- TikTok membantah melakukan PHK massal di Tokopedia dan menyebut langkah tersebut sebagai penataan internal perusahaan saja.
- Manajemen TikTok menegaskan tidak ada pemutusan hubungan kerja serta tengah melakukan proses rekrutmen untuk seratus posisi baru.
- Said Iqbal berencana menggelar demonstrasi di kantor TikTok Jakarta guna menuntut pertanggungjawaban terkait dugaan PHK 1.250 karyawan.
Suara.com - TikTok membantah adanya PHK atau pemutusan hubungan kerja massal di Tokopedia, perusahaan ecommerce yang diakuisisinya dari GOTO pada 2024 lalu. Meski demikian bantahan itu tak menyurutkan rencana Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal untuk berdemonstrasi di depan kantor media sosial asal Tiongkok tersebut.
President Director PT Tokopedia Stephanie Susilo berkilah saat ini perusahaannya bukan melakukan PHK, melainkan tengah melakukan penataan internal atau internal mobility kepada pekerjanya. Namun, dia belum merincikan lebih jauh soal jumlah pekerjanya yang terkena dampak itu.
"Tidak ada pemutus hubungan kerja di TikTok atau Tokopedia Group," kata Stephanie saat konferensi pers seusai pertemuan dengan DPR dan Kementerian Ketenagakerjaan di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (6/7/2026).
Dalam proses penataan itu, menurut dia, ada sejumlah pekerjanya yang sudah memilih untuk mengambil paket kompensasi dan bekerja di tempat lain. Selain itu, kata dia, ada juga pekerja yang disalurkan ke lingkungan perusahaan lain di bawah naungan grup bisnis TikTok-Tokopedia.
"Saat ini kami juga melakukan rekrutmen untuk lebih dari 100 posisi di Indonesia," kata dia.
Bantahan ini disampaikan Stephanie saat bertemu dengan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks Parlemen. Dalam pertemuan itu turut hadir perwakilan dari Menteri Ketenagakerjaan Yassierli.
"Kami mengundang perwakilan dari baik TikTok di China maupun TikTok di perwakilan TikTok di Indonesia yang mengakuisisi Tokopedia dan tadi juga sudah sama-sama dengan Bapak Menteri Tenaga Kerja," kata Dasco.\
Said Iqbal Demo Tiktok
Sebelumnya, Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh pada Senin juga menegaskan ia bersama Koalisi Serikat Pekerja bersama Partai Buruh (KSP-PB) bakal menggeruduk kantor PT ByteDance atau TikTok di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada Selasa (7/7/2026).
Baca Juga: Heboh Kabar PHK 90 Persen Karyawan Tokopedia, Stephanie Susilo Akhirnya Buka Suara di DPR
Presiden Partai Buruh Said Iqbal mengatakan kedatangan mereka merupakan bentuk protes sekaligus meminta pertanggungjawaban TikTok atas pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap 1.250 karyawan Tokopedia.
"Besok saya mau ke TikTok. Saya enggak peduli diundang, enggak diundang, saya datang. Besok saya mau datang, kalau teman-teman mau ikut silakan, kita datang ke PT Bytedance besok jam 10 pagi," kata Said di Jakarta Pusat.
Ia mengaku belum mendapat kejelasan informasi maupun undangan untuk berdiskusi terkait PHK di Tokopedia. Namun, ia menegaskan akan tetap datang ke kantor TikTok meski pihak manajemen menolak permintaannya untuk beraudiensi.
"Saya mau datang ke kantor manajemennya. Kalau enggak dibukain pintu, ya saya berdiri di depan pintu TikTok gitu aja, pusing amat. Yang penting negara harus hadir membela yang di-PHK," ucapnya.
Menurut Said, TikTok tidak boleh semena-mena melakukan PHK terhadap para karyawan, terutama setelah mengakuisisi Tokopedia. Ia menegaskan TikTok harus bertanggung jawab penuh atas keberlangsungan hidup para pekerjanya, termasuk memastikan pesangon dan hak-hak pekerja dipenuhi.
"Tokopedia saat diakuisisi itu mendapat valuasi sekitar Rp 1,5 miliar dolar AS dari TikTok, ke mana uangnya? Apakah karyawannya yang di-PHK 1.250 orang ini dapat enggak hak-haknya? Upahnya, status hubungan kerjanya, pesangonnya, uang penghargaan masa kerjanya," ujar Said.
Said menegaskan TikTok wajib menuntaskan kewajiban tersebut, terlebih Tokopedia merupakan salah satu perusahaan marketplace terbesar di Indonesia yang didirikan oleh anak bangsa.
"KSP-PB berpendapat TikTok harus membayar hak-hak karyawan dari Tokopedia karena Tokopedia sudah diakuisisi oleh TikTok," kata Said.
"Jangan orang yang sudah kerja tahunan dibuang begitu saja. Jangan-jangan ini cara untuk memakan marketplace-marketplace yang lain," imbuhnya.
Berita Terkait
-
DPR Segera Temui Partai Non-Parlemen, Serap Masukan untuk Revisi UU Pemilu
-
Diprotes Netizen, Dasco Sebut Ucapan Ultah untuk Nadiem Makarim Cuma Ulah Admin Baru
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Nasib Karyawan Terjawab, Kata Dasco Usai Panggil Bos Tokopedia-TikTok: Tidak Ada PHK
-
Ucapan Ulang Tahun Dasco untuk Nadiem Picu Spekulasi, Begini Penjelasannya!
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 6 Sunscreen Pencerah di Indomaret yang Worth It Masuk Keranjang Belanja
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Realisasi Investasi di KEK Tembus Rp 353,3 Triliun per Q1 2026, Bukti RI Masih Dilirik Investor
-
OJK Mulai Kewalahan Hadapi Modus Penipuan Berkedok AI dan Deepfake
-
BBCA Diborong, BMRI Dilepas Asing Saat IHSG Ditutup Menguat
-
OJK Pangkas Pembaruan Status SLIK, Akses KPR dan Kredit UMKM Dipercepat
-
Kerugian Tembus Rp9,3 Triliun, OJK Ungkap Fakta Mengejutkan dari 'Love Scam'
-
Unilever Global Mau Investasi ke RI Bulan Depan, Proyek Diresmikan di Sumatra Utara
-
BTN Borong Lima Penghargaan Internasional, Transformasi Beyond Mortgage Makin Diakui
-
Di Bawah Danantara, PNM Buka Pekerjaan Puluhan Ribu Lulusan SMA/SMK dari Keluarga Prasejahtera
-
Perombakan di Manajemen Danantara, Pahala Mansury Jadi Managing Director
-
Rupiah Terkapar Lemah Hari Ini, Sempat ke Level Rp18.000