Bisnis / Inspiratif
Selasa, 21 Juli 2026 | 17:17 WIB
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mendorong akselerasi ekspor jenama lokal melalui pameran Food and Hospitality Indonesia 2026 yang berlangsung di Jakarta mulai 21 Juli 2026. [Dok Kementerian Ekonomi Kreatif]
Baca 10 detik
  • Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mendorong akselerasi ekspor jenama lokal melalui pameran Food and Hospitality Indonesia 2026.
  • Pemerintah memberikan pembinaan serta akses pasar internasional bagi pelaku usaha kuliner agar dapat bersaing di kawasan regional dan global.
  • Pameran yang berlangsung pada 21-24 Juli 2026 ini memfasilitasi pertemuan pelaku industri lokal untuk memperluas jangkauan ke pasar luar negeri.

Suara.com - Penyelenggaraan Food and Hospitality Indonesia (FHI) 2026 menjadi ajang akselerasi ekspor jenama lokal melalui pembinaan agar bisa bersaing di pasar global, demikian disampaikan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya.

Riefky mengatakan prospek di bidang kuliner dan keramahtamahan cukup besar terutama di negara sesama regional Asia dan dengan diaspora Indonesia di luar negeri.

“Kami melihat prospeknya sangat bagus, terutama paling tidak kita bisa masuk negara-negara regional. Karena taste-nya hampir sama seperti Malaysia, Thailand, Singapura, Filipina, itu kita bisa masuk. Kedua, masuk ke negara-negara yang diaspora Indonesia juga banyak, bisa menjadi ambasador kita untuk mempopulerkan dari produk-produk kita,” kata Riefky ketika ditemui media di acara FHI 2026 di Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Riefky mengatakan akselerasi ekspor jenama Indonesia perlu dibarengi dengan pendampingan untuk bisa menjangkau pasar internasional dengan pemahaman terkait regulasi negara tujuan, akses pendanaan, perizinan, termasuk peningkatan kualitas produk agar sesuai dengan segmen yang dituju.

Melalui pameran FHI 2026 yang berlangsung di Riefky mengatakan tidak hanya menargetkan investasi namun juga agar bisa mempertahankan kualitas produk di industri bisnis yang semakin besar.

“Tiap binaan pasti beda-beda kelebihan dan tantangan dan dukungan yang diharapkan, tapi kita menyesuaikan karena memang pendekatannya juga lain-lain, setiap binaan itu punya strength, weakness, opportunity, treat-nya masing-masing,” katanya.

Riefky mengatakan FHI menjadi platform bertemunya para jenama lokal baik dari industri restoran, kafe, hotel dengan ekosistem bisnis termasuk Business to Business (B2B) maupun Business to Consumer (B2C).

Dalam gelaran FHI 2026 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran Jakarta pada 21-24 Juli 2026, Kemenekraf turut serta dalam memberikan lokasi tempat binaan program Akselerasi Ekspor Kreasi Indonesia (ASIK) melalui empat jenama pelaku kuliner untuk membuka pasar yang lebih luas.

Salah satu pelaku usaha kuliner binaan Kemenekraf yang ikut dalam gelaran FHI 2026 adalah El’s Coffee. Kepala Pemasaran dan Operasi PT Sari Alami El’s Coffee Group Zulfadli mengatakan penyelenggaraan FHI dapat membuka kesempatan kuliner lokal memenuhi kebutuhan pasar hotel, kafe dan restoran internasional sekaligus memperkenalkan kualitas dari Indonesia.

Baca Juga: Tinjau Lokasi Banjir Aceh, Menteri Ekraf Terima Keluhan Sanitasi Buruk yang 'Hantui' Pengungsi

Ia mengatakan El’s Coffee membidik pasar China yang sudah hampir satu tahun ini menggunakan biji kopi dari Indonesia untuk memenuhi kebutuhan industri food dan hospitality di sana.

“Menurut kami, kami sudah cukup puas untuk bisa menjembatani kebutuhan mereka yang sebelumnya kita mereplace dari Vietnam dan Malaysia dan saat ini mereka full fill menggunakan kopi dari Robusta Lampung,” kata Zulfadli.

Ia berharap Kemenekraf dapat lebih menjembatani pegiat ekraf masuk dalam industri yang sesuai kebutuhan dan dapat menjaga pasar konsumen yang semakin variatif khususnya pada industri kopi.

Load More