- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk ke level 4.900 dengan pelemahan sebesar 1,48 persen pada perdagangan Jumat, 6 November 2026.
- Pilarmas Investindo Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi melanjutkan penguatan secara terbatas dengan level support 4.815 dan resistance 5.185.
- Penguatan tersebut menyusul kinerja positif IHSG pada hari sebelumnya, Kamis, 5 November 2026, yang ditutup menguat ke level 5.030.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik ambruk kembali berada di level 4.900 pada awal perdagangan, Jumat, 6 November 2026. IHSG dibuka melemah 1,48 persen ke level 4.955.
Berdasarkan data perdagangan Stockbit, hingga pukul 09.05 WIB, IHSG terus merosot 1,65 persen ke level 4.947.
Pada waktu itu, ativitas transaksi pasar tercatat mencapai 2,95 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp711,86 miliar dan frekuensi perdagangan sebanyak 100.810 kali.
Pada perdagangan waktu itu, sebanyak 99 saham menguat, 506 saham melemah, dan 358 saham bergerak stagnan.
Adapun saham-saham yang masuk jajaran top gainers pada awal perdagangan antara lain:
- ENAK
- AIMS
- YUPI
- BAJA
- KOCI
Sementara itu, daftar top losers diisi oleh:
- BTEK
- TAXI
- WGSH
- AMMS
- IBOS
Proyeksi IHSG
IHSGdiproyeksi melanjutkan penguatan secara terbatas pada perdagangan hari ini. Pelaku pasar masih akan mencermati sejumlah sentimen yang memengaruhi pergerakan pasar saham domestik.
Berdasarkan analisis teknikal Pilarmas Investindo Sekuritas, IHSG berpotensi bergerak menguat terbatas dengan level support di 4.815 dan resistance di 5.185.
Proyeksi tersebut menyusul kinerja positif IHSG pada perdagangan Kamis (5/11/2026). Indeks ditutup menguat 110,49 poin atau 2,25 persen ke level 5.030.
Penguatan IHSG turut ditopang oleh mayoritas sektor saham. Sektor basic materials menjadi sektor dengan kenaikan paling tinggi, yakni sebesar 3,78 persen.
Sementara itu, untuk perdagangan hari ini, Pilarmas memasukkan tiga saham ke dalam daftar pantauan atau stock watch, yakni PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).