Profil Supra Sekuritas: Broker Terafiliasi Pejabat Danantara di Pusaran Skandal DSSA

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:07 WIB
Supra Sekuritas Indonesia
BACA 10 DETIK
  • Pandu Sjahrir melalui PT Supra Sekuritas Indonesia mengakumulasi jutaan lot saham DSSA bernilai triliunan rupiah.
  • Aksi pembelian saham tersebut terjadi saat PT Dian Swastatika Sentosa Tbk tersandung kasus manipulasi harga.
  • Keterlibatan broker tersebut memicu sorotan pasar terkait kepatuhan hukum serta penerapan prinsip mengenal nasabah.

Suara.com - PT Supra Sekuritas Indonesia belakangan ini mendapat sorotan tajam dari berbagai pelaku pasar modal. Atensi publik ini dipicu oleh terungkapnya manuver Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara, Pandu Sjahrir, yang kedapatan mengakumulasi saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dalam jumlah masif melalui perantara sekuritas tersebut.

Merujuk informasi terkait, ada akumulasi sebanyak 20,6 juta lot saham DSSA dengan valuasi menembus angka Rp1,1 triliun selama kurun waktu satu tahun terakhir.

Berdasarkan laporan analisis yang turut disoroti oleh Bloomberg Technoz, Supra Sekuritas Indonesia yang beroperasi di lantai bursa dengan kode broker SS, sangat aktif bertindak sebagai pengepul saham DSSA sejak tahun lalu.

Menariknya, aksi borong bernilai jumbo ini mencuat ke permukaan tepat ketika emiten DSSA dijatuhi sanksi denda administratif historis sebesar Rp1,5 triliun atas kasus dugaan manipulasi harga saham pada pertengahan bulan ini.

Kendati saham yang bersangkutan tengah dirundung skandal manipulasi pasar berskala besar, aktivitas transaksi melalui broker SS nyatanya tidak surut. Sepanjang tahun berjalan (year-to-date), Supra Sekuritas justru terpantau melanjutkan akumulasi saham DSSA dengan menghimpun tambahan 21,2 juta lot di level harga rata-rata Rp918 per lembar saham.

Bloomberg melaporkan, total valuasi kepemilikan aset yang difasilitasi melalui broker SS tersebut kini ditaksir telah melonjak mencapai Rp1,4 triliun.

Struktur Kepemilikan dan Manajemen Supra Sekuritas

Jejak kepemilikan di balik Supra Sekuritas menjadi faktor krusial yang mengundang pengawasan ketat. Diketahui bahwa sebagian saham Supra Sekuritas digenggam oleh PT Asha Artha Sehati, sebuah kendaraan investasi strategis milik Pandu Sjahrir.

Melalui bendera Asha Artha, petinggi BPI Danantara tersebut menguasai 27,5 persen porsi kepemilikan di Supra Sekuritas. Dalam beberapa tahun terakhir, broker ini memang dikenal sangat agresif memburu saham-saham bervaluasi premium, termasuk DSSA.

Sementara itu, porsi kepemilikan mayoritas Supra Sekuritas atau sebesar 72,5 persen saham pengendali berada di tangan PT Ascend Bangun Persada.

Sebagai perusahaan yang memegang lisensi Perantara Pedagang Efek (Broker-Dealer) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Supra Sekuritas Indonesia melayani fasilitasi transaksi jual-beli instrumen pasar modal dengan rekam jejak sebagai Anggota Bursa (AB) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kapasitas likuiditas broker beralias SS ini ditopang oleh basis nasabahnya yang banyak menyasar kalangan institusional, pengelola dana (fund manager), hingga individu berpenghasilan tinggi (High Net-Worth Individuals/HNWI).

Berdasarkan data administratif kelembagaan terkini di BEI, kursi kepemimpinan operasi harian atau Presiden Direktur Supra Sekuritas dijabat oleh Rudy. Susunan dewan direksi turut diperkuat oleh Binawati Junaedi yang memegang posisi sebagai Direktur. Di jajaran pengawas, posisi Komisaris Utama yang merangkap sebagai Komisaris Independen dipercayakan kepada figur Harry Danui.

CIO Danantara, Pandu Sjahrir. [Suara.com/Achmad Fauzi].

Kiprah agresif Supra Sekuritas dalam memfasilitasi transaksi bernilai triliunan rupiah kini tidak lepas dari bayang-bayang kontroversi hukum.

Keterlibatan sandi broker SS yang begitu dominan dalam mentransaksikan saham DSSA menempatkan perusahaan ini di episentrum pemeriksaan otoritas pasar modal.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com