- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memulai safari rapat pimpinan di Kecamatan Kembangan pada Selasa (3/11/2026).
- Agenda kerja lapangan selama tiga bulan ini bertujuan untuk memangkas birokrasi dan menyelesaikan masalah warga secara cepat.
- Pramono mewajibkan para camat membeberkan masalah riil agar kendala di tingkat bawah bisa segera diatasi.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung resmi mengawali safari rapat pimpinan di 44 kecamatan dengan menyambangi wilayah Kembangan mulai Selasa (3/11/2026) besok.
Kesiapan memulai agenda tersebut disampaikan langsung oleh Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (2/11/2026) sore.
"Yang pertama, besok kami akan mulai di Kembangan. Memang saya merencanakan, mudah-mudahan 44 kecamatan itu akan selesai kurang lebih dalam waktu 3 bulan," ujarnya.
Langkah akselerasi ini dirancang untuk memangkas alur birokrasi yang panjang agar keluhan warga dapat dituntaskan secara kilat tanpa tertahan di meja birokrat.
"Ini pasti berbeda dengan Musrenbang, dan juga berbeda dengan apa yang dilakukan oleh teman-teman di DPRD, karena ini persoalan-persoalan yang menyangkut pemerintahan sendiri," terang Pramono.
Mantan Sekretaris Kabinet ini menegaskan keengganannya menerima budaya laporan manis yang kerap menyamarkan realitas sesungguhnya di tengah masyarakat.
"Problem-problem di kecamatan itu, yang selama ini tidak pernah terpotret naik ke permukaan sampai dengan level gubernur. Sehingga dengan demikian, saya pengin mengetahui itu dan sekaligus memecahkan di tempat kecamatan yang bersangkutan," jelas Pramono.
Rapat kerja lapangan tersebut bakal menyertakan Sekretaris Daerah, wali kota atau bupati, kepala organisasi perangkat daerah, hingga camat dan lurah.
Dalam forum tersebut, para camat bertindak sebagai tuan rumah dan diminta membeberkan secara terbuka segenap problematika riil di wilayah masing-masing.
Walau aparatur lini bawah diberi keleluasaan bersuara, sang gubernur mewanti-wanti jajarannya agar tetap lugas dan disiplin saat memaparkan data.
"Jangan terlambat. Saya adalah orang yang tepat waktu," tegas Pramono.
Lewat gebrakan menyisir wilayah terbawah ini, Pramono berharap kendala warga Jakarta yang selama ini tersendat di tingkat kecamatan dapat teratasi dengan cepat.
"Mudah-mudahan persoalan-persoalan yang selama ini berhenti pada level kecamatan itu akan bisa diketahui, dipecahkan, dicari solusinya. Mudah-mudahan membawa manfaat bagi masyarakat pada level kecamatan," pungkasnya.