News / Nasional
Senin, 06 Juli 2026 | 15:10 WIB
President Director PT Tokopedia and TikTok E-Commerce, Stephanie Susilo saat memberikan keterangan di DPR. (Suara.com/Bagaskara)
Baca 10 detik
  • DPR RI memfasilitasi pertemuan dengan pihak Tokopedia dan Menaker di Jakarta guna mengklarifikasi isu PHK massal karyawan.
  • Manajemen Tokopedia membantah adanya PHK massal dan menegaskan bahwa perusahaan sedang melakukan penataan tenaga kerja serta transformasi internal.
  • Perusahaan justru membuka rekrutmen untuk lebih dari 100 posisi baru guna memperkuat operasional bisnis di wilayah Indonesia.

Suara.com - Pihak manajemen Tokopedia akhirnya buka suara terkait kabar miring mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran yang santer beredar di media sosial.

Dalam pertemuan yang difasilitasi oleh DPR RI, perusahaan menegaskan bahwa tidak ada PHK massal seperti yang diisukan.

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menyatakan bahwa pihaknya bergerak cepat memanggil perwakilan TikTok dan Tokopedia untuk mengklarifikasi isu tersebut. Dalam pertemuan ini juga turut hadir perwakilan pemerintah yakni Menteri Ketenagakerjaan (Menaker).

Langkah ini diambil setelah DPR menerima banyak masukan dari masyarakat mengenai kabar pemangkasan karyawan hingga 90 persen di divisi tertentu pasca-akuisisi oleh ByteDance.

"Kami dari DPR RI menerima masukan maupun hal-hal yang viral di media sosial, terutama menyangkut isu PHK karyawan TikTok yang akhir-akhir ini mengemuka. Hari ini saya memfasilitasi pertemuan dengan mengundang perwakilan TikTok baik dari China maupun Indonesia, serta Bapak Menteri Tenaga Kerja," ujar Dasco usai pertemuan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/7/2027).

Menanggapi hal tersebut, President Director PT Tokopedia and TikTok E-Commerce, Stephanie Susilo, menegaskan bahwa berita yang beredar tidak sepenuhnya akurat.

Ia menyatakan bahwa perusahaan kekinian sedang dalam proses transformasi internal yang ia sebut sebagai "penataan tenaga kerja".

"Tidak ada pemutusan hubungan kerja di TikTok atau Tokopedia Group. Yang ada adalah penataan tenaga kerja yang sedang kami lakukan dan internal mobility di dalam grup," kata Stephanie dalam kesempatan yang sama.

Stephanie menjelaskan, bahwa dalam proses penataan ini, perusahaan memberikan pilihan kepada karyawan.

Baca Juga: Dua Aksi Demo Digelar di Jakarta Pusat, 700 Personel Gabungan Dikerahkan

Ada yang memilih untuk mengambil paket kompensasi dan berkarier di luar perusahaan, namun ada juga yang tetap dipertahankan melalui skema penyaluran di lingkungan grup bisnis TikTok-Tokopedia.

Menariknya, di tengah isu perampingan karyawan, Stephanie justru mengungkapkan bahwa perusahaan saat ini tengah mencari tenaga kerja baru untuk memperkuat operasional mereka di tanah air.

Ilustrasi PHK. (Ist)

"Saat ini kami juga melakukan rekrutmen untuk lebih dari 100 posisi di Indonesia. Demikianlah kami sampaikan untuk meluruskan berita-berita yang beredar di masyarakat," pungkasnya.

Diterpa Isu PHK

Sebelumnya, Platform e-commerce raksasa, Tokopedia, dilaporkan tengah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara besar-besaran terhadap para pegawainya.

Induk usaha TikTok, ByteDance, dilaporkan telah memangkas jumlah karyawan di sejumlah divisi tertentu hingga mencapai kisaran 90 persen.

Sebagai informasi, TikTok merupakan pemegang saham mayoritas Tokopedia setelah merampungkan akuisisi 75 persen saham perusahaan lokal tersebut pada akhir tahun 2023 lalu.

Load More