/
Kamis, 25 Agustus 2022 | 11:07 WIB
DPRD Palembang

Kasus pemukulan seorang wanita di SPBU yang dilakukan oleh anggota DPRD Palembang belum tuntas. Meski anggota DPRD yang memukul, M Syukri Zen sudah meminta maaf secara terbuka, akakn tetapi menurut korban hal tersebut bukan berarti kasusnya selesai. 

Hal itu diungkap korban lewat unggahan Instastory akun Instagram miliknya. Menurut korban, bahwa yang terjadi ialah proses mediasi bukan berdamai. 

"Perasaan cuma mediasi bukan berdamai. Kenapa uda ada berita udah berdamai?" tanya korban. 

Korban kemudian memberikan informasi bahwa permintaan maaf secara terbuka dari Syukri Zen itu adalah permintaan dari partai Gerindra. 

"Perlu di ketahuilah, ybs minta maaf secara terbuka itu permintaan dari partai (klo ga salah). Bukan karena uda damai. Klo uda damai mah pasti uda ada materai. Itu ga ada. Kok pada nyimpulin damai,"

Korban juga menegaskan bahwa ia sudah berkonsultasi dengan pengacara kondang Hotman Paris Hutapea. Hotman kata korban bersedia membantu dirinya untuk kasus tersebut. 

"Saya sudah contact sama pak @hotmanparispofficial sudah konsultasi sama beliau. Alhamdulillah beliau mau membantu saya. Terima kasih untuk semua netizen dan teman-teman media yang sudah membantu up beritanya," tulis korban. 

Sebelumnya, Hotman Paris Hutapea mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk segera mengusut tuntas kasus viral pemukulan oleh terduga anggota DPRD Palembang kepada seorang wanita.

"Halo bapak Kapolri, bapak Kapolri, inilah saatnya bapak bertindak. Tolong perintahkan kepada Kapolda Palembang agar oknum DPRD itu segera dijemput malam ini dan ditahan," kata Hotman Paris dalam video di akun Instagram pribadinya @hotmanparisofficial.

Baca Juga: Rekam Jejak M Syukri Zen, Anggota DPRD Palembang yang Aniaya Wanita di SPBU

"Bapak Kapolri, bapak Kapolri, bapak Kapolri, negara ini adalah negara hukum bapak. Tolong dong pak. Saya percaya dengan bapak Kapolri. Saya pengagum Kapolri. Ayo bapak Kapolri perintahkan Kapolda Palembang perintahkan jemput oknum DPRD itu dan segera tahan,"

Load More