- DPR RI memfasilitasi pertemuan dengan pihak Tokopedia dan Menaker di Jakarta guna mengklarifikasi isu PHK massal karyawan.
- Manajemen Tokopedia membantah adanya PHK massal dan menegaskan bahwa perusahaan sedang melakukan penataan tenaga kerja serta transformasi internal.
- Perusahaan justru membuka rekrutmen untuk lebih dari 100 posisi baru guna memperkuat operasional bisnis di wilayah Indonesia.
Suara.com - Pihak manajemen Tokopedia akhirnya buka suara terkait kabar miring mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran yang santer beredar di media sosial.
Dalam pertemuan yang difasilitasi oleh DPR RI, perusahaan menegaskan bahwa tidak ada PHK massal seperti yang diisukan.
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menyatakan bahwa pihaknya bergerak cepat memanggil perwakilan TikTok dan Tokopedia untuk mengklarifikasi isu tersebut. Dalam pertemuan ini juga turut hadir perwakilan pemerintah yakni Menteri Ketenagakerjaan (Menaker).
Langkah ini diambil setelah DPR menerima banyak masukan dari masyarakat mengenai kabar pemangkasan karyawan hingga 90 persen di divisi tertentu pasca-akuisisi oleh ByteDance.
"Kami dari DPR RI menerima masukan maupun hal-hal yang viral di media sosial, terutama menyangkut isu PHK karyawan TikTok yang akhir-akhir ini mengemuka. Hari ini saya memfasilitasi pertemuan dengan mengundang perwakilan TikTok baik dari China maupun Indonesia, serta Bapak Menteri Tenaga Kerja," ujar Dasco usai pertemuan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/7/2027).
Menanggapi hal tersebut, President Director PT Tokopedia and TikTok E-Commerce, Stephanie Susilo, menegaskan bahwa berita yang beredar tidak sepenuhnya akurat.
Ia menyatakan bahwa perusahaan kekinian sedang dalam proses transformasi internal yang ia sebut sebagai "penataan tenaga kerja".
"Tidak ada pemutusan hubungan kerja di TikTok atau Tokopedia Group. Yang ada adalah penataan tenaga kerja yang sedang kami lakukan dan internal mobility di dalam grup," kata Stephanie dalam kesempatan yang sama.
Stephanie menjelaskan, bahwa dalam proses penataan ini, perusahaan memberikan pilihan kepada karyawan.
Baca Juga: Dua Aksi Demo Digelar di Jakarta Pusat, 700 Personel Gabungan Dikerahkan
Ada yang memilih untuk mengambil paket kompensasi dan berkarier di luar perusahaan, namun ada juga yang tetap dipertahankan melalui skema penyaluran di lingkungan grup bisnis TikTok-Tokopedia.
Menariknya, di tengah isu perampingan karyawan, Stephanie justru mengungkapkan bahwa perusahaan saat ini tengah mencari tenaga kerja baru untuk memperkuat operasional mereka di tanah air.
"Saat ini kami juga melakukan rekrutmen untuk lebih dari 100 posisi di Indonesia. Demikianlah kami sampaikan untuk meluruskan berita-berita yang beredar di masyarakat," pungkasnya.
Diterpa Isu PHK
Sebelumnya, Platform e-commerce raksasa, Tokopedia, dilaporkan tengah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara besar-besaran terhadap para pegawainya.
Induk usaha TikTok, ByteDance, dilaporkan telah memangkas jumlah karyawan di sejumlah divisi tertentu hingga mencapai kisaran 90 persen.
Sebagai informasi, TikTok merupakan pemegang saham mayoritas Tokopedia setelah merampungkan akuisisi 75 persen saham perusahaan lokal tersebut pada akhir tahun 2023 lalu.
Berita Terkait
-
Anggaran MBG 2027 Bakal Turun, Segini Hitung-hitungannya!
-
Banggar DPR Respons Usulan Gaji Kepala Daerah Naik Demi Cegah Korupsi: Direm Dulu, Jaga Fiskal
-
Dua Aksi Demo Digelar di Jakarta Pusat, 700 Personel Gabungan Dikerahkan
-
Bongkar Siasat Aplikator: Kenapa Potongan Ojol Turun 8 Persen Tapi Dompet Driver Tetap Kering?
-
Komisi 8 Persen Ojol Jadi Sorotan DPR, Pengemudi Kini Terima 92 Persen Tarif
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
Terkini
-
Tiga Pembantai Polisi di Katingan Diciduk! Serang Petugas Pakai Parang Saat Gerebek Narkoba
-
Anggaran MBG 2027 Bakal Turun, Segini Hitung-hitungannya!
-
Banggar DPR Respons Usulan Gaji Kepala Daerah Naik Demi Cegah Korupsi: Direm Dulu, Jaga Fiskal
-
Tampang Ciut Bang Jago Naik Ninja Pukul Pengendara di Jagakarsa, Kini Pasrah Dites Urine Polisi
-
Sekolah Rakyat Bertambah 100 Unit pada 2027, Pemerintah Siapkan Dana Jumbo Rp26,3 Triliun
-
Komnas HAM Kecam Tewasnya Ibu Hamil di Intan Jaya, Desak Kasus Diusut Tuntas
-
Gagal Ngumpet! Maling Motor Sembunyi di Plafon Rumah Pacar Jatuh Terjerembab Usai Didobrak
-
Misteri Amplop di Meja Menhut, Kenapa Raja Juli Baru Lapor KPK Setelah Bupati Kuansing Ditangkap?
-
Polri Paling Banyak Diadukan ke Komnas HAM Sepanjang 2025, Capai 805 Laporan
-
Baru Lapor Tolak Suap Usai OTT Bupati Kuansing, Menhut Raja Juli Tetap Berpeluang Diperiksa KPK!