- Aset DIM mencapai Rp140 triliun, tetapi 87,9% masih berupa kas yang sebagian besar deposito.
- Investasi DIM baru Rp16,63 triliun hingga April 2026.
- Adapun sekitar Rp4,86 triliun lainnya disalurkan melalui sejumlah subholding DIM.
Suara.com - Besarnya dana yang dikelola PT Danantara Investment Management (DIM) belum sepenuhnya tercermin dalam aktivitas investasi. Hingga April 2026, hampir 88% aset perusahaan investasi milik Danantara Indonesia tersebut masih tersimpan dalam bentuk kas dan setara kas, sementara porsi yang sudah ditempatkan dalam instrumen investasi baru sekitar 12%.
Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan kepada Bursa Efek Singapura (SGX), bertajuk PT DIM Offering Memorandum, memiliki total aset Rp140 triliun hingga April 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp123 triliun atau 87,9% masih berupa kas dan setara kas. Sementara investasi yang telah disalurkan baru mencapai Rp16,63 triliun atau sekitar 11,9%.
Dari total kas yang tersedia, sebagian besar justru ditempatkan dalam deposito perbankan domestik. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjadi penerima penempatan terbesar dengan nilai Rp55,56 triliun dalam deposito berjangka rupiah.
Selanjutnya, sekitar Rp36 triliun ditempatkan secara merata di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).
DIM juga menempatkan Rp17,1 triliun di PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) serta Rp6 triliun di PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS).
Tidak hanya dalam mata uang rupiah, DIM turut menempatkan sekitar Rp5 triliun dalam deposito dolar AS di BMRI dan BBNI.
Dari penempatan tersebut, DIM memperoleh tingkat bunga bervariasi mulai dari 4% hingga 5,5% untuk periode empat bulan yang berakhir pada 30 April 2026.
Sementara itu, dari total investasi Rp16,63 triliun, sekitar Rp11,7 triliun atau 70,7% ditempatkan pada surat berharga yang dalam laporan keuangan dijelaskan sebagai penempatan reksa dana.
Adapun sekitar Rp4,86 triliun lainnya disalurkan melalui sejumlah subholding DIM. Hingga April 2026, terdapat tujuh entitas yang menjadi subholding, dengan Danantara Investment Holding (HK) menerima penempatan terbesar senilai Rp2,13 triliun.