- Militer Amerika Serikat melancarkan serangan udara masif terhadap situs pertahanan dan rudal Iran pada hari Rabu kemarin.
- Iran merespons serangan tersebut dengan membombardir pangkalan militer Amerika di Kuwait, Bahrain, serta wilayah Yordania secara intensif.
- Konflik memicu penutupan Selat Hormuz yang menghentikan jalur distribusi energi global serta meningkatkan harga minyak mentah dunia.
Sementara itu, kantor berita Mehr menyebutkan bahwa sistem pertahanan udara di ibu kota Teheran sempat diaktifkan guna menghalau ancaman musuh.
Saluran penyiaran resmi Iran, IRIB, melaporkan bahwa serangan udara AS jatuh di dekat sebuah rumah sakit di Ahvaz yang menampung pusat kanker anak. Insiden ini memaksa pihak rumah sakit mengevakuasi para pasien, di mana sejumlah keluarga terpaksa merawat anak-anak mereka di area jalanan sekitar gedung.
Pasca-gelombang serangan pertama berakhir, negosiator senior Teheran, Mohammad Baqer Qalibaf, mengeluarkan pernyataan tegas yang menyebutkan bahwa stabilitas keamanan Iran sangat bergantung pada kendali penuh atas koridor Selat Hormuz.
"Kita sedang berada dalam perang yang penting dan eksistensial dengan Amerika," kata Qalibaf.
Sejarawan mencatat konflik ini telah merenggut ribuan nyawa dan memaksa jutaan orang mengungsi, terutama di wilayah Iran dan Lebanon.
Di Lebanon sendiri, pertempuran kembali pecah antara militer Israel dan kelompok militan Hizbullah yang didukung Iran.
Berdasarkan data dari kementerian kesehatan setempat yang dikutip kantor berita Tasnim, sepanjang bulan Juli ini saja serangan AS telah menewaskan sedikitnya 35 orang.
Trump Klaim Kemenangan Jegal Iran
Di tengah situasi yang memanas, Presiden Donald Trump kembali menyuarakan nada kemenangan. Berbicara dalam acara diskusi di Pennsylvania Defense and Innovation Summit, Trump mengeklaim pihak Amerika akan segera menundukkan Iran dalam waktu dekat.
Baca Juga: Ketegangan AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak
"Kita akan segera mengalahkan Iran. Mereka akan dikalahkan dalam waktu yang sangat dekat," kata Trump.
Trump juga menyatakan bahwa pihak Iran sebenarnya sangat berkeinginan untuk berdamai karena terdesak oleh strategi militer AS.
"Semua yang kita lakukan tidak mereka sukai, dan mereka memang sangat ingin menyelesaikan ini. Kita akan melihat apakah kita akan menyelesaikannya dengan mereka melalui kesepakatan, atau kita akan menyelesaikannya secara total," kata Trump.
Trump mengimbuhkan bahwa tim negosiator AS telah memperingatkan pihak Iran pada Selasa kemarin agar segera mengambil kesepakatan mutlak dengan pesan, "kalian sebaiknya membuat kesepakatan."
Sebaliknya, juru bicara militer Iran menyatakan satu-satunya jalur untuk membuka kembali akses pelayaran di Selat Hormuz adalah kepatuhan AS terhadap 14 poin nota kesepahaman yang telah ditandatangani kedua belah pihak pada Juni lalu, serta tunduk pada implementasi regulasi maritim Iran.
Kendati pertempuran terus berkobar, sebuah sinyal diplomatik positif sempat muncul ke permukaan. Trump mengumumkan bahwa Iran telah mengizinkan seorang warga negara Amerika yang ditahan sejak era pemerintahan Biden pada tahun 2024 untuk keluar dari negara tersebut.
"Amerika Serikat sangat menghargai sikap baik yang ditunjukkan oleh Iran ini," tulis Trump melalui platform Truth Social.
Berita Terkait
-
Siap-siap BBM Naik Lagi, Harga Minyak Dunia Telah Melonjak 4 Hari
-
Kemlu Iran: Tidak Ada Negosiasi Damai dengan Amerika!
-
Resmi! Iran Siap Angkat Senjata Melawan Amerika Serikat
-
Efek AS Blokir Selat Hormuz Sudah Terasa, Tanker Minyak Menuju Iran Lumpuh
-
Ratusan Anak Penderita Kanker di Iran Terlantar Akibat Ledakan Rudal AS
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
6 Cara Membersihkan Sepatu Sekolah Putih yang Kotor agar Bersih seperti Baru
-
Marak Kepala Daerah Kena OTT, Tito: Integritas Tak Bisa Dijamin Meski Dipilih Rakyat
-
Transformasi Digital Sukses, Bisnis Madu Asal Lampung Manfaatkan QRIS dan Pembiayaan BRI
-
Lionel Scaloni Menyebut Argentina Bangkit Akibat Kesalahan Fatal Pelatih Inggris
-
Bukan Cuma Tubuh, Ini 5 Alasan Fermentasi Makanan Ramah untuk Lingkungan
-
5 Clarifying Toner yang Bantu Kulit Wajah Lebih Halus dan Sehat
-
Hina Kapolda NTB, WNA Asal Prancis Dihukum 3 Bulan Penjara
-
Arab Saudi Ubah Tarif Bea Masuk 51 Komoditas, Kemendag Minta Eksportir RI Tangkap Peluang
-
Prancis Tersingkir, Taktik Individualis Didier Deschamps Resmi Gagal Total?
-
Peneliti ITB Ungkap Potensi Sawit, Ternyata Bisa Diolah Jadi Bensin