- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan menambah anggaran Bea Cukai di atas Rp 1 miliar tahun ini.
- Dana tambahan tersebut digunakan untuk meningkatkan biaya operasional petugas dalam menindak penyelundupan dan barang ilegal di Indonesia.
- Kebijakan penambahan anggaran ini bertujuan memperbaiki kinerja instansi akibat penilaian negatif serta meningkatkan pendapatan negara.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bakal menambah anggaran untuk Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk tahun ini.
Menkeu Purbaya menyebut kalau tambahan anggaran itu digunakan untuk menambah biaya operasional para petugas Bea Cukai dalam melakukan penindakan barang ilegal di Indonesia.
"Jadi memang Bea Cukai biaya operasinya kita tambah supaya lebih banyak aktif menangkap penyelundupan maupun kecurangan bisnis lain di Indonesia," katanya, dikutip Senin (17/8/2026).
Saat ditanya berapa penambahan anggaran Bea Cukai, Purbaya hanya menyebut kalau angkanya bisa lebih dari Rp 1 miliar. Dana itu juga akan cair tahun ini.
"Ada, cukup lah. Pertahun ini. Di atas Rp 1 miliar sih, lebih sih. Tapi entar kita tambah jumlah yang cukup," lanjutnya.
Bendahara Negara mengakui kalau saat ini kinerja Bea Cukai kerap dinilai negatif oleh masyarakat. Maka dari itu, ia menambah anggaran agar DJBC bisa terus memperbaiki kinerja.
"Kan masyarakat sering nuduh Bea Cukai kerjanya jelek, gitu-gitu-gitu. Jadi ini kita perbaiki, dan Bea Cukai sudah menunjukkan bahwa mereka bisa memperbaiki diri," papar dia.
Purbaya mengklaim kalau kinerja Bea Cukai kini mulai positif, terlihat dari banyaknya jumlah penindakan dan pendapatan negara yang dikantongi. Peredaran rokok ilegal pun mulai berkurang, meskipun saat ini tetap masih ada.
"Dan hasil-hasil ini kan terlihat bahwa ada perbaikan kerja yang sedikit signifikan dari Bea Cukai, dari tangkapan, maupun dari pendapatan yang sudah mulai tumbuh sekarang. Rokok gelap juga sudah berkurang secara signifikan, walaupun masih ada ya," jelas Purbaya.