Pada Piala Dunia 2018, Nikola Kalinic terpaksa dipulang oleh pelatih Timnas Kroasia, Zlatko Dalic. Ia dipulangkan karena menolak untuk bermain.
Sebelum Kalinic, ada juga beberapa pemain lain yang alami kasus serupa dipulangkan dari Piala Dunia karena melawan pelatih.
Seperti kasus Nikola Kalinic yang dipulangkan Kroasia jelang laga melawan Argentina di Piala Dunia 2018, eks kapten Manchester United, Roy Keane juga pernah alami kasus yang sama.
Dikutip dari mirror.co.uk, Roy Keane bertengkar dengan pelatih Irlandia saat itu Mick McCarthy karena alasan fasilitas latihan Irlandia sangat buruk.
Sempat ditenangkan oleh skuat Irlandia lain, Roy Keane yang saat itu juga berstatus sebagai kapten tim terus menunjukkan emosinya dan pada akhirnya membuat McCharthy memulangkan Keane beberapa hari sebelum kick off Piala Dunia 2002.
Eks striker Real Madrid, Nicolas Anelka juga alami kasus serupa. Dipulangkan karena melawan pelatih. Hal itu terjadi saat Prancis tampil di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan.
Dikutip dari fifa.com, Anelka ketahuan mengeluarkan kata-kata tak sopan di jeda babak pertama saat Prancis bertemu Meksiko. Saat itu Prancis tengah tertinggal dua gol dari Meksiko.
Baca Juga: Ini Dia Syarat Gelar Acara Nonton Bareng Piala Dunia 2022 dari Kepolisian
Anelka yang menolak meminta maaf kemudian dipulangkan ke Prancis dan mendapat hukuman dilarang bermain untuk Timnas Prancis selama 18 kali oleh federasi sepakbola Prancis.
Terakhir ada nama legenda sepakbola Argentina, Diego Maradona. Eks pemain Napoli itu juga sempat dipulangkan dari Piala Dunia karena melawan pelatih. Kejadian itu terjadi pada Piala Dunia 1994.
Maradona yang sempat gagal ikuti tes doping usai Argentina melawan Bulgaria malah melawan pelatih Argentina yang memintanya untuk bekerjasama dengan FIFA.
Berita Terkait
-
Diego Maradona: Antara Obat Bius dan Trofi Piala Dunia
-
Ini Dia Syarat Gelar Acara Nonton Bareng Piala Dunia 2022 dari Kepolisian
-
Apes! Pelatih Timnas Portugal Tak Jamin Cristiano Ronaldo Jadi Starter di Piala Dunia 2022
-
4 Insiden Perkelahian Paling Chaos Sepanjang Sejarah Piala Dunia
-
Grealish Semakin Dekat untuk Jadi Starter Inggris
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Serangan Kilat AS-Israel di Hari Pertama Gagal Total! 200 Tentara Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Garda Revolusi Iran Disebut Tutup Selat Hormuz, Mengapa Dunia Harus Panik?
-
Petenis Rusia Daniil Medvedev Terjebak di Dubai Usai Serangan AS-Israel ke Iran
-
Piala Dunia 2026 Terancam, FIFA Respons Serangan AS-Israel ke Iran
-
Serangan AS-Israel ke Iran: Dentuman Keras di Riyadh, Bagaimana Nasib Cristiano Ronaldo?
-
Yandri Susanto Pasang Target Tinggi, PAN Cilegon Diminta Jadi Pemenang Pileg 2029
-
Marcella Santoso Mengaku Korban Mafia Peradilan, Penegak Hukum Minta Uang ke Anak Buah
-
Serangan Kilat AS-Israel di Hari Pertama Gagal Total! 200 Tentara Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Mayat Tanpa Busana Mengambang di Sungai Blobo Malang, Identitas Korban Masih Misteri
-
Harimau Sumatera Dekati Tim Pagari Agam Saat Pasang Kamera Jebak, Jarak Cuma 5 Meter
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup