Investor Asing Tarik Rp10,24 Triliun di September, IHSG Ambruk Nyaris 7 Persen

Senin, 05 Oktober 2026 | 16:32 WIB
Investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp10,24 triliun di pasar modal Indonesia selama September 2026. IHSG anjlok nyaris 7 persen. [Antara]
BACA 10 DETIK
  • Investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp10,24 triliun di pasar modal Indonesia selama September 2026.
  • Peningkatan volatilitas global akibat tensi geopolitik dan suku bunga menyebabkan IHSG anjlok hampir tujuh persen.
  • OJK menyatakan likuiditas dan ketahanan pasar modal domestik tetap terjaga meskipun mengalami koreksi kinerja.

Suara.com - Investor asing menarik Rp10,24 triliun dari pasar modal Indoensia selama September 2026 dan indeks harga saham gabungan atau IHSG anjlok hingga nyaris 7 persen.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan net sell sebesar 10,24 triliun itu berbanding terbalik dengan pada Agustus ketika asing membukukan net buy.

"Investor asing membukukan net sale di pasar saham senilai Rp10,24 triliun, sementara di bulan Agustus 2026 lalu tercatat net buy investor asing sebesar Rp1,19 triliun," kata Hasan saat Rapat Dewan Komisioner secara virtual, Senin (5/10/2026).

Dia juga mengungkapkan pasar saham domestik bergerak dinamis pada September 2026 seiring meningkatnya volatilitas pasar keuangan global yang dipengaruhi oleh eskalasi tensi geopolitik dan kenaikan suku bunga global.

Sehingga,  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)  juga ditutup anjlok di bulan September. Meski demikian, OJK menilai daya tahan dan likuiditas pasar modal domestik masih terjaga. Rata-rata bid-ask spread pasar saham tercatat sebesar 1,2 persen  relatif stabil dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 1,17 persen.

"IHSG ditutup pada level 6071,14 per akhir September atau terkoreksi 6,96 persen secara month to month Di tengah dinamika tersebut, resiliensi, daya tahan, dan likuiditas pasar modal domestik terpantau tetap manageable," jelasnya.

Dia menambahkan kinerja industri pengelolaan investasi turut mengalami penyesuaian. Nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana tercatat Rp 637,07 triliun atau turun 2,42 persen secara bulanan.

Di tengah dinamika tersebut, resiliensi, daya tahan, dan likuiditas pasar modal domestik terpantau tetap manageable," tegasnya. 

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com