Suara.com - Lebih kurang sepekan sudah Martunis berada di Portugal. Kerinduan akan kampung halaman, keluarga, dan para sahabat pun mulai terasa. Sebagaimana dikatakan ayah kandung Martunis, Sarbini, sesampainya di sana, tak jarang Martunis menghubungi keluarga. Bahkan beberapa sahabatnya pun ikut ditelepon.
"Sekitar tiga hari di sana (Portugal), dia (Martunis) langsung menelpon. Dia bilang kalau dia sangat rindu adiknya paling kecil, Alvin. Dia pakai video call supaya bisa lihat langsung kondisi kami di sini," kata Sarbini saat ditemui di rumah di Desa Tibang, Banda Aceh, baru-baru ini.
Kepada ayahnya itu, Martunis juga menceritakan kesan-kesan pertamanya saat berada di Portugal. Menurutnya, Martunis di sambut dengan baik di negara asal Cristiano Ronal. Ia tinggal di asrama klub Sporting Lisbon.
"Dia cerita juga soal kegiatan sehari-harinya di sana. Dia cukup menikmatinya," ujarnya.
Seorang sahabat karib Martunis, Armiya, juga mengaku pernah berkomunkasi langsung dengan Martunis setelah dia berada di Poturgal. Ia menggunakan aplikasi chatting media sosial facebook.
Menurut Armiya, ketika chatting, Martunis mengutarakan kerinduannya akan suasana kampung halaman. Biasanya saat bulan Ramadan seperti sekarang, kata dia, Martunis bersama beberapa rekan lain selalu melakukan aktivitas tadarus di menasah kampung.
"Teringat dia sama suasana di sini (kampung). Tapi kami selalu bilang, tetap semangat meski pun rindu. Harus sabar biar apa yang dicita-citain tercapai," tutur Armiya.
Seperti diketahui, Martunis adalah anak Aceh yang selamat dari gelombang dahsyat Tsunami Aceh 2004 silam. Dia terapung di bibir pantai selama 21 hari tanpa ada makanan. Seorang wartawan Sky News menemukannya dalam keadaan kondisi lemah.
Pada Rabu 1 Juli 2015 tepat dengan peringatan ulang tahun ke-109, Presiden Sporting, Bruno de Carvalho memperkenalkan sosok Martunis. Carvalho mengumumkan langsung bahwa Martunis yang sekarang berusia 18 tahun akan bergabung dengan tim Sporting Lisbon U-19. [Alfiansyah Ocxie]
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Jelang Hadapi Maroko, Carlo Ancelotti Ingatkan Pemain Brasil Soal Ini
-
'Kang Asgar' Brasil Jadi Faktor X Neymar Dkk Jelang Laga Perdana Piala Dunia 2026
-
Pekerja di Brasil Bisa Nonton Piala Dunia 2026 Tanpa Takut di PHK atau Potong Gaji, di Indonesia?
-
Ngeri! Mayat Dalam Bagasi Terbungkus Plastik Hitam Ditemukan Dekat Markas Timnas Iran
-
Ramalan Kabala Nostradamus: Dua Raksasa Ini Bakal Bertemu di Final Piala Dunia 2026
-
Tak Hanya Jago Taktik, Skill Poliglot Carlo Ancelotti Bisa Jadi Senjata Rahasia Brasil
-
Disia-siakan Arsenal! Folarin Balogun Jelmaan Ian Wright yang Mengamuk di Piala Dunia 2026
-
Prediksi Brasil vs Maroko: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti