis investor akan menjadi fondasi utama untuk mewujudkan target Indonesia sebagai salah satu dari 10 bursa saham terbesar di dunia.
Keberhasilan target BEI, IPO Indonesia, kapitalisasi pasar, investor pasar modal juga diharapkan dapat memperkuat peran pasar modal sebagai sumber pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Berita Terkait
-
MSCI Pertahankan Indonesia di EM, Mengapa IHSG Masih Ambruk?
-
IHSG Hancur Lebur! Anjlok 3,56% ke Level 5.883, Asing Ramai Jual BMRI dan DSSA
-
Purbaya Klaim Kemenkeu Belum Berencana Punya Saham BEI Meski Diizinkan UU P2SK
-
Daftar Saham yang Meroket di Tengah Koreksi IHSG Sesi I
-
IHSG Ambrol Nyaris ke Level 5.900, TPIA Jadi Beban
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
BRI Apresiasi Penempatan Dana SAL Pemerintah, Fokus Pembiayaan Produktif untuk Akselerasi Ekonomi
-
Dolar AS Diproyeksi Perkasa Ditopang Wall Street, Rupiah Bisa Anjlok Lagi?
-
Trump Mau Pecat Gubernur The Fed, Malah Kena 'Tampar' Mahkamah Agung!
-
Kilang Terbesar Arab Kembali Dibuka, Harga Minyak Dunia Mulai Stabil
-
Harga LNG Dipangkas, Mampukah Bendung PHK?
-
Harga Gas untuk Industri Turun, Dasco: Kabar Gembira untuk Buruh
-
Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II 2026 Resmi Dibuka, Cek Jadwal dan Rinciannya
-
Pasokan Gas Murah Seret, Kemenperin Minta AGIT Dicabut demi Tak Ada PHK
-
DEN: Rupiah Melemah saat Kepercayaan pada Pemerintah Tergerus
-
Investor Ritel Kini Bisa Punya Analis Saham Berbasis AI