BBRI Diborong Saat IHSG Melemah, Analis Ungkap Proyeksi Pasar Saham Hari Ini

Selasa, 18 Agustus 2026 | 08:13 WIB
Pekerja mengamati layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. [ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj]
  • IHSG ditutup melemah 0,12 persen ke level 6.401 pada pekan ketiga Agustus 2026 akibat sentimen pelemahan nilai tukar Rupiah.
  • BNI Sekuritas mencatat investor asing melakukan aksi beli terbesar pada saham BBRI senilai Rp719 miliar dan jual terbesar pada saham BMRI sebesar Rp821 miliar.
  • BNI Sekuritas memproyeksikan laju IHSG bergerak sideways serta merekomendasikan strategi spekulasi beli pada enam saham pilihan seperti TPIA dan ANTM.

Menyikapi proyeksi tren pasar saham yang masih berada pada fase sideways, BNI Sekuritas merilis pandangan teknikal yang secara khusus menyodorkan strategi trading berbasis spekulasi beli pada enam saham pilihan. Pendekatan analitis ini dirancang guna memanfaatkan fluktuasi momentum harga secara optimal dalam rentang gerak yang terbatas pada pekan ini.

Pertama, saham Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) direkomendasikan untuk menerapkan aksi spekulasi beli pada kisaran area harga 1.880 hingga 1.970.

Tim riset menargetkan potensi penguatan lanjutan bagi saham petrokimia ini menuju rentang 2.050 hingga 2.090, sembari memberikan catatan penting bagi para investor untuk mendisiplinkan batasan risiko melalui cut loss apabila pergerakan harga menembus ke bawah level 1.880.

Kedua, pergerakan saham emiten pertambangan ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) dinilai memiliki daya tarik teknikal untuk diakumulasi menggunakan skenario spekulasi beli di rentang harga 2.950 hingga 2.990. Pencapaian target harga yang ideal untuk ANTM diperkirakan berada pada level 3.120 dan 3.220, disertai dengan instruksi pembatasan risiko yang ketat apabila nilai harga anjlok menjauhi level 2.950.

Ketiga, saham Rukun Raharja Tbk (RAJA) berhasil masuk ke dalam daftar pantauan unggulan dengan skenario strategi spekulasi beli di rentang level harga 780 dan 825. Potensi daya dorong kenaikan nilai saham RAJA diproyeksikan mampu menyentuh level resistance 860 hingga 890, dengan penetapan batas pengaman kerugian atau cut loss mutlak di bawah angka 780.

Keempat, emiten Petrosea Tbk (PTRO) turut menjadi sorotan utama dalam radar pergerakan teknikal dengan anjuran eksekusi spekulasi beli pada saat harga saham berada di level konsolidasi 4.680 hingga 5.075. Jika dorongan sentimen positif ini berlanjut dengan didukung oleh peningkatan volume, saham PTRO berpotensi meroket menyentuh target harga di angka 5.550 dan 5.900, dengan penentuan titik cut loss yang disarankan pada level toleransi di bawah 4.680.

Kelima, melirik sektor infrastruktur telekomunikasi, saham XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) direkomendasikan dengan pendekatan manuver spekulasi beli pada area 2.650 dan 2.750. Peluang margin penguatan nilai EXCL membidik pencapaian di level 2.850 hingga 2.960, di mana manajemen risiko portofolio harus diaktifkan guna membatasi kerugian apabila harga terperosok meninggalkan angka 2.650.

Keenam, saham Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) menawarkan peluang spekulasi beli yang cukup presisi di kisaran level harga 1.430 dan 1.470. Pemetaan target resistensi yang rasional untuk pergerakan PGAS dipatok pada angka 1.530 dan 1.580, dengan penerapan tingkat kewaspadaan dan kedisiplinan cut loss apabila tren harga merosot melampaui batas support bawah di level 1.430.

Disclaimer: Pemberitaan, analisis, grafik, serta data pergerakan instrumen finansial dan saham terkait yang dimuat dalam artikel ini disajikan murni sebagai bentuk penyediaan informasi jurnalisme ekonomi finansial untuk konsumsi publik. Konten ini sama sekali bukan merupakan bentuk rekomendasi investasi formal, ajakan komersial, panduan transaksi, ataupun arahan final untuk membeli atau menjual instrumen finansial maupun saham tertentu.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com