Suara.com - Sejak memutuskan gantung sepatu pada tahun 2004, nama Luis Enrique tidak lagi menggema di jagad sepak bola. Namun setelah tenggelam lebih dari satu dekade, nama Enrique kini kembali terdengar.
Enrique yang di masa keemasannya sebagai striker dikenal sebagai pembelot, kini kembali menjadi pusat perhatian sebagai seorang entrenador.
Menggali sedikit masa lalu pria kelahiran Gijon, Enrique merupakan salah satu pemain La Liga yang pernah membela Real Madrid dan Barcelona. Dua klub papan atas yang tercatat sebagai rival abadi di salah satu liga terbesar di Eropa.
Enrique dibeli Real Madrid dari Sporting Gijon pada tahun 1991. Tidak betah karena merasa tidak dihargai oleh fans klub ibu kota tersebut, Enrique pun membelot ke Barcelona di tahun 1996.
Bersama Barcelona, Enrique mendulang sukses dengan meraih tujuh trofi di berbagai ajang, termasuk dua trofi La Liga. Saat memegang ban kapten, karena usianya yang sudah memasuki 34 tahun, Enrique pun memutuskan gantung sepatu di tahun 2004.
Di tahun 2008, Enrique memulai karirnya sebagai pelatih dengan menangani Barcelona B, menggantikan Josep Guardiola. Tiga tahun menukangi tim remaja Barcelona, Enrique terbang ke Italia untuk memimpin AS Roma di musim 2011/12.
Gagal persembahkan gelar bagi Roma, musim lalu Enrique pulang ke Spanyol untuk menukangi klub papan bawah Celta Vigo. Performa Enrique bersama Celta mendapat perhatian besar lantaran performa impresif Celta yang finis di posisi ke-9 di akhir musim 2013/14. Sukses tersebut pun membuka jalan bagi Enrique untuk kembali ke Camp Nou menggantikan Gerardo Martino.
Menukangi tim sebesar Barcelona, badai kerap menerjang Enrique di sepanjang musim ini. Patut diingat bahwa badai besar pernah menerjang Camp Nou di musim 2014/15.
Keretakan di ruang ganti Barcelona mencuat setelah Barcelona dikalahkan Real Sociedad di laga pembuka tahun 2015. Keretakan tersebut diperparah dengan niat mega bintang El Barca, Lionel Messi, hengkang dari Camp Nou. Yang kemudian disusul oleh pengunduran diri Direktur Olahraga Andoni Zubizaretta beserta wakilnya, Carles Puyol.
Namun, badai tersebut bisa diredam dengan baik oleh Enrique. Tetap tegar dengan konsep perubahan yang diusungnya, Enrique berhasil mempersembahkan trofi La Liga ke-23 bagi Barcelona.
Tidak hanya itu, Enrique bahkan berpeluang mengulang sukses pendahulunya di Camp Nou, Josep Guardiola dengan meraih treble.
Usai mengunci gelar La Liga, Barcelona musim ini masih berpeluang untuk meraih dua trofi lainnya, yaitu di ajang Piala Raja atau Copa del Rey dan Liga Champions.
Di ajang Copa del Rey, Barcelona akan menjajal kekuatan Athletico Bilbao di partai puncak akhir bulan ini. Sepekan kemudian, yaitu pada 7 Juni 2015, Barcelona akan menghadapi raksasa Serie A, Juventus di partai puncak Liga Champions. Laga yang menjadi peluang emas Barcelona meraih trofi Liga Champions ke-5.
Tag
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Dihentikan Brasil di Babak 32 Besar, Timnas Jepang Tetap Full Senyum Bawa Uang Rp69 M
-
ABM LOC Pastikan Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia Siap Digelar di Stadion Manahan
-
Paraguay Singkirkan Jerman di Piala Dunia 2026, Gustavo Alfaro Bongkar Kunci Suksesnya
-
Resmi Gabung Persija Jakarta, Aqil Savik: Tujuan yang Tepat!
-
Maxwell Resmi Tinggalkan Indonesia, Eks Striker Persija Tidak Gabung Persib Bandung
-
Jurgen Klopp Buka Peluang Latih Timnas Jerman
-
Data dan Fakta usai Brasil Hajar Jepang: Rekor Casemiro hingga Kutukan Samurai Biru
-
Marcos Llorente Bongkar Cara Spanyol Kalahkan Austria: Kasih Saja Bola ke Lamine Yamal
-
Magis Carlo Ancelotti! Ketenangannya Selamatkan Brasil dari Aib Terburuk di Piala Dunia 2026
-
Julian Nagelsmann Nilai Timnas Jerman Bukan Lagi Tim Elite Dunia Usai Gugur di Piala Dunia 2026