Harga Daging Sapi dan Gula Kompak Naik, Cabai Rawit Merah Masih Pedas

Selasa, 18 Agustus 2026 | 10:17 WIB
Warga membeli daging sapi di Pasar Senen, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Bank Indonesia mencatat kenaikan harga sejumlah pangan nasional di pasar tradisional pada 18 Agustus 2026.
  • Gula pasir premium mengalami persentase kenaikan tertinggi sebesar 5,67 persen menjadi Rp21.450 per kilogram.
  • Daging sapi kualitas 2 mencatat kenaikan harga tertinggi secara nominal mencapai Rp148.200 per kilogram.

Suara.com - Sejumlah harga pangan mengalami kenaikan pada perdagangan Selasa (18/8/2026). Kenaikan paling tinggi terjadi pada daging sapi kualitas 2 dan gula pasir kualitas premium.

Berdasarkan data Panel Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia yang dilihat melalui situs webbi.go.id/hargapanganpukul 09.42 WIB, harga rata-rata pangan nasional di pasar tradisional pada 18 Agustus 2026, daging sapi kualitas 2 mencapai Rp148.200 per kilogram. Harga tersebut naik 4,33 persen atau Rp6.150 dibandingkan hari sebelumnya.

Kenaikan lebih tinggi secara persentase terjadi pada gula pasir kualitas premium. Komoditas tersebut naik 5,67 persen atau Rp1.150 menjadi Rp21.450 per kilogram.

Sementara itu, harga cabai rawit merah juga kembali melonjak. Harganya tercatat Rp66.350 per kilogram atau naik 3,15 persen dibandingkan hari sebelumnya. Kenaikan ini setara Rp5.000 per kilogram.

Harga daging sapi kualitas 1 juga meningkat meski tipis. Komoditas tersebut berada di level Rp151.150 per kilogram, naik 0,1 persen atau Rp150.

Kenaikan juga terjadi pada bawang merah ukuran sedang yang mencapai Rp40.700 per kilogram. Harganya naik 3,33 persen atau Rp1.300.

Bawang putih ukuran sedang turut naik 1,11 persen atau Rp450 menjadi Rp41.100 per kilogram.

Di kelompok beras, pergerakan harga relatif terbatas. Beras kualitas bawah I naik 2,69 persen atau Rp400 menjadi Rp15.250 per kilogram. Beras kualitas bawah II naik 4,1 persen atau Rp600 menjadi Rp15.250 per kilogram.

Beras medium I tercatat Rp16.550 per kilogram atau naik 0,61 persen setara Rp100. Sedangkan beras medium II justru turun 0,62 persen atau Rp100 menjadi Rp16.150 per kilogram.

Untuk beras kualitas super I, harganya mencapai Rp17.550 per kilogram atau naik 1,13 persen atau Rp200. Beras kualitas super II berada di Rp17.000 per kilogram, naik 1,16 persen atau Rp200.

Komoditas cabai lainnya bergerak berbeda. Cabai merah besar turun 9,45 persen atau Rp4.650 menjadi Rp44.550 per kilogram. Cabai merah keriting turun 4,1 persen atau Rp2.100 menjadi Rp49.100 per kilogram.

Cabai rawit hijau juga turun 7,96 persen atau Rp4.300 menjadi Rp49.750 per kilogram.

Di sisi lain, harga daging ayam ras segar turun 3,45 persen atau Rp1.400 menjadi Rp39.200 per kilogram.

Harga telur ayam ras segar juga turun cukup signifikan, yakni 4,24 persen atau Rp1.250 menjadi Rp28.200 per kilogram.

Untuk minyak goreng, harga minyak goreng curah turun 1,71 persen atau Rp350 menjadi Rp20.150 per kilogram. Minyak goreng kemasan bermerek 1 turun 1,24 persen atau Rp300 menjadi Rp23.950 per kilogram, sedangkan kemasan bermerek 2 turun 0,21 persen atau Rp50 menjadi Rp23.450 per kilogram.

Seorang pedagang gula pasir di pasar flamboyan Pontianak, Aheng. (Suara.com/Rabiansyah)

Sementara itu, harga gula pasir lokal naik tipis 0,79 persen atau Rp150 menjadi Rp19.250 per kilogram.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com