Bisnis / Ekopol
Kamis, 16 Juli 2026 | 11:14 WIB
IRGC Iran merespon serangan AS dengan menyerang titik strategis AS di Timur Tengah [Ist]
Baca 10 detik
  • Militer Amerika Serikat melancarkan serangan udara masif terhadap situs pertahanan dan rudal Iran pada hari Rabu kemarin.
  • Iran merespons serangan tersebut dengan membombardir pangkalan militer Amerika di Kuwait, Bahrain, serta wilayah Yordania secara intensif.
  • Konflik memicu penutupan Selat Hormuz yang menghentikan jalur distribusi energi global serta meningkatkan harga minyak mentah dunia.

Sementara itu, kantor berita Mehr menyebutkan bahwa sistem pertahanan udara di ibu kota Teheran sempat diaktifkan guna menghalau ancaman musuh.

Saluran penyiaran resmi Iran, IRIB, melaporkan bahwa serangan udara AS jatuh di dekat sebuah rumah sakit di Ahvaz yang menampung pusat kanker anak. Insiden ini memaksa pihak rumah sakit mengevakuasi para pasien, di mana sejumlah keluarga terpaksa merawat anak-anak mereka di area jalanan sekitar gedung.

Pasca-gelombang serangan pertama berakhir, negosiator senior Teheran, Mohammad Baqer Qalibaf, mengeluarkan pernyataan tegas yang menyebutkan bahwa stabilitas keamanan Iran sangat bergantung pada kendali penuh atas koridor Selat Hormuz.

"Kita sedang berada dalam perang yang penting dan eksistensial dengan Amerika," kata Qalibaf.

Sejarawan mencatat konflik ini telah merenggut ribuan nyawa dan memaksa jutaan orang mengungsi, terutama di wilayah Iran dan Lebanon.

Di Lebanon sendiri, pertempuran kembali pecah antara militer Israel dan kelompok militan Hizbullah yang didukung Iran.

Berdasarkan data dari kementerian kesehatan setempat yang dikutip kantor berita Tasnim, sepanjang bulan Juli ini saja serangan AS telah menewaskan sedikitnya 35 orang.

Trump Klaim Kemenangan Jegal Iran

Di tengah situasi yang memanas, Presiden Donald Trump kembali menyuarakan nada kemenangan. Berbicara dalam acara diskusi di Pennsylvania Defense and Innovation Summit, Trump mengeklaim pihak Amerika akan segera menundukkan Iran dalam waktu dekat.

Baca Juga: Ketegangan AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak

"Kita akan segera mengalahkan Iran. Mereka akan dikalahkan dalam waktu yang sangat dekat," kata Trump.

Trump juga menyatakan bahwa pihak Iran sebenarnya sangat berkeinginan untuk berdamai karena terdesak oleh strategi militer AS.

"Semua yang kita lakukan tidak mereka sukai, dan mereka memang sangat ingin menyelesaikan ini. Kita akan melihat apakah kita akan menyelesaikannya dengan mereka melalui kesepakatan, atau kita akan menyelesaikannya secara total," kata Trump.

Trump mengimbuhkan bahwa tim negosiator AS telah memperingatkan pihak Iran pada Selasa kemarin agar segera mengambil kesepakatan mutlak dengan pesan, "kalian sebaiknya membuat kesepakatan."

Sebaliknya, juru bicara militer Iran menyatakan satu-satunya jalur untuk membuka kembali akses pelayaran di Selat Hormuz adalah kepatuhan AS terhadap 14 poin nota kesepahaman yang telah ditandatangani kedua belah pihak pada Juni lalu, serta tunduk pada implementasi regulasi maritim Iran.

Kendati pertempuran terus berkobar, sebuah sinyal diplomatik positif sempat muncul ke permukaan. Trump mengumumkan bahwa Iran telah mengizinkan seorang warga negara Amerika yang ditahan sejak era pemerintahan Biden pada tahun 2024 untuk keluar dari negara tersebut.

"Amerika Serikat sangat menghargai sikap baik yang ditunjukkan oleh Iran ini," tulis Trump melalui platform Truth Social.

Load More