Rupiah Tiba-tiba Menguat, tapi Masih Betah di Level Rp18.128 per Dolar AS

Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:37 WIB
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
BACA 10 DETIK
  • Rupiah menguat 56 poin ke level Rp18.128 per dolar AS di pasar keuangan pada hari Kamis.
  • Penguatan nilai tukar rupiah didorong oleh sentimen meredanya global dan penahanan suku bunga The Fed.
  • Analis menyatakan penguatan lanjutan rupiah bergantung pada aksi beli bersih investor asing di ekuitas domestik.

Suara.com - Rupiah berbalik menguat di pasar keuangan hari Kamis (29/10/2026). Hal ini seiring sentimen global yang mulai mereda. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka di level Rp18.128 per dolar AS.

Posisi tersebut menguat 56 poin atau 0,31 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp18.184 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan ini didorong hasil sentimen menahan suku bunga The Fed dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC).

"Rupiah diperkirakan menguat seiring pelemahan dolar AS pasca-FOMC yang menahan suku bunga," katanya saat dihubungi Suara.com.

Namun, fokus pasar masih tertuju pada pergerakan ekuitas domestik. Jika investor asing kembali mencatatkan net buy akan memnerikan dukungan pada rupiah. Sehingga, penguatan mata uang Garuda masih bisa berlangsung lama.

"Fokus pasar masih tertuju pada pergerakan ekuitas domestik. Jika investor asing kembali mencatatkan net buy seperti pada Rabu, hal ini akan memberikan dukungan tambahan bagi rupiah. Mata uang Asia umumnya terpantau dibuka menguat. Range Rp18.100- Rp18.200," jelasnya.

Ilustrasi Won Korea. [Pixabay]

Sementara itu, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melesat 0,66 persen. Disusul, peso Filipina yang menanjak 0,33 persen.

Selanjutnya ada ringgit Malaysia terkerek 0,2 persen dan dolar Singapura melesat 0,12 persen. Lalu, baht Thailand naik 0,1 persen. Berikutnya, yuan China terangkat 0,06 persen dan yen Jepang terapresiasi 0,04 persen. DIikuti, dolar Hong Kong yang menguat tipis 0,008 persen.

Sedangkan, dolar Taiwan menjadi satu-satunya mata uang di Asia yang melemah setelah turun 0,14 persen terhadap the greenback.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com