/
Kamis, 17 November 2022 | 21:40 WIB
Diego Maradona: Antara Obat Bius dan Trofi Piala Dunia

Tak lengkap rasanya jika membicarakan Piala Dunia tanpa membahas sosok yang satu ini.

Bernama lengkap Diego Armando Maradona, ia adalah dewa bagi sepakbola Argentina. Maradona dianggap Tuhan oleh sebagian orang di Argentina. Ya, ada agama Maradona di Argentina. 

Lahir di Lanus, Argentina, Maradona memang fenomenal bagi sepakbola dunia. Memiliki postur tubuh yang terbilang cebol untuk pesepakbola, Maradona sudah menarik perhatian publik dengan olah bolanya saat masih memperkuat Argentino Juniors. 

Untuk level klub, Maradona terbilang cukup sukses. Dibanding Pele yang 'tak berani' mencicipi kompetisi di Eropa, Maradona malah terbilang sukses bermain di Barcelona, Napoli, dan Sevilla. 

Sedangkan untuk ukuran Piala Dunia, Maradona kalah dibanding Pele. Si Tangan Tuhan ini hanya satu kali mempersembahkan trofi Piala Dunia untuk Argentina di edisi Piala Dunia 1986. 

Sayangnya sebagai seorang legenda sepakbola, Maradona lebih banyak memiliki catatan hitam. Selain gol kontroversialnya ke gawang Inggris yang kemudian dikenal orang dengan gol Tangan Tuhan, Maradona juga dikenal publik sebagai pemakai narkotika. 

Dikutip dari theguardian.com, sejak 1986 hingga 2004, Maradona tak bisa lepas dari obat bius. Anak kelima dari delapan bersaudara ini bahkan sampai keluar masuk tempat rehabilitasi. Narkotika yang akhirnya membuat karier Maradona berantakan. 

Selain itu, Maradona juga dimusuhi oleh presiden Amerika Serikat, Donald Trump karena sempat mengejaknya. Ia dilarang masuk ke negeri Paman Sam tersebut. 

Lalu Maradona juga sempat berseteru dengan sejumlah wartawan hingga merusak kamera salah satu juru foto.

Baca Juga: Bola "Tangan Tuhan" Diego Maradona Dilelang Rp 36 Miliar

"Saya melakukannya dengan akal sehat," kata Maradona saat itu. 

25 November 2020, Diegor Maradona hembuskan nafas terakhirnya. Kabar meninggalnya Maradona memang menggemparkan jagat sepak bola dunia.

Pada 3 November silam, Maradona juga baru saja menjalani operasi akibat adanya subdural hematoma atau penggumpalan darah di otak. Setelah operasi itu, Maradona sempat pulang pada 11 November.

Setelah operasi, kondisi kesehatan Maradona tak kunjung membaik.

Load More