Liga Super China disebut-sebut sebagai salah satu liga di Asia yang mengguncang dunia. Kehadiran sejumlah pemain bintang yang pernah merumput di liga top Eropa jadi salah satu alasannya.
Geliat sepakbola China memang tak main-main. Bukan sekedar mencari untung lewat liga dengan banyaknya pemain impor Eropa, federasi sepakbola China punya ambisi besar untuk membuat Negeri Tirai Bambu itu sebagai poros sepakbola di Asia, bahkan di dunia.
Sebenarnya tak hanya Liga Super China yang bergeliat, tercatat ada 3 liga dari Asia lagi yang secara perkembangan bisa membuat banyak pihak terkagum-kagum, seperti Liga Qatar, Liga Uni Emirat Arab, dan Liga Uzbekistan.
Ketiganya memiliki standar yang berbeda memang jika dibandingkan dengan Liga China yang begitu pesat kemajuannya, namun setidaknya menurut sejumlah analisis dan laporan FIFA, ketiga liga tersebut memiliki tingkat kemajuan yang cukup pesat.
Kembali ke Liga Super China, perkembangan yang super cepat liga ini memang tak lepas dari peran pemerintah China dan para konglomerat mereka.
Keduanya bersinergis hingga membuat sepakbola China berada di track semestinya, dari sisi prestasi tengah menanjak, sedangkan dari sisi industri tentu saja nilainya sempurna.
Yang menarik, jika menilisik dari kajian sejarah soal perkembangan sepakbola China, ada fakta bahwa kemajuan sepakbola China saat ini tak bisa dilepaskan dari dua pesepakbola bernama Jia Xiuquan dan Liu Haiguang. Keduanya ialah pemain China pertama yang bermain di klub Eropa, tepatnya untuk Partizan Beograd pada 1987 hingga 1989.
Sebelum 1987, tak ada pemain dari China yang berhasil menembus ke Eropa. Kedatangan Jia dan Liu ternyata bukan karena Partizan merekrutnya dari klub China, keduanya bermain di Beograd atas dasar program pertukaran budaya antar kedua negara tersebut.
Berkat lobi politik dpemerintah China saat itu, Jia yang merupakan top skor Piala Asia 1984 dan Liu yang juga jadi bagian dari Timnas China di ajang tersebut mampu menembus kompetisi sepakbola Eropa.
Baca Juga: Angelo Di Livio, Si Tentara Kecil yang Jadi Kesayangan Marcello Lippi
Dikutip dari wildeastfootball.net, padahal saat itu Partizan tengah berada di posisi cukup sulit. Pihak manajemen klub merasa tak membutuhkan pemain baru, ditambah pesepakbola dari Asia saat itu masih dianggap sebelah mata.
Partizan di musim itu tengah bersaing ketat dengan rival sekotanya Red Star untuk bisa menjadi kampium Liga Yugoslavia.
Artiya sudah sejak lama pemerintah China memiliki peran cukup besar untuk membuat sepakbola di sana menjadi lebih maju. Sejak kehadiran Jia dan Liu di Beograd menyusul sejumlah pesepakbola China lainnya untuk merumput di Eropa seperti pemain asal Kanton, Xie Yuxin yang dikontrak oleh klub Belanda, PEC Zwolle, serta Gu Guangming yang bermain untuk klub Liga Jerman, SV Darmstadt 98.
Kesemua pemain tersebut diatas ialah alumnus skuat Timnas China di Piala Asia 1984, dimana China hanya mampu keluar sebagai runner up karena kalah 0-2 dari Arab Saudi di partai puncak yang berlangsung di Singapura, 16 Desember 1984.
Lantas bagaimana perjalanan Jia dan Liu di Liga Yugoslavia bersama Partizan? Ternyata tak buruk-buruk amat, skill mereka masih mumpuni untuk bisa bertarung di kerasnya sepakbola Balkan.
Meski memang di awal-awal kedatangannya, Jia dan Liu sempat terkendala gangguan non teknis seperti kendala bahasa, serta rindu rumah. Untuk kendala bahasa, pihak Partizan pada akhirnya sampai datang ke kedutaan China untuk mencari translator demi bisa berkomunikasi dengan dua pemain ini.
Berita Terkait
-
Daftar 4 Pemain Keturunan Indonesia Dipanggil Timnas Belanda untuk Tanding di FIFA Matchday
-
Jadi Ancaman, Ini Pemain Timnas Curacao yang Berpotensi Bobol Gawang Timnas Indonesia
-
Qatar akan Sediakan Pendingin di Seluruh Stadion Piala Dunia 2022, Sultan Mah Bebas!
-
Fantastis, Segini Total Hadiah untuk Pemenang Piala Dunia 2022
-
Langgangan Timnas Indonesia yang Berpotensi Tak Dipanggil Shin Tae-yong Lawan Curacao
Terpopuler
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- 7 HP Paling Murah yang Bisa Kamu Beli saat Idulfitri 2026
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
MAKI Sindir KPK Soal Penahanan Rumah Yaqut Secara Diam-diam: Layak Masuk Rekor MURI
-
Dua Kurir Sabu 13 Kg Dibekuk di Pelabuhan Bengkalis, Hendak ke Palembang
-
Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak
-
7 Rekomendasi HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar 2026
-
Sinopsis Film Mercy, Tayang Hari Ini di Prime Video
-
Nostalgia Aroma Dapur Ibu: Kisah Hangat Memasak dengan Tungku Kayu Bakar
-
Tragedi Mandi Bersama Keluarga, Muhamad Arya Saputra Ditemukan Meninggal Dunia di Sungai Cileungsi
-
Mutilasi Wanita dengan Mandau, Suami Siri dan Temannya Dibekuk di Samarinda
-
Bukan Hanya Mudik! Inilah Sederet Tradisi Idul Fitri Paling Unik di Indonesia
-
Waspada! Banten Dominasi Daftar 10 Wilayah Terpanas di Indonesia Versi BMKG