- Ekonom, bankir, dan pejabat mementaskan lakon Sultan Agung dalam Ketoprak Financial di Jakarta, Kamis (30/7/2026).
- Pertunjukan seni ini bertujuan meneladani semangat persatuan nasional, memperkuat silaturahmi, serta melestarikan kebudayaan tradisional.
- Hasil penjualan tiket sebesar 100 juta rupiah didonasikan sepenuhnya kepada Yayasan Anak Asuh Kita.
Suara.com - Biasanya kita sering melihat para ekonom, bankir dan akademisi tampil sebagai narasumber. Namun, kini para ekspertise itu justru tampil elegan memainkan peran wayang orang dalam pagelaran Pagelaran Ketoprak Financial di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Wayang orang ini diperankan oleh sosok kondang mulai dari komunitas masyarakat keuangan, perbankan, BUMN, akademisi, korporasi swasta, hingga anggota BPK dan jurnalis senior
Pagelaran Ketoprak Financial yang disutradari oleh Aries Mukadi ini membawakan lakon 'Sultan Agung'.
Lakon 'Sultan Agung' ini mengandung pesan moral pentingnya persatuan dan semangat melawan penjajahan di Tanah Air. Pesan moral ini disampaikan melalui perlawanan Kerajaan Mataram Islam yang dipimpin Sultan Agung Hanyakrakusuma terhadap VOC Belanda di Batavia.
Atas jasa-jasanya itu, pada 8 November 1975 pemerintah Indonesia memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Sultan Agung. Penetapan tersebut dilakukan oleh Presiden Soeharto melalui SK Presiden RI No 106/TK/Tahun 1975.
"Kita mengangkat lakon ini untuk mengenang dan meneladani semangat persatuan dan kemerdekaan yang digelorakan oleh Sultan Agung saat melawan VOC Belanda yang memecah-belah Mataram," ujar Produser Eksekutif Pagelaran Ketoprak Financial 'Sultan Agung', Eko B. Supriyanto seperti yang dikutip, Jumat (31/7/2026).
Persatuan dan semangat perjuangan melawan penindasan, kata Eko, selalu aktual untuk digelorakan karena masih adanya anak bangsa yang terpecah-belah karena perbedaan pendapat, dan masih adanya ketidakadilan yang terjadi di negeri ini.
Selain untuk meneladani perjuangan Sultan Agung, Pagelaran Ketoprak Financial ini juga menjadi ajang networking dan silaturahmi sesama pelaku jasa keuangan, direksi BUMN, asosiasi, akademisi, dan jurnalis senior, serta pemain seni tradisional.
Seperti pagelaran-pagelaran sebelumnya, pagelaran kali ini pun diramaikan dengan keterlibatan para eksekutif di berbagai industri. Mereka antusias untuk ikut terlibat mulai dari perencanaan, latihan, hingga pementasan.
Baca Juga: Tak Sekadar Peragaan Busana, IFW 2026 Ajak Wisatawan Jelajahi Seni dan Kuliner Jakarta
Beberapa eksekutif yang ikut naik panggung di lakon 'Sultan Agung' antara lain Suwandi Wiratno (Ketua Umum APPI), Fathan Subchi (Anggota BPK RI), Aviliani (Komut Allo Bank), Alexandra Askandar (Wadirut BNI), Rita Mirasari (Direktur Bank Danamon), Haryanto T. Budiman (Ketua Umum IBI), Seno Soemadji (Direktur Telkom), dan Antonius Widodo (Direktur BCA).
Turut juga bermain, Juanita Luthan (Direktur NobuBank), Alfa Niasari (Direktur Pertalife), Lisawati (Komisaris Bank Ganesha), Rudiantara (Komut DANA), Evi Afiatin (Direktur Surveyor Indonesia), Dumasi MM Samosir (Direktur Asuransi Sinar Mas), Rokidi (Dirut Bank Kalbar), Kusumaningtuti (Komisaris SMBC Indonesia), Nicolaus Prawiro (Wadirut Asuransi Cakrawala Proteksi), Jemmy Atmadja (Presdir Asuransi Maximus), Tribuana Tunggadewi (Direktur Pengadaian), Benny Purnomo (Komisaris InaRe), Maria Y. Benyamin (Direktur Bisnis Indonesia), dan Karnoto Mohamad (Direktur Infobank).
Pagelaran Ketoprak Financial ini juga merupakan sarana sosial untuk melestarikan kebudayaan tradisional ketoprak, mendukung para praktisi kesenian tradisional, serta untuk menggalang dana pendidikan tinggi bagi anak kurang mampu. "Seluruh hasil penjualan tiket akan disumbangkan ke Yayasan Anak Asuh Kita,Pagelaran ini mendonasikan Rp100 juta kepada Yayasan Anak Asuh Kita" kata Eko
Untuk itu, Eko memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para eksekutif industri keuangan, perbankan, BUMN, BPK, asosiasi, akademisi, dan para jurnalis senior yang turut mendukung pagelaran Ketoprak Financial ini. Di tengah kesibukan sebagai profesional, mereka masih memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kelestarian kesenian tradisional Indonesia.
Pagelaran Ketoprak Financial yang diproduksi oleh Indonesia Media Network ini menghadirkan bintang tamu Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan dan komedian Yanti Lemu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Kupas Tuntas Misteri Adegan Pasca-kredit Film Spider-Man: Brand New Day
-
Tiga Tahun Beruntun, PT Importa Jaya Abadi Sabet Top Brand Award 2026 Kategori Furniture Besi
-
Saat Bankir, Ekonom hingga Bos BUMN Tinggalkan Jas, Lalu Naik Panggung Ketoprak
-
Ubaidillah Amin Stafsus Menkeu Purbaya Ditunjuk Jadi Komisaris Pelindo
-
Profil Syerly Salim, Lurah Paya Pasir Viral Sindir Warga yang Ngeluh soal Penerangan Jalan
-
Modus TPPO Makin Beragam, Ketua Komisi XIII DPR Dorong Revisi UU
-
Siap-siap War Tiket Upacara HUT RI ke-81 di Istana, Kuota Terbatas Hanya 8.100 Orang
-
Di Tengah Efek Pemangkasan TKD, Pemkab Bogor Pastikan Gaji Pegawai dan Operasional Tetap Aman
-
Fenomena Purnama Buck Moon Akhir Juli 2026: 5 Zodiak Ini Diprediksi Ketiban Hoki Besar!
-
'Kalau Diubah Kusut'! Menkeu Purbaya Ikut Putusan MK Pisahkan Anggaran MBG di 2028