- Wamentan Sudaryono menyatakan penurunan permintaan akibat libur program Makan Bergizi Gratis menyebabkan harga ayam dan telur merosot.
- Harga ayam dan telur di tingkat peternak per Juli 2026 masih berada di bawah Harga Acuan Pemerintah.
- Kementerian Pertanian menginisiasi koordinasi lintas sektor dan lima strategi taktis untuk menstabilkan harga serta kesejahteraan peternak mandiri.
Suara.com - Kementerian Pertanian mengakui dampak penurunan penyerapan pasar dengan operasional program berskala nasional terhadap kondisi sektor perunggasan.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memaparkan bahwa salah satu faktor utama yang memicu merosotnya harga komoditas ayam ras beserta telur di kalangan peternak mandiri ialah adanya penurunan volume permintaan akibat masa libur dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pemerintah secara terbuka mengonfirmasi bahwa nilai jual daging ayam dan telur saat ini posisinya masih bertengger di bawah batasan Harga Acuan Pemerintah (HAP).
Kendati demikian, pihak kementerian mengeklaim terus mengupayakan formula pemulihan harga melalui langkah koordinasi intensif bersama jajaran asosiasi peternak dan pelaku usaha di sektor terkait.
"Kami mengakui dan kami juga menyadari bahwa memang ada terjadi penurunan harga telur dan unggas ini. Ini juga ada efek terkait MBG dan seterusnya karena libur, nanti barangkali kalau perlukan penjelasan kami siap untuk menjelaskan," kata Sudaryono dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR RI bersama Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Rabu (15/7/2026).
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat tersebut, nilai jual untuk ayam ras pedaging (live bird) di area kandang peternak saat ini terpantau berada pada kisaran Rp19.500 sampai Rp20.200 per kilogram.
Level harga ini masih terpaut cukup jauh di bawah standar HAP yang dipatok sebesar Rp26.500 per kilogram. Sementara itu, untuk komoditas telur ayam di tingkat produsen, harganya bertengger di angka Rp22.080 per kilogram, masih lebih rendah jika dibandingkan standar HAP senilai Rp25.000 per kilogram.
Guna mencari jalan keluar dari fenomena anjloknya nilai jual unggas ini, Sudaryono menjelaskan bahwa pemerintah telah menginisiasi pertemuan bersama korporasi, himpunan pengusaha, serta Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).
"Dalam rapat itu kami putuskan, per 15 Juli harga ayam live chicken di tingkat peternak minimal Rp19.500. Saat ini sudah di kisaran Rp20.000, tentu saja akan terus kami dorong. Untuk telur, target minimalnya Rp24.000, sementara sekarang masih sekitar Rp22.000," ujarnya.
Baca Juga: Kentang hingga Wortel Lokal Siap Masuk Dapur MBG, Pendapatan Petani Lokal Berpotensi Naik
Pihak otoritas melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) memastikan akan terus mengawal kerja sama lintas sektor agar tingkat kesejahteraan di level peternak dapat segera terangkat kembali.
Sudaryono menggarisbawahi bahwa fluktuasi nilai jual pada sektor pangan komoditas merupakan siklus ekonomi yang lumrah terjadi, namun intervensi pemerintah tetap diperlukan agar durasi penurunan harga tidak berjalan berlarut-larut.
"Yang jelas intinya komoditas itu bisa naik dan bisa turun. Tapi yang kita inginkan dari pemerintah adalah, kalau naik jangan lama-lama di atas, harus segera turun. Kalau turun jangan lama-lama di bawah, harus segera naik," ucapnya.
Dalam rangka jangka panjang, Kementerian Pertanian telah merumuskan lima pilar strategi taktis guna menyeimbangkan kembali sektor perunggasan nasional.
Rencana tersebut meliputi manajemen kuota pengisian anak ayam (chick in), pelaksanaan afkir bagi ayam petelur yang telah melewati usia 90 minggu, pemberlakuan regulasi wajib kepemilikan rumah potong hewan unggas untuk korporasi berdaya tampung minimal 60.000 DOC, pembenahan sistem pelaporan logistik ke dinas peternakan daerah, hingga langkah pengendalian serta pemerataan populasi ternak secara nasional.
Langkah stabilisasi ini diyakini memerlukan ikatan sinergi yang kuat antara jajaran birokrasi, koperasi peternak, pihak swasta, dan peternak mandiri agar kapasitas pasokan tetap berjalan selaras dengan serapan pasar global maupun domestik.
Tag
Berita Terkait
-
Jangan Asal Atur, Pengusaha Dapur MBG Minta BGN Libatkan Mitra Soal Kebijakan
-
MBG hingga Nadiem! Daftar Kasus Megakorupsi yang Ditangani Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Kecewa Disebut 'Biang Kerok' kalau Ada Keracunan, Mitra BGN Ancam Gembok Dapur Secara Nasional
-
Purbaya Akhirnya Bongkar Masalah di Program MBG, Janji Bakal Libatkan Rakyat
-
MBG Jalan Lagi Meski Ada Kasus Korupsi, Akademisi Minta Tata Kelola Dibenahi
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Pemerintah Akui Program MBG Bikin Harga Ayam dan Telur Tak Stabil
-
Bobby Adhityo Rizaldi, Mantan Ketua Golkar Sumsel yang Didalami KPK di Kasus Muara Enim
-
Duka Mendalam di Pantura, Lucky Hakim Janji Jadi Orangtua Asuh Anak Korban Kecelakaan
-
Polisi Geledah Kantor dan Rumah Kadishub Siak Pasca OTT
-
Lagi Viral, Rescene Sukses Raih Trofi Pertama Music Show Usai 2 Tahun Debut
-
Sekolah Sepi Murid Makin Marak, Pemerintah Didesak Petakan Ulang Kebutuhan Sekolah
-
Lee Jin Wook Berpotensi Susul Yoona di Remake Drama Jepang 'Unnatural'
-
4 Rekomendasi Showcase Minuman Termurah yang Kapasitasnya Besar dan Hemat Listrik
-
Mitos Orang Tua Selalu Benar: Permintaan Maaf yang Hilang dalam Pengasuhan
-
Dana Asing Masuk Lagi ke Pasar Saham Rp54,47 Miliar, RANS dan ANTM Diborong