Bisnis / Properti
Jum'at, 10 Juli 2026 | 14:59 WIB
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menilai struktur jembatan tersebut belum cukup kuat sehingga belum aman digunakan oleh masyarakat. Foto Antara.
Baca 10 detik
  • Jembatan swadaya Rp1 miliar ditutup karena dinilai belum aman.
  • Menteri PU minta warga sementara gunakan Jembatan Werlah.
  • Truk dilarang melintas, hanya motor dan mobil penumpang yang diizinkan.

Suara.com - Jembatan Enang-enang hasil swadaya masyarakat senilai sekitar Rp1 miliar di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, yang sempat menjadi simbol gotong royong warga untuk memulihkan akses transportasi pascabencana, kini harus ditutup sementara untuk proses penguatan struktur jembatan.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menilai struktur jembatan tersebut belum cukup kuat sehingga belum aman digunakan oleh masyarakat.

Meski sempat kembali difungsikan sebagai jalur penghubung warga, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memutuskan menutup sementara jembatan tersebut karena dinilai belum memenuhi standar keselamatan.

"Saya minta PPK melakukan kontrol rutin. Jadi jika dirasa itu (Jembatan Enang-enang) membahayakan masyarakat saya minta itu di stop (ditutup)," kata Menteri Pekerjaan Umum (PU) Doddy Hanggodo dalam sebuah video yang beredar, dilihat Jumat (10/7/2026).

Diketahui, jembatan Enang-Enang menjadi akses vital bagi aktivitas masyarakat setelah jembatan dan ruas jalan nasional di lokasi tersebut rusak akibat bencana pada akhir November 2025. Selama sekitar enam bulan, warga secara mandiri menggalang dana hingga mencapai sekitar Rp1 miliar untuk membangun kembali akses transportasi tersebut agar roda perekonomian setempat dapat kembali bergerak.

Dody yang turun langsung meninjau kondisi jembatan pada Rabu, 8 Juli 2026 menyatakan struktur jembatan yang dibangun secara swadaya belum cukup aman untuk digunakan secara penuh.

Karena itu, pemerintah memutuskan menutup sementara Jembatan Enang-Enang selama proses perbaikan dilakukan. Dody meminta masyarakat menggunakan Jembatan Werlah sebagai jalur alternatif hingga pekerjaan penguatan struktur selesai.

Menurut Dody, saat ini jembatan tersebut hanya memungkinkan dilalui kendaraan roda dua dan mobil penumpang. Kendaraan dengan muatan berat masih dilarang melintas karena berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan serta dapat mempercepat kerusakan konstruksi.

Menurut dia penutupan sementara itu dilakukan sebagai langkah mitigasi risiko sekaligus memastikan jembatan memenuhi standar teknis sebelum kembali dibuka secara penuh. Pemerintah menegaskan aspek keselamatan menjadi prioritas utama, meski mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat yang berhasil mengumpulkan dana miliaran rupiah untuk memulihkan akses ekonomi dan mobilitas warga pascabencana.

Baca Juga: Fenomena Pempek Tumpah di Bawah Jembatan Ampera: Sarapan Mewah Cuma Rp1.000!

Load More