- OJK mencatat Dana Pihak Ketiga perbankan Indonesia tumbuh 11,39 persen secara tahunan hingga bulan April tahun 2026.
- Pertumbuhan DPK valuta asing sebesar 10,87 persen dipicu oleh suku bunga deposito kompetitif bagi para eksportir domestik.
- Kondisi fundamental ekonomi Indonesia tetap solid dengan inflasi terkendali di tengah ketidakpastian serta gejolak pasar keuangan global.
Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat Dana Piha Ketiga (DPK) valuta asing (valas) atau berdenominasi dolar AS alami pertumbuhan sebesar 10,87 persen yoy.
Secara rinci, DPK valas itu terdiri dari giro valas sebesar 3,15 persen yoy, tabungan valas sebesar 23,21 persen yoy, dan deposito valas sebesar 22,00 persen yoy.
"Peningkatan DPK valas masih tergolong wajar sehingga porsi DPK valas terhadap total DPK sampai saat ini relatif stabil dan bergerak pada kisaran 15 persen hingga 16 persen," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, dalam dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (24/5/2026).
Menurut OJK, peningkatan porsi DPK valas terutama terjadi pada instrumen deposito. Hal tersebut dipengaruhi suku bunga deposito valas yang ditawarkan sejumlah bank besar cukup kompetitif, sekaligus menjadi insentif bagi eksportir untuk menempatkan dananya di dalam negeri.
Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, jumlah rekening DPK hingga April 2026 mencapai 667.169.152 rekening atau tumbuh sebesar 7,22 persen yoy.
Mayoritas rekening tersebut masih didominasi oleh rekening dalam denominasi rupiah.
Sementara, DPK berdenominasi rupiah telah meningkat sebesar 11,49 persen yoy. Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan giro rupiah sebesar 23,25 persen yoy, tabungan sebesar 7,88 persen yoy, dan deposito sebesar 6,91 persen yoy.
"Pertumbuhan DPK ini menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan nasional masih tetap tinggi," Jelasnya
OJK pun menilai fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dalam menghadapi ketidakpastian global.
Baca Juga: BI Minta Publik Tak Borong Dolar, saat Masyarakat Ramai-ramai Timbun Valas di Bank
Pasalnya, gejolak geopolitik dan kenaikan harga minyak dunia bisa memicu volatilitas pasar keuangan global serta penguatan indeks dolar Amerika Serikat yang berdampak pada fluktuasi nilai tukar di negara berkembang, termasuk Indonesia.
Dalam hal ini, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae mengatakan ekonomi Indonesia masih kuat. Terbukti, inflasi yang terkendali dan pertumbuhan ekonomi domestik yang positif turut menopang pertumbuhan DPK perbankan nasional yang tetap solid di tengah dinamika ekonomi global.
"Hingga April 2026, DPK perbankan tercatat tumbuh sebesar 11,39 persen secara tahunan atau year on year (yoy)," imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- 3 Sabun Muka Rekomendasi Dokter Estetika yang Ampuh Jaga Skin Barrier
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Terkini
-
Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?
-
Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala
-
B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan
-
Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50
-
Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?
-
Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS
-
MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat
-
Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini
-
Status Pekerja Outsourcing Diubah, Ini Penjelasan Lengkap dari Kemnaker
-
Profil Sunaryanto, Direktur Utama Pertamina Hulu Migas yang Baru