Penggemar Serie A Italia era 90-an tentu tak asing dengan nama gelandang pekerja keras milik Juventus, Angelo Di Livio. Pesepakola kelahiran Roma, Italia 52 tahun silam ini merupakan tipikal gelandang yang di era sepakbola saat ini sudah dilupakan oleh banyak orang.
Buktinya jika Anda menelusuri nama Angelo Di Livio di mesin pencari google, sangat sedikit artikel yang membahas pemain yang memulai karier profesionalnya di AS Roma.
Bahkan di halaman Youtube, Anda akan kesulitan untuk mencari skill dan perfomance Di Livio saat membela Juventus atau Fiorentina.
Meski begitu Anda akan tetap menemukan satu foto legendaris Di Livio, yakni saat ia tengah beradu debat dengan wasit kontroversial asal Ekuador, Byron Moreno saat laga Italia vs Korea Selatan di Piala Dunia 2002.
Foto itu memperlihatkan emosi seorang Di Livio yang begitu mencintai Italia. Bagi publik Italia, foto ini meninggalkan kesan mendalam untuk sosok Angelo Di Livio.
Pemain yang memiliki julukan Il Soldatino atau yang berarti tentara kecil ini memang akan selalu mendapat tempat tersendiri bagi publik sepakbola Italia. Soal julukan pada dirinya ini ada cerita menarik. Mantan rekan Di Livio, Roberto Baggio adalah orang dibalik julukan tentara kecil.
Menurut Roberto Baggio, Di Livio saat berlari sangat mirip dengan seorang tentara yang tengah belajar baris berbaris. Bagian dadanya akan keluar dengan kedua bahu ke arah belakang badan. Julukan ini pun melekat pada Di Livio sampai akhir kariernya.
Julukan itu pun sebenarnya cukup relevan jika melihat pada gaya bermainnya di lapangan tengah. Pemain yang sempat membela Perugia pada musim 1987-1989 ini ialah pemain yang sangat displin menjaga posnya.
Ia pun tipikal gelandang tanpa kompromi untuk pemain lawan, menariknya meski kerap menunjukkan permainan yang mengandalkan fisik, Di Livio tak seperti Edgar Davids.
Di Livio tak beringas dengan memberikan tackle keras ke pemain lawan, buktinya sepanjang kariernya di Juventus, Di Livio hanya satu kali mendapat kartu merah, kontras bukan dengan seorang Edgar Davids.
Baca Juga: Cara Bikin Huruf WhatsApp Tebal, Miring, Bergaris, Gampang Banget!
Kemampuannya bermain cerdas tanpa harus menciderai lawan membuat Di Livio jadi kesayangan Marcelo Lippi, pelatih legendaris Juventus dan Italia.
Lippi sangat cinta dengan Di Livio karena ia mampu menerjemahkan dengan cerdas taktik di lapangan. Ia paham kapan harus membantu pertahanan, dan kapan untuk membantu skema serangan lawan. Lippi pun beberapa kali menempatkan Di Livio menjadi seorang full back saat krisis pemain belakang.
Bicara soal gaya permainan Di Livio, mungkin di era sepakbola sekarang cukup sulit mencari pemain yang bisa bermain seperti dirinya.
Di Livio mampu menjadi seorang winger kanan dan juga bisa ditempatkan di sektor sayap kiri, ia juga bisa diandalkan saat harus bertugas menjadi gelandang box to box atau saat harus menjadi gelandang bertahan, posisi favoritnya.
Di Livio di Juventus
Sebagai seorang pemain yang dibesarkan oleh Juventus, Angelo Di Livio harus jadi musuh bersama fans si Nyonya Tua pada 1999 setelah memutuskan hijrah ke klub musuh bebuyutan, Fiorentina.
Berita Terkait
-
Massimiliano Allegri: Juventus Siap Tempur di Markas PSG
-
Soal Paul Pogba Kirim Santet, Kylian Mbappe: Saya Lebih Percaya Kata-kata Rekan Setim
-
Christophe Galtier: Juventus Belum Terkalahkan di Serie A
-
Awal Laga Juventus Disuguhi Laga Berat Hadapi Trio Penyerang PSG: Sangat Kuat
-
Jadwal Sepakbola Hari Ini, Selasa 6 September 2022, Lengkap Link Live Streaming: Juventus, Chelsea, Man City
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan