- PT Merdeka Copper Gold Tbk mencatatkan laba bersih 57,5 juta dolar AS pada kuartal I 2026 yang melampaui ekspektasi.
- KB Valbury Sekuritas merekomendasikan beli saham MDKA dengan target harga Rp3.100 karena peningkatan produksi dan harga komoditas.
- Prospek positif perseroan didorong oleh kinerja proyek emas Pani, normalisasi biaya operasional, serta kenaikan harga jual logam utama.
Suara.com - Emiten pertambangan, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) masih layak untuk diburu para investor. Hal ini setelah, kinerja kuartal I 2026 yang melampaui ekspektasi.
Bahkan, KB Valbury Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi beli atau Buy pada saham MDKA dengan target harga dipatok di level Rp3.100 per saham.
Analis KBVS Research Team, Ashalia Fitri, menilai prospek MDKA masih positif seiring berlanjutnya penguatan harga komoditas, peningkatan produksi proyek emas Pani, serta normalisasi biaya operasional.
"Prospek perseroan masih didukung oleh kuatnya harga jual rata-rata (ASP) logam utama serta peningkatan produksi dari Proyek Pani Gold," ujarnya dalam riset yang dikutip, Selasa (14/7/2026).
Menurut Ashalia, kinerja MDKA pada kuartal pertama tahun ini menjadi sinyal awal pemulihan yang kuat.
Perseroan berhasil membalikkan kondisi dari rugi menjadi laba bersih sebesar 57,5 juta dolar AS, dibandingkan rugi 27,3 juta dolar AS pada kuartal IV 2025. Pendapatan juga meningkat 23,5 persen secara tahunan menjadi 620,3 juta dolar AS.
Perbaikan kinerja tersebut didorong oleh kenaikan harga jual rata-rata (Average Selling Price/ASP) emas, tembaga, dan nikel, yang mampu mengimbangi penurunan volume produksi di tambang Tujuh Bukit dan Wetar. Selain itu, margin laba juga meningkat signifikan berkat penurunan biaya produksi.
Ashalia memperkirakan momentum positif tersebut akan berlanjut hingga 2026 dan 2027. Pendapatan MDKA diproyeksikan mencapai 3,13 miliar dolar AS pada 2026 dan meningkat menjadi 3,74 miliar dolar AS pada 2027, didorong oleh peningkatan produksi Proyek Pani Gold, normalisasi biaya operasional, serta tren positif harga komoditas.
Sejalan dengan itu, laba bersih MDKA diperkirakan berbalik positif menjadi 239 juta dolar AS pada 2026 setelah mencatat rugi bersih 62 juta dolar AS sepanjang 2025.
Baca Juga: Investor Asing Kabur Lagi Rp501 Miliar di Sesi I, BUMI Jadi Sasaran
Ashalia menambahkan terdapat sejumlah katalis yang berpotensi menopang pergerakan saham MDKA ke depan.
"Katalis utama yang kami cermati adalah berlanjutnya penguatan harga jual logam utama dan peningkatan produksi secara bertahap dari Proyek Pani Gold. Kedua faktor tersebut berpotensi menjadi pendorong utama pertumbuhan kinerja perseroan dalam jangka menengah," imbuhnya.
Meski demikian, Ashalia mengingatkan sejumlah risiko yang perlu dicermati investor, antara lain potensi koreksi harga komoditas, terutama emas, apabila kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) kembali agresif, keterlambatan persetujuan RKAB, kenaikan suku bunga, serta volatilitas nilai tukar yang dapat memengaruhi kinerja perusahaan.
Berdasarkan data Stockbit, pada perdagangan pukul 14.18 WIB bergerak menguat 30 poin atau 1,14 persen di level Rp2.860 per saham.
Disclaimer: Artikel ini merupakan informasi pasar dan bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli maupun menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Purbaya Janji Tak Naikkan Pajak Meski Ada Ancaman Shortfall Rp 46,9 Triliun
-
Ekonomi Global Masuk Fase 'New Normal' Krisis, Pemerintah Waspadai Ancaman ke Indonesia
-
Freeport Masih Tertatih, Produksi Tambang Baru Capai 65 Persen Sepanjang 2026
-
S&P Pertahankan Rating Indonesia, Pemerintah Sebut Jadi Sinyal Positif bagi Ekonomi
-
Investor Asing Kabur Lagi Rp501 Miliar di Sesi I, BUMI Jadi Sasaran
-
Rupiah Bergejolak, Pemerintah Bakal Perkuat Transaksi Mata Uang Lokal
-
IHSG Bertahan di Level 6.000 hingga Sesi I, WIFI dan ENRG Jadi Bintang
-
Harga Emas Antam Logam Mulia Terbaru 14 Juli 2026: dari 0,5 Gram hingga 1.000 Gram
-
Komoditas Sawit Indonesia Bergantung pada CPO Mentah, Pengamat: Risiko Besar
-
PNM dan Danantara Perluas Pelayanan hingga 516 Jaringan di Wilayah 3T