- Timothy Ronald masuk sebagai pemegang 1,26% saham TMPO senilai Rp2,94 miliar.
- EFG Bank dan Yulie Sekuritas tercatat mengurangi kepemilikan saham TMPO.
- Saham TMPO melesat 26,44%, dengan transaksi Rp35,97 miliar.
Suara.com - Lonjakan harga saham PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO) hingga lebih dari 26 persen terjadi bersamaan dengan perubahan komposisi pemegang saham perseroan. Di tengah euforia pasar, sejumlah pemegang saham justru tercatat mengurangi kepemilikannya.
Mengutip data Stockbit, daftar pemegang saham TMPO per 30 Oktober 2026 menunjukkan masuknya influencer keuangan Timothy Ronald sebagai pemegang saham baru dengan kepemilikan di atas 1 persen.
Timothy tercatat menguasai 13.373.100 saham atau setara 1,26 persen dari total saham beredar. Padahal, pada bulan sebelumnya, namanya belum tercatat dalam daftar pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1 persen.
Dengan asumsi harga saham TMPO berada di Rp220 per saham, nilai kepemilikan Timothy diperkirakan mencapai Rp2,94 miliar.
Namun, masuknya investor baru tersebut justru diiringi dengan berkurangnya kepemilikan sejumlah pemegang saham lainnya.
EFG Bank AG, Singapore Branch A/C Clients tercatat memangkas kepemilikan sebesar 1,51 poin persentase, dari sebelumnya 3,12 persen menjadi 1,61 persen. Jumlah saham yang dilepas mencapai 16 juta lembar.
Selain itu, Yulie Sekuritas Indonesia juga keluar dari daftar pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1 persen, setelah melepas 20 juta saham. Sebelumnya, kepemilikannya tercatat sebesar 1,89 persen.
Perubahan tersebut memperlihatkan adanya pergeseran komposisi pemegang saham TMPO. Masuknya investor baru belum serta-merta diikuti oleh peningkatan kepemilikan seluruh pemegang saham besar.
Di sisi lain, pergerakan harga saham TMPO justru semakin agresif. Menjelang akhir sesi I perdagangan Selasa (3/11/2026), saham TMPO melesat 46 poin atau 26,44 persen ke level Rp220 per saham pada pukul 11.19 WIB.
Aktivitas transaksi juga meningkat. Volume perdagangan mencapai 1,7 juta lot dengan nilai transaksi Rp35,97 miliar. Angka tersebut melampaui rata-rata harian yang tercatat sebesar 981.200 lot dengan nilai Rp19,09 miliar.