Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Tembus Rp97.450 per Kg, Cabai Keriting Rp92.800

Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:06 WIB
Ilustrasi suasana pasar tradisional. [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara]
BACA 10 DETIK
  • Bank Indonesia mencatat harga cabai rawit merah di pasar tradisional menembus Rp97.450 per kilogram pada Rabu, 28 Oktober 2026.
  • Kenaikan harga pangan juga terjadi pada komoditas bawang merah dan berbagai jenis beras di pasar tradisional seluruh Indonesia.
  • Komoditas daging ayam, telur ayam, daging sapi, dan minyak goreng mengalami penurunan harga berdasarkan data resmi PIHPS Nasional.

Suara.com - Harga cabai rawit merah di pasar tradisional mengalami kenaikan hingga menembus Rp97.450 per kilogram (kg) pada Rabu (28/10/2026).

Kenaikan tersebut terjadi di tengah pergerakan harga sejumlah komoditas pangan lainnya yang tercatat dalam Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional Bank Indonesia (BI), Rabu (28/10/2026).

Berdasarkan data PIHPS yang dilihat melalui situs web bi.go.id/hargapangan pukul 09.40 WIB, harga cabai rawit merah naik 5,62 persen atau Rp5.300 dibandingkan periode sebelumnya.

Kenaikan juga terjadi pada cabai merah keriting yang harganya mencapai Rp92.800 per kg. Harga komoditas tersebut meningkat 5,54 persen atau Rp4.700 dibandingkan periode sebelumnya.

Sementara itu, harga cabai rawit hijau tercatat sebesar Rp82.000 per kg, naik 2,82 persen atau Rp2.250. Berbeda dengan ketiga jenis cabai tersebut, harga cabai merah besar justru turun 12,60 persen menjadi Rp66.250 per kg.

Pergerakan harga cabai tersebut menunjukkan tren yang berbeda antarjenis komoditas. Kenaikan harga terjadi pada cabai rawit merah, cabai merah keriting, dan cabai rawit hijau, sedangkan cabai merah besar mengalami penurunan.

Petani membersihkan hasil panen bawang merah. [Antara/Arnas Padda/nz]

Selain cabai, PIHPS juga mencatat harga bawang merah ukuran sedang mencapai Rp39.450 per kg, naik 6,33 persen atau Rp2.350. Adapun bawang putih ukuran sedang dijual dengan harga rata-rata Rp38.350 per kg, turun 0,52 persen atau Rp200.

Untuk komoditas beras, harga beras kualitas bawah I tercatat Rp15.950 per kg, naik 6,69 persen atau Rp1.000. Beras kualitas bawah II mencapai Rp15.250 per kg, meningkat 3,39 persen atau Rp500.

Sementara itu, beras kualitas medium I dijual Rp17.100 per kg dan naik 2,70 persen atau Rp450. Beras kualitas medium II mencapai Rp16.850 per kg, meningkat 2,43 persen atau Rp400.

Pada kelompok beras premium, harga beras kualitas super I tercatat Rp18.000 per kg, naik 0,28 persen atau Rp50. Sementara beras kualitas super II mencapai Rp17.450 per kg, meningkat 0,29 persen atau Rp50.

Di sisi lain, beberapa komoditas pangan justru mengalami penurunan harga. Daging ayam ras segar tercatat Rp39.600 per kg, turun 1,86 persen atau Rp750. Harga telur ayam ras segar juga turun 4,38 persen atau Rp1.300 menjadi Rp28.350 per kg.

Harga daging sapi kualitas I mencapai Rp149.300 per kg, turun 2,45 persen atau Rp3.750. Sementara daging sapi kualitas II dijual Rp139.800 per kg, turun 2,98 persen atau Rp4.300.

Untuk minyak goreng, harga minyak goreng curah tercatat Rp19.750 per kg, turun 2,47 persen atau Rp500. Minyak goreng kemasan bermerek I mencapai Rp24.050 per kg, turun 1,03 persen atau Rp250, sedangkan kemasan bermerek II dijual Rp22.850 per kg, turun 3,18 persen atau Rp750.

Adapun gula pasir kualitas premium tercatat Rp20.350 per kg, turun 1,21 persen atau Rp250. Sebaliknya, gula pasir lokal mengalami kenaikan 1,55 persen atau Rp300 menjadi Rp19.700 per kg.

Data PIHPS Nasional merupakan pemantauan harga rata-rata komoditas pangan di pasar tradisional di berbagai provinsi di Indonesia. Angka tersebut menggambarkan rata-rata nasional sehingga harga yang dibayarkan konsumen di setiap daerah dapat berbeda.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com