/
Sabtu, 30 Juli 2022 | 15:54 WIB
Gubernur New York Kathy Hochul (Twitter)

Cacar monyet atau monkeypox yang kini mewabah terus menyebar ke sejumlah negara di berbagai belahan dunia, hingga jangkauannya terus meluas. Pesebarannya pun kini sudah membuat beberapa kota penting di dunia menyatakan darurat cacar monyet.

Salah satu kota penting dunia yang terkena wabah tersebut yakni, New York. Kota berjuluk Big Apple ini tak terlepas dari ancaman bahaya cacar monyet. 

Bahkan Gubernur Negara Bagian New York Kathy Hochul mengumumkan darurat cacar monyet di wilayahnya pada Jumat (29/7/2022) malam.

"Saya mendeklarasikan Darurat Bencana Negara untuk memperkuat upaya berkelanjutan kami untuk menghadapi wabah cacar monyet," cuit Hochul melalui akun resmi Twitter-nya @GovKathyHochul.

Ia mengemukakan, dengan penetapan darurat wabah cacar monyet tersebut memungkinkan untuk mengambil langkah-langkah perawatan kesehatan warganya.

"Perintah Eksekutif ini memungkinkan kami untuk merespons lebih cepat, dan memungkinkan para profesional perawatan kesehatan untuk mengambil langkah-langkah tambahan yang akan membantu mendapatkan lebih banyak warga New York yang divaksinasi," sambungnya dalam cuitan tersebut.

Dalam keterangan lanjutannya, Hochul mengemukakan gambaran, lebih dari satu orang berbanding empat kasus cacar monyet di Amerika Serikat terjadi di New York.

"Lebih dari satu dari empat kasus cacar monyet di negara ini berada di New York, saat ini memiliki dampak yang tidak proporsional pada kelompok berisiko," cuitnya.

Lantaran itu, ia berjanji akan bekerja untuk memndapatkan lebih banyak vaksin dan kapasistas pengujiannya serta memberikan edukasi kepada Warga New York terkait kasus cacar monyet. 

Baca Juga: Indonesia Masuk Klasifikasi 1 WHO Cacar Monyet

"Kami bekerja sepanjang waktu untuk mengamankan lebih banyak vaksin, memperluas kapasitas pengujian, dan mendidik warga New York tentang cara tetap aman."

Untuk diketahui, Jumlah kasus cacar monyet di New York per Senin (25/7/2022) mencapai 1.040 kasus terkonfirmasi di kota. Kemudian pada Jumat (29/7/2022) melonjak menjadi 1.383 kasus cacar monyet yang terkonfirmasi, menurut situs web Departemen Kesehatan New York.

Sebelumnya, badan kesehatan dunia atau WHO melaporkan adanya lima kematian akibat cacar monyet yang terjadi di Benua Afrika. Kemudian, WHO menyatakan wabah cacar monyet sebagai darurat kesehatan global, tingkat kewaspadaan tertinggi pada Sabtu pekan lalu (23/7/2022).

Pun jumlah penyebaran semakin meluas dengan adanya laporan dari Kementerian Kesehatan Spanyol yang menyatakan 4.298 kasus telah dikonfirmasi di negara itu. 

Dalam keterangan otoritas kesehatan setempat, dari 3.750 pasien yang mendapat informasi, 120 dirawat di rumah sakit dan satu meninggal.

Tak hanya di Spanyol, Kementerian Kesehatan Brasil mengatakan pasien cacar monyet berusia 41 tahun meninggal karena memiliki penyakit penyerta limfoma yang menurunkan imunitasnya. 

Sedangkan jumlah kasus cacar monyet di Negeri Samba tersebut tercatat ada 978 kasus cacar monyet yang dikonfirmasi pada Jumat.

Load More