- Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, memastikan harga BBM bersubsidi tidak akan naik hingga tahun 2026 mendatang.
- Antrean BBM di sejumlah daerah disebabkan oleh fenomena panic buying serta dugaan penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi ilegal.
- PT Pertamina Patra Niaga menjamin bahwa stok BBM nasional di seluruh depot Indonesia dalam kondisi sangat mencukupi.
Suara.com - Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, memastikan bahwa parlemen akan mengawal janji Kementerian ESDM yang tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi hingga akhir tahun.
Hal itu disampaikannya usai rapat dengar pendapat dengan PT Pertamina Patra Niaga (PPN) dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) membahas kelangkaan BBM di sejumlah wilayah.
Bambang memastikan, sesuai yang disampaikan Kementerian ESDM harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak akan mengalami kenaikan harga.
"Terkait dengan harga, yang ingin saya sampaikan, BBM subsidi dijamin sampai tahun fiskal 2026 tidak ada perubahan. Pemerintah menjamin itu, DPR mengawal itu," kata Bambang yang dikutip pada Jumat (17/6/2026).
Terkait dengan terjadinya antrean pengisian BBM di SPBU sejumlah wilayah seperti Medan, Bambang mengatakan, hal itu disebabkan adanya panic buying dan perubahan pola konsumsi BBM non subsidi ke BBM bersubsidi. Hal itu berdasarkan laporan yang diterimanya saat rapat dengan PPN dan BPH Migas.
"Kemudian juga, kami juga mendapat semacam laporan bahwa ada dugaan terjadi penyalahgunaan daripada BBM bersubsidi yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu untuk kembali dijual kepada industri atau mungkin bidang-bidang lainnya," katanya menambahkan.
Dia pun menyebut bahwa stok BBM nasional dalam keadaan terkendali, sebagaimana disampaikan PPN.
"Dapat kami sampaikan bahwa kami mendapat laporan dari Pertamina Patra Niaga bahwa stok BBM dari berbagai macam produk itu jumlahnya cukup, sangat mencukupi di depot masing-masing. Di seluruh depot yang ada di Indonesia semuanya mencukupi," katanya.
Oleh karena itu, ia mengimbau, masyarakat untuk tidak khawatir dan tidak melakukan panic buying hingga memicu antrean di SPBU.
Baca Juga: Tambah Armada dan Dikawal TNI - Polri, Antrean BBM di Sumatra Diklaim Mulai Normal
"Stok BBM kita cukup, enggak ada masalah, ya. Jadi, apa namanya, dengan demikian kami berharap tidak terjadi panic buying. Tidak terjadi antrean-antrean yang disebabkan karena orang merasa gelisah. Jangan-jangan nanti barangnya enggak ada, kan seperti itu. Padahal barangnya cukup," tegasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Kelangkaan Pertalite Meluas, ESDM Turunkan Tim Usut Masalah Distribusi BBM
-
Siap-siap BBM Naik Lagi, Harga Minyak Dunia Telah Melonjak 4 Hari
-
Pertamina Tambah Armada, Pasokan BBM di Medan Kembali Normal usai Antrean Panjang
-
Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas
-
Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Merawat Budaya Lewat Kopi, Cublak Suweng Hadir dengan Cerita dan Filosofi Nusantara
-
Gagal Tembus Patung Kuda, Massa Aliansi Rakyat Tertahan Barikade Polisi
-
Ditengah Kelangkaan, Harga Pertalite dan Biosolar Dipastikan Tak Naik hingga Akhir 2026
-
TPPO Kerap Berawal dari Penempatan Pekerja Migran Ilegal
-
Krisis Identitas Gen Z: Saat Algoritma dan Media Sosial Membentuk Jati Diri
-
The Killing Vote: Potret Kegagalan Hukum yang Melahirkan Vigilantisme
-
BGN Pamer Laporan Keuangan era Dadan Hindayana Raih Opini WTP BPK
-
Rupiah Jadi Mata Uang Terkuat di Asia, Dolar AS Turun ke Rp17.919
-
Kejagung Periksa Febrie Adriansyah Sebagai Tersangka, Bersamaan dengan Pelimpahan Barang Bukti
-
Genggaman yang Terlepas di Pulau Rimau: Detik-Detik Tragis Penombak Ikan Ditelan Ombak