Viral sebuah video yang memperlihatkan seorang wanita berambut panjang tengah lipsync. Pada caption di video yang viral di Instagram disebut bahwa wanita itu adalah ibu muda yang lagi viral karena usah rental PS.
"Ibu muda yang lagi viral berkat usaha rental PS," tulis caption pada unggahan video di akun @kabarnegri.
Caption yang sama juga dituliskan akun @faktakamera."Ibu muda yang lagi viral berkat usaha rental PS," unggah akun tersebut.
Video ini pun banyak dibanjiri komentar oleh para netizen. Mereka menduga bahwa wanita di video itu adalah tersangka kasus pencabulan 17 bocah di Jambi dengan modus membuka rental PS.
"Ohh ini muka jelas nya ... mbk dri pda ngerusak anak* kecil kenapa gak nyuruh yg uda dewasa aja , mgkin bisa cari noh yg uda paham kegilaan anda," tulis salah satu netizen.
"Gini nih kerupuk kulit banyak tingkah," sambung akun lainnya.
"Modele koyok uler keket," timpal akun lainnya.
Belum diketahui apakah benar wanita yang ada di video viral tersebut merupakan tersangka kasus pencabulan anak di Jambi.
NY seorang mama muda di Jambi ditangkap pihak kepolisian karena melakukan tindakan pelecehan kepada anak di bawah umur. Jumlah korban NY mencapai 17 anak, baik laki-laki ataupun perempuan.
Baca Juga: Awas! Pasca Gempa Turki Viral Foto dan Video Hoax, Salah Satunya Foto Menyayat Hati Anak Kecil Ini
NY melalukan pelecehan kepada anak-anak dengan modus membuka rental playstation.
Sementara itu, dilansir dari berbagai sumber, jika NY tidak terpenuhi hasrat seksualnya, menurut sang suami, istrinya itu suka mengancam akan buah hati mereka yang masih balita.
Menurut AF, sang istri kerap mengancam dirinya jika menolak berhubungan intim. Ancaman itu kata AF yakni menyakiti buah hati mereka.
Tidak hanya itu, AF juga mengatakan bahwa NY suka menyayat tangannya sendiri. Pengakuan dari AF ini disampaikan Dirreskrimum Polda Jambi, Kombes Andri Ananta Yudhistira kepada awak media.
Menurut pengakuan dari orang tua korban, NY menyuruh korban untuk menonton film dewasa sebelum dilakukan pencabulan.
Berita Terkait
-
Viral Pengantin Siap Nyawer Malah Ditubruk Tamu Undangan yang Keburu Nafsu, Endingnya Kacau!
-
Wisudawan Nangis Menyendiri gegara Tak Ada Keluarga yang Mendampingi
-
Dikaitkan dengan Penyakit Ain, Wajah Konten Kreator Ismi Hidayah Mendadak Jerawatan Parah, Apa Sih Itu?
-
Parah! Sekumpulan Pemuda di KRL Teriaki Orang Lain Copet Demi Prank, Ketawanya Tanpa Dosa
-
Gita Savitri Dipuji Awet Muda Malah Singgung Soal Enaknya Tak Punya Anak Tuai Pro Kontra
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Harga Cabai Rawit Naik Lagi, Telur Ayam Rp28.950 per Kg, Cek Daftar Harga Pangan Terbaru
-
128 Juta Penumpang Transportasi Pilih Kereta dalam Tiga Bulan
-
Kantongi Rekor Apik, Pelatih Spanyol Optimis Bisa Redam Agresivitas Prancis
-
Satu Pekerjaan Tak Lagi Cukup? Fenomena Hustle Culture di Kalangan Gen Z
-
The 2nd IBOS Expo 2026 Siap Digelar, Hadirkan Lebih dari 100 Peluang Bisnis dari Berbagai Industri
-
Registrasi Kartu SIM Pakai Verifikasi Wajah Resmi Berlaku, Wamen Komdigi Apresiasi Kesiapan Indosat
-
Di Balik Pintu Ruang Dosen: Ketika Administrasi Mengalahkan Pendidikan
-
Bangun Kepercayaan Investor, OJK Perkuat Governance Industri Keuangan melalui RGS 2026
-
Petaka di Perairan Sumenep: Perjuangan Terakhir Kakek Rusdi Saat Perahu Keluarga Karam
-
Menormalisasi Korupsi: Saat Angka Miliaran Tak Lagi Mengguncang Nurani