- Menko Infrastruktur AHY mendorong Indonesia membangun merek kendaraan listrik nasional guna bersaing dengan dominasi produsen asal China.
- Pemerintah menargetkan penguatan industri dalam negeri melalui peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) secara bertahap dan berkelanjutan.
- Indonesia akan melakukan kolaborasi riset dan produksi bersama perusahaan global guna mengembangkan teknologi serta kemandirian ekonomi nasional.
Suara.com - Persaingan industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV) global, semakin ketat seiring dominasi produsen asal China yang terus memperluas pangsa pasar dunia.
Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Indonesia untuk membangun industri otomotif nasional yang lebih kompetitif, mengingat besarnya potensi sumber daya alam, pasar domestik, hingga kemampuan sumber daya manusia di bidang teknologi.
Pemerintah menilai, momentum transisi menuju kendaraan listrik tidak boleh hanya dimanfaatkan sebagai pasar bagi produk impor, tetapi harus menjadi pijakan untuk membangun industri nasional yang mampu bersaing di tingkat global.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengatakan Indonesia memiliki kapasitas untuk mengembangkan industri kendaraan listrik sendiri meski saat ini pasar global masih didominasi produsen dari China.
"Saat ini kita menyaksikan produsen-produsen kendaraan listrik di dunia, terutama dari Tiongkok, berkembang sangat pesat. Tiongkok bisa dikatakan menguasai pasar EV dunia. Tetapi Indonesia tidak boleh takut bersaing. Justru itu harus menjadi pelecut bagi kita untuk menghadirkan brand lokal buatan Indonesia," ujar AHY dalam agenda Langkah Hijau Grab untuk Indonesia di Jakarta, Senin (30/6/2026).
Target Bangun Merek Kendaraan Listrik Nasional
Menurut AHY, keberhasilan sejumlah negara mengembangkan industri kendaraan listrik menunjukkan bahwa membangun industri otomotif nasional membutuhkan proses yang panjang, mulai dari riset, pengembangan teknologi, hingga penyempurnaan produk secara berkelanjutan.
Ia menilai, Indonesia memiliki peluang yang sama untuk menciptakan merek kendaraan listrik sendiri apabila terus memperkuat kemampuan industri dalam negeri.
"Kita punya kemampuan, kita punya kapasitas. Yang penting kita terus meningkatkan kemampuan industri nasional dan tidak takut memulai," katanya.
Baca Juga: Grab Genjot Kendaraan Listrik, Armada EV Ditargetkan Melampaui 3 Kali Lipat Tahun Ini
TKDN Harus Terus Ditingkatkan
Salah satu strategi yang dinilai penting adalah meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada kendaraan listrik.
AHY mengatakan penguatan kandungan lokal perlu dilakukan secara bertahap hingga industri nasional mampu memproduksi kendaraan listrik sepenuhnya di dalam negeri.
"Katakanlah hari ini belum bisa 100 persen TKDN, tetapi porsinya harus semakin besar dan semakin mendominasi. Lama-kelamaan kita berharap benar-benar bisa menghadirkan kendaraan listrik yang 100 persen buatan Indonesia," ujarnya.
Peningkatan TKDN dinilai tidak hanya memperkuat rantai pasok domestik, tetapi juga membuka peluang investasi baru, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan nilai tambah industri manufaktur nasional.
Dorong Riset dan Produksi Bersama
Berita Terkait
-
Emiten Farmasi MDLA Perkuat Bisnis Berkelanjutan, Gunakan Mobil Listrik
-
Belum Pernah Untung Sejak Berdiri, VinFast Jual Pabrik di Vietnam
-
Pemilik Mobil Bensin Ramai-Ramai Pindah ke Kendaraan Listrik Saat Harga BBM Kian Mahal
-
Airlangga Klaim Kebijakan Ekspor Satu Pintu Tak Ganggu Ambisi RI Jadi Raja Kendaraan Listrik
-
Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
Jurnalis Kawakan Karni Ilyas Duduki Komisaris Emiten Tambang DEWA, Ini Profilnya
-
Paraguay Cuan Ratusan Miliar Usai Kalahkan Jerman di Laga Kontroversial
-
Tak Mau Investasi Hilirisasi Bernilai Jumbo Gagal, BP BUMN Gandeng KPK
-
IHSG Berpotensi Rebound! Cek Analisis Teknikal dan Sentimen Positif Hari Ini
-
Waspada, Penipuan Digital Kini Terhubung dengan Pencucian Uang
-
TB Hasanuddin Sebut Biaya Latsarmil KDMP Rp30 Juta per Orang, Total Hampir Rp1 Triliun
-
Tak Perlu Dicicil Lagi? Ini Aturan Baru Pencairan Dana Pensiun
-
BEI Kejar 1.100 Emiten Baru, Indonesia Siap Tantang Bursa Saham Kelas Dunia
-
BRI Apresiasi Penempatan Dana SAL Pemerintah, Fokus Pembiayaan Produktif untuk Akselerasi Ekonomi
-
Dolar AS Diproyeksi Perkasa Ditopang Wall Street, Rupiah Bisa Anjlok Lagi?