AS Mendadak Hentikan Serangan ke Iran, Harga Minyak Langsung Turun?

Senin, 21 September 2026 | 14:28 WIB
Presiden AS, Donald Trump. [IG/realdonaldtrump]
BACA 10 DETIK
  • Harga minyak mentah dunia anjlok lebih dari lima persen pada perdagangan Senin akibat meredanya ketegangan militer.
  • Presiden AS Donald Trump menghentikan sementara serangan ke Iran untuk membuka peluang penyelesaian diplomatik di Timur Tengah.
  • Pihak Iran menyatakan siap menghentikan aksi militernya selama pemerintah Amerika Serikat tidak memulai kembali serangan udara.

Suara.com - Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan tajam lebih dari 5 persen pada perdagangan Senin. Anjloknya harga komoditas energi ini dipicu oleh keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menghentikan sementara aksi militer ke wilayah Iran setelah dua pekan gempuran berturut-turut, yang memicu optimisme pasar akan peluang penyelesaian diplomatik di Timur Tengah.

Pada perdagangan hingga pukul 22.04 GMT, harga minyak mentah berjangka jenis Brent merosot US$5,58 atau 5,77 persen ke posisi US$91,20 per barel.

Sementara itu, minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) AS terdepresiasi US$4,91 atau 5,50 persen ke level US$84,40 per barel.

Dilansir dari Reuters, penurunan ketegangan militer ini terjadi setelah militer AS menghentikan aksi pengeboman sejak Jumat malam, pasca 13 malam berturut-turut melakukan serangan udara intensif.

Langkah jeda ini dilaporkan diambil setelah para penasihat militer memberi tahu Presiden Trump bahwa target-target serangan utama telah habis, di samping adanya kekhawatiran mengenai penipisan cadangan amunisi dan persenjataan AS.

Di sisi lain, pihak Iran yang sebelumnya selalu membalas setiap gempuran AS dengan menyerang pangkalan militer AS di negara-negara tetangga, juga memilih untuk menahan diri selama dua hari terakhir.

Seorang pejabat senior pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa Teheran siap menghentikan aksi militernya selama Washington tidak memulainya kembali.

"Posisi kami tetap 'serangan dibalas serangan': jika serangan berhenti, Iran juga akan menghentikan operasinya. Pesan tersebut telah disampaikan kepada pihak Amerika Serikat," tegas pejabat senior Iran tersebut saat memberikan keterangan kepada Reuters.
Ruang Negosiasi dan Dinamika Selat Hormuz
Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Mike Waltz, membenarkan bahwa jeda operasional ini disengaja untuk memberi ruang bagi proses diplomasi.

"Presiden memberi ruang bagi jalannya pembicaraan, beliau memberikan sedikit kelonggaran," ujar Waltz dalam wawancara di program Fox News Sunday.

Sebelum adanya keputusan penangguhan ini, fokus gempuran udara militer AS ditujukan untuk melumpuhkan potensi ancaman Iran terhadap jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz—terusan sempit yang menjadi urat nadi distribusi minyak dunia dan pusat eskalasi konflik dalam beberapa pekan terakhir.

DISCLAIMER: Artikel ini disajikan murni untuk pemenuhan hak informasi publik mengenai dinamika pasar komoditas energi dan situasi geopolitik global. Data harga minyak mentah serta pernyataan pejabat resmi merupakan perkembangan terkini yang dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti fluktuasi bursa dan eskalasi politik di kawasan Timur Tengah.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com