/
Jum'at, 10 Februari 2023 | 21:46 WIB
koleksi keris di museum singhasari (suarajatimpost.com)

Hal itu sengaja dilakukan Ken Arok agar nantinya saat ia bunuh Tunggul Ametung, Kebo Ijo yang akan dipersalahkan. Strateginya berjalan mulus. Kebo Ijo jadi tersangka tunggal pembunuhan Tunggul Ametung. Konon, Kebo Ijo harus tewas dibunuh oleh Ken Arok menggunakan keris tersebut.

Ken Arok kemudian ke puncak kekuasaan. Tidak haya menguasai Tumapel, ia bahkan mampu menaklukan Kerajaan Kediri dan mendirikan Kerajaan Singhasari. 

Sepandai-pandainya tupai meloncat pasti akan jatuh jua. Peribahasa ini cocok untuk Ken Arok. 

Kematian Tunggul Ametung menjadi bara dendam bagi Anuspati. Anuspati adalah anak Tunggul Ametung dengan Ken Dedes. Setelah mendapat fakta sebenarnya bahwa sang ayah dibunuh Ken Arok, Anuspati merencanakan aksi balas dendam. 

Ken Arok pada akhrinya merenggang nyawa. Ia tewas dieksekusi dengan keris tersebut oleh Ki Pengalasan, pendekar sakti sewaan Anuspati. Namun cerita belum berakhir. 

Keris itu kemudian juga menjadi senjata untuk membunuh Anuspati. Ia tewas dieksekusi oleh Tohjaya, anak Ken Arok dengan Ken Umang.

Begitu Tohjaya jadi raja, kondisi Singhsari pun tidak damai. Terjadi ketidakpuasaan dan intrik antara keluarga kerajaan. Tohjaya pun akhirnya tewas. Sejak terbunuhnya Tohjaya, Keris Mpu Gandring hilang tidak diketahui rimbanya.

Load More