Eks striker Manchester City, Dalian Atkinson pada 2016 tewas dianiaya. Ia diduga tewas karena mendapat kekerasan dari oknum polisi. Kasus tewasnya eks striker Manchester City itu baru disidangkan di Pengadilan Inggris.
Mengutip dari laporan The Guardian, seorang polisi wanita bernama Mary Ellen Bettley-Smith menjadi tersangka yang diadili dalam kasus ini.
Bettley-Smith ialah polisi West Mercia dan dituding melalukan aksi penyerangan kepada Atkinson di Telford pada Agustus 2016. Bettley-Smith dituding memukul Atkinson dengan tongkat sebanyak tiga kali.
Tak hanya dipukul dengan tongkat sebanyak tiga kali, Atkinson juga ditembak dengan pistol listrik oleh rekan dari Bettley-Smith.
Atkinson yang saat kejadian berusia 48 tahun tewas 90 menit setelah ia sampai ke rumah sakit. Tahun lalu, Pengadilan Inggris telah memvonis bersalah rekan dari Bettley-Smith, Benjamin Monk.
Monk dituduh melakukan tendangan ke arah kepala Atkinson saat kejadian. Monk kemudian diadili dengan kasus pembunuhan dan telah divonis bersalah pada Juni 2021.
Dalam persidangan tahun lalu, terungkap bahwa Monk dan Bettley-Smith dikabarkan ialah pasangan kekasih. Saat kejadian, Bettley-Smith dituduh berteriak kepada kekasihnya untuk memukul Atkinson.
"Bettley-Smith secara tidak sah memukul Atkinson lebih dari sekali dengan tongkat di bagian belakang tubuh korban saat ia sudah terbaring di tanah, sehingga menyebabkan memar," kata Paul Jarvis, jaksa penuntut umum.
Bettley-Smith sendiri tak membantah jika ia memukul Atkinson. Namun menurut Paul Jarvis, Bettley-Smith beralasan penyerangan itu disebabkan ada ancaman dari Atkinson kepada ia dan Monk.
Baca Juga: Polisi Pasang Dua Lapis Kawat Berduri Antisipasi Ricuh Demo BEM SI Tolak BBM Naik
"Ia benar-benar percaya bahwa Atkinson merupakan ancaman baginya dan Monk saat pemukulan terjadi," lanjut Jarvis.
Dari rekam medis Atkinson, pemain yang hanya 8 kali bermain untuk Manchester City pada 1996-97 memang memiliki kondisi kesehatan cukup serius.
Setelah pensiun dari sepak bola pada 2001, Atkinson divonis gagal ginjal stadium akhir dan memiliki tekanan darah tinggi serta penyakit jantung.
"Pada malam kematiannya, pikirannya terganggu dan dia tidak bertingkah seperti dirinya sendiri," ucap salah satu juri pengadilan.
Kejadian yang menewaskan Atkinson sendiri berawal saat korban datang ke rumah keluarganya di Telford. Saat tiba di rumah sang ayah, Atkinson langsung menendanng pintu dan berteriak.
Aksinya itu mengganggu pihak tetangga. Pihak kepolisian pun datang setelah mendapat laporan dari tetangga. Saat polisi datang, Atkinson tengah mencengkeram leher ayahnya, Ernest Atkinson.
Menurut keterangan jaksa, Atkinson saat diminta untuk hentikan aksinya ia malah terus berteriak dan mengatakan bahwa dirinya ialah Mesiah.
"Saya mesias, saya mesiah, Anda tidak akan bisa menyakiti saya," ucap Jarvis menirukan kata-kata terakhir Atkinson sebelum ditembak dengan pistol listrik.
"Kemungkinan Bettley-Smith menyerang, mungkin karena marah melihat Atkinson sangat membuatnya takut atau mungkin Monk yang menyuruhnya," tambah Jarvis.
Dalian Robert Atkinson merupakan pesepak bola di era 80-an hingga 90-an. Atkinson berawal saat ia membela Ipswich Town.
Pada 1990, Atkinson membela klub Real Sociedad. Hanya satu musim di sana, Atkinson kemudian kembali ke Inggris dan membela Aston Villa.
Karier Atkinson sendiri berakhir di Liga Korea Selatan pada 2001 dengan membela Jeonbuk Hyundai Motors.
Berita Terkait
-
Polisi Pasang Dua Lapis Kawat Berduri Antisipasi Ricuh Demo BEM SI Tolak BBM Naik
-
Kakak Paul Pogba Ditangkap Polisi dan Ditahan karena Memeras Adik Sendiri, Diduga Ikut Geng Bersenjata
-
Eks Bintang Aston Villa Dalian Atkinson Dibunuh Polisi, Disetrum, Kepala Dipukul Tongkat dan Muka Ditendang
-
BREAKING NEWS: Pemuda Diduga Hacker Bjorka Ditangkap Polisi di Madiun
-
Lagi Jadi Buronan, Lelaki Ini Malah Minta Kerja ke Kantor Polisi: Ujungnya Ditangkap
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Mudik Gratis DKI Jakarta 2026 Kluster 2 Resmi Dibuka, 7 Kota Tujuan Ini Jadi Rebutan
-
GBLA Membara! Persib Bandung Pesta 5 Gol Tanpa Balas, Madura United Tak Berdaya
-
Kabar Gembira! Pemkab Bogor Gelar Pangan Murah di Cibinong, Harga di Bawah Pasar
-
Ramadan Jadi Momentum Refleksi Finansial, Nanovest Ajak Investor Susun Portofolio Sehat
-
Jadwal Imsak Kota Malang 27 Februari 2026, Jangan Lupa Shalat Jumat!
-
Lapis Hukum Ganda Menanti Ibu Tiri TR: Setelah Pidana, Disusul Administrasi Kepegawaian Kemenag
-
Ricuh di Musi Rawas! Kantor Lurah Pasar Muara Beliti Diserbu Warga, Ini Pemicunya
-
Comeback dari Cedera Panjang, Ini Komentar Bek PSIM Yogyakarta Asal Belanda
-
Pemuda 18 Tahun Perkosa Penyandang Disabilitas di Lamongan, Kenalan Lewat Instagram
-
Menjual Keranda di Malam Ganjil