Kasus pemukulan seorang wanita di SPBU yang dilakukan oleh anggota DPRD Palembang belum tuntas. Meski anggota DPRD yang memukul, M Syukri Zen sudah meminta maaf secara terbuka, akakn tetapi menurut korban hal tersebut bukan berarti kasusnya selesai.
Hal itu diungkap korban lewat unggahan Instastory akun Instagram miliknya. Menurut korban, bahwa yang terjadi ialah proses mediasi bukan berdamai.
"Perasaan cuma mediasi bukan berdamai. Kenapa uda ada berita udah berdamai?" tanya korban.
Korban kemudian memberikan informasi bahwa permintaan maaf secara terbuka dari Syukri Zen itu adalah permintaan dari partai Gerindra.
"Perlu di ketahuilah, ybs minta maaf secara terbuka itu permintaan dari partai (klo ga salah). Bukan karena uda damai. Klo uda damai mah pasti uda ada materai. Itu ga ada. Kok pada nyimpulin damai,"
Korban juga menegaskan bahwa ia sudah berkonsultasi dengan pengacara kondang Hotman Paris Hutapea. Hotman kata korban bersedia membantu dirinya untuk kasus tersebut.
"Saya sudah contact sama pak @hotmanparispofficial sudah konsultasi sama beliau. Alhamdulillah beliau mau membantu saya. Terima kasih untuk semua netizen dan teman-teman media yang sudah membantu up beritanya," tulis korban.
Sebelumnya, Hotman Paris Hutapea mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk segera mengusut tuntas kasus viral pemukulan oleh terduga anggota DPRD Palembang kepada seorang wanita.
"Halo bapak Kapolri, bapak Kapolri, inilah saatnya bapak bertindak. Tolong perintahkan kepada Kapolda Palembang agar oknum DPRD itu segera dijemput malam ini dan ditahan," kata Hotman Paris dalam video di akun Instagram pribadinya @hotmanparisofficial.
Baca Juga: Rekam Jejak M Syukri Zen, Anggota DPRD Palembang yang Aniaya Wanita di SPBU
"Bapak Kapolri, bapak Kapolri, bapak Kapolri, negara ini adalah negara hukum bapak. Tolong dong pak. Saya percaya dengan bapak Kapolri. Saya pengagum Kapolri. Ayo bapak Kapolri perintahkan Kapolda Palembang perintahkan jemput oknum DPRD itu dan segera tahan,"
Berita Terkait
-
Rekam Jejak M Syukri Zen, Anggota DPRD Palembang yang Aniaya Wanita di SPBU
-
Pertamax Duduki Trending Topic Twitter Indonesia, Warganet Protes Kenaikan Harga Pertalite
-
Nopol Mobil Mewah Anggota DPRD Palembang Aniaya Wanita di SPBU Ada Tanda Bintang, Palsu?
-
Profil Syukri Zen, Anggota DPRD Fraksi Gerindra yang Viral Aniaya Wanita di SPBU
-
Viral, Curhat Pelanggan PLN Dituding Lakukan Pencurian Listrik Gegara Tagihan Tidak Normal dan Segel Meteran Putus
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- Terpopuler: 7 HP Layar Super Amoled, Samsung Galaxy A07 5G Rilis di Indonesia
Pilihan
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
Terkini
-
Menerka Strategi Jose Mourinho Jelang Benfica vs Real Madrid: Bakal Pragmatis atau Menyerang Total?
-
Harga Cabai Masih 'Pedas', Bapanas Siapkan Intervensi
-
6 Acara Ramadan 2026 di YouTube, Siap Temani Waktu Sahur dan Berbuka Puasa
-
Pandu Negeri Soroti Kesejahteraan Guru dari Rumah Masa Kecil Ki Hadjar Dewantara
-
Siapa Aipda Dianita Agustina? Polwan yang Terseret Skandal Koper Narkoba AKBP Didik Putra Kuncoro
-
BRI Akselerasi Pembangunan Desa Lewat Program Desa BRILiaN 2026
-
Kemendag Keluarkan Harga Patokan Eskpor Komoditas Tambang, Ini Daftarnya
-
Desa BRILiaN 2026 Dibuka, BRI Targetkan Penguatan Ekonomi Lokal Berkelanjutan
-
Menkeu Purbaya Resmi Alihkan Dana Desa Rp34,5 T ke Koperasi Merah Putih
-
ICW Sebut Wacana Jokowi Kembalikan UU KPK 2019 sebagai Upaya 'Cuci Tangan'