- AllianzGI Indonesia membagikan strategi investasi jangka panjang untuk tahun 2027 mendatang.
- Presiden Direktur Adi Saugi menyatakan pasar modal Indonesia menghadapi tekanan global dan domestik yang memengaruhi perilaku investor.
- Chief Economist Christian Schulz menyebutkan ekonomi global memasuki 2027 dengan pertumbuhan resilien yang didukung investasi kecerdasan buatan.
Suara.com - Allianz Global Investors Indonesia (AllianzGI Indonesia) membagikan pandangannya mengenai strategi investasi untuk menghadapi gejolak pasar global dan domestik menuju 2027. Di tengah ketidakpastian ekonomi, investor dinilai perlu menjaga disiplin, melakukan diversifikasi portofolio, serta berfokus pada fundamental dan tujuan investasi jangka panjang.
AllianzGI Indonesia perusahaan menyoroti sejumlah tren ekonomi utama, perubahan lanskap investasi, serta peluang di berbagai kelas aset di tengah dinamika pasar yang terus berkembang.
AllianzGI Indonesia memandang volatilitas sebagai bagian dari siklus investasi. Karena itu, investor perlu mempertahankan strategi yang disiplin agar tetap mampu menghadapi ketidakpastian sekaligus menangkap peluang investasi yang muncul.
Presiden Direktur & Head of Indonesia AllianzGI Indonesia, Adi Saugi, mengatakan pasar modal Indonesia dalam beberapa waktu terakhir menghadapi tekanan dari berbagai faktor global maupun domestik. Kondisi tersebut turut memengaruhi sentimen dan perilaku investor.
"Bagi investor, kondisi saat ini menggarisbawahi pentingnya tetap berfokus pada faktor-faktor fundamental dan mempertahankan perspektif jangka panjang, karena nilai investasi yang berkelanjutan dibangun melalui disiplin, konsistensi, dan kesabaran dalam menjalankan strategi investasi, sambil tetap mencermati dinamika pasar," ujarnya dalam Media Briefing, Senin (2/11/2026).
Menurut Adi, pendekatan investasi yang berlandaskan fundamental, diversifikasi, dan perspektif jangka panjang akan semakin penting untuk membantu investor menavigasi ketidakpastian dan volatilitas pasar.
Sementara itu, Chief Economist Allianz Global Investors, Christian Schulz, menyoroti bahwa perekonomian global memasuki 2027 di tengah transisi struktural yang signifikan. Pertumbuhan ekonomi dinilai masih resilien, didukung investasi di bidang kecerdasan buatan (AI), belanja pemerintah, serta berlanjutnya proses penyeimbangan ulang ekonomi global.
Namun, investor juga perlu mencermati tekanan inflasi yang masih bertahan, perubahan arah kebijakan moneter, serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik.
"Dalam kondisi ini, perkembangan makroekonomi diperkirakan akan memainkan peran yang semakin penting dalam membentuk arah pasar, sementara dinamika geopolitik dan berbagai kerentanan lainnya tetap menjadi faktor risiko yang perlu dicermati,” ujar Christian.
Christian menambahkan, pasar negara berkembang tetap menjadi bagian penting dalam portofolio global, terutama bagi investor yang mencari sumber pertumbuhan di luar pasar negara maju.
Di Indonesia, AllianzGI Indonesia juga menyatakan komitmennya untuk memperkuat kapabilitas lokal dan menjadi mitra investasi bagi masyarakat dengan menggabungkan keahlian investasi global serta pemahaman terhadap pasar domestik.
Sejak hadir di Indonesia pada 2022, AllianzGI Indonesia terus mengembangkan bisnis pengelolaan investasinya. Per akhir September 2026, perusahaan mengelola dana kelolaan yang terdiri dari reksa dana dan mandat investasi sebesar Rp35,97 triliun.
Dengan dukungan jaringan global, sumber daya riset yang luas, serta pendekatan investasi aktif dan pengelolaan risiko yang disiplin, AllianzGI Indonesia menyatakan akan terus mendukung investor dalam mengidentifikasi peluang investasi dan membangun portofolio yang tangguh.