Bisnis / Ekopol
Selasa, 30 Juni 2026 | 08:09 WIB
Calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan calon pengelola Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang akan mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad). (DOK. Setjen Infohan Kemhan)
Baca 10 detik
  • Anggota DPR TB Hasanuddin mengungkapkan biaya latihan fisik militer calon manajer Koperasi Desa mencapai Rp30 juta per orang.
  • Kementerian Pertahanan melibatkan 35.476 peserta dalam pelatihan militer yang menelan anggaran negara lebih dari Rp1 triliun secara nasional.
  • TB Hasanuddin merekomendasikan penghapusan materi militer agar anggaran efisien dan fokus utama pelatihan dialihkan sepenuhnya pada kompetensi manajerial.
Anggota Komisi I dari Fraksi PDIP TB Hasanuddin. [Suara.com/Dea]

DPR Dorong Penghapusan Materi Militer demi Penghematan Triliunan Rupiah

Bertolak belakang dengan pandangan Kemhan, TB Hasanuddin secara tegas merekomendasikan pemerintah untuk menghapus komponen pelatihan fisik militer dan merestrukturisasi kurikulum agar fokus penuh pada kompetensi manajerial murni.

Menurutnya, penghapusan elemen militer dari program ini akan menghemat keuangan negara secara masif di tengah pengetatan anggaran nasional.

"Artinya, apabila latihan militer dihilangkan, negara dapat menghemat sekitar Rp30 juta atau sekitar dua pertiga dari total biaya pelatihan setiap peserta," sambung purnawirawan jenderal TNI tersebut.

Hasanuddin mengingatkan bahwa orientasi utama dari seorang manajer koperasi desa adalah menggerakkan roda ekonomi lokal, menyusun laporan keuangan, serta mengembangkan unit usaha.

Kebutuhan utama organisasi adalah figur yang mahir dalam tata kelola finansial, strategi pemasaran, dan pemberdayaan masyarakat pedesaan—kualifikasi profesional yang tidak bisa didapatkan dari latihan fisik baris-berbaris atau taktik militer. 

Load More