Suara.com - Badan Sepak Bola Malaysia terancam sanksi FIFA setelah aksi fans tim berjuluk Harimau Malaya menyebabkan laga antara Malaysia vs Arab Saudi dihentikan. Dalam pertandingan itu, fans melempar mercon ke dalam lapangan saat timnya berjuang di laga kualifikasi Piala Dunia.
Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM), yang berada di bawah tekanan berat sejak pekan lalu kalah 0-10 dari Uni Emirat Arab (UEA), mengatakan pihaknya "menunggu keputusan FIFA" setelah insiden tersebut.
Para penggemar militan yang marah saat timnasnya dipermalukan 0-10 di UEA membakar suar yang menimbulkan asap berwarna jingga di Stadion Shah Alam, ketika Malaysia tertinggal 1-2 dari Arab Saudi pada fase akhir pertandingan Selasa (9/9/2015).
Para pemain dan ofisial bergegas meninggalkan lapangan dan para penggemar Arab Saudi berlari dari tribun penonton ketika sejumlah suar melayang di sekitar stadion. Sebelas orang ditahan namun tidak seorang pun dilaporkan cedera.
Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) Shaikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa mengatakan badan regional "sangat kecewa" dan akan mendukung penyelidikan apapun yang dilakukan oleh FIFA.
"AFC sangat kecewa dengan kejadian-kejadian yang terjadi pada Selasa dan kami menegaskan bahwa kami memperlakukan masalah ini dengan sangat serius," ucapnya dalam pernyataannya.
"Tingkah laku seperti ini disayangkan oleh semua pihak untuk melindungi kepentingan terbaik sepak bola di Asia," tambah pria asal Bahrain ini.
Badan Sepak Bola Malaysia mendapat kritik keras dari para pendukung dan pemerintah setelah serangkaian hasil buruk yang berpuncak pada kekalahan 0-10 pekan lalu.
Kekalahan terbesar Malaysia menyusul hasil imbang 1-1 pada pertandingan kualifikasi saat mereka menjamu Timor Leste dan kalah 0-6 dari Palestina.
"FAM memandang isu-isu keamanan sebagai hal serius, khususnya keselamatan para penonton, pemain, dan ofisial di stadion," demikian pernyataan FAM.
Grup penggemar garis keras 'Ultras Malaya' menjadi pihak yang disalahkan pada kejadian Sabtu, di mana grup itu menuding FAM tidak memiliki kompetensi dan mengancam untuk mengganggu jalannya pertandingan.
FAM "hilang kendali" "Saya benar-benar kecewa dengan tingkah laku para penggemar," kata Ong Kim Swee, yang menjadi pelatih sementara setelah kekalahan besar dari UEA memicu pemecatan kepada pelatih Dollah Salleh.
"Meski dukungan para penggemar merupakan hal penting bagi tim manapun, apa yang mereka lakukan semalam telah merusak citra Malaysia. Di mana citra sepak bola Malaysia sedang terpuruk." Sepak bola Malaysia telah dirusak oleh meningkatnya masalah perusuh sepak bola, bersamaan dengan skandal pengaturan pertandingan di liga-liga domestik.
Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa, menahan 25 orang, setelah pertandingan semifinal Piala FA Malaysia pada mei, dan Desember silam, lima pendukung Malaysia ditahan karena menyerang para penggemar Vietnam pada pertandingan semifinal Piala Suzuki.
Pada Rabu, para ofisial dibuat bingung dengan bagaimana suar dan kembang api dapat dibawa masuk ke dalam stadion meski terdapat pengamanan ketat yang melibatkan ribuan personel.
"Saya tercengang, meski sudah ada pengamanan ketat di dalam dan di luar stadion, para penggemar masih dapat memasukkan benda-benda terlarang," kata wakil presiden FAM Mokhtar Ahmad seperti dikutip The New Straits Times.
"Hanya ada 10.000 penggemar di dalam stadion namun bahkan pihak keamanan tidak dapat mengendalikan mereka," tambahnya, menagih penjelasan pihak kepolisian.
Namun menteri olahraga Malaysia Khairy Jamaluddin, yang bahkan sempat melontarkan usul untuk menskors FAM setelah kekalahan 0-10, kembali menyalahkan badan sepak bola negeri itu, "FAM kehilangan kendali di stadion mereka sendiri."
Sementara Presiden FAM Tengku Abdullah Ahmad Shah mengatakan bahwa ia akan meletakkan jabatannya setelah kekalahan memalukan di laga sebelumnya.(Antara/AFP)
Berita Terkait
-
Hasil Kualifikasi Piala Dunia 2026 Tadi Malam: Timnas Italia Merana, Turki Kasih Kejutan
-
Timnas Irak Siap Mati-matian Hadapi Bolivia di Final Play-off Piala Dunia 2026
-
Riccardo Calafiori Siap Hancurkan Irlandia Utara, Singgung Kedekatan Tak Biasa dengan Gattuso
-
Prediksi Starting XI Italia vs Irlandia Utara: Gennaro Gattuso Pusing Banyak Pemain Cedera
-
Frans Putros Tinggalkan Libur Persib Bandung Demi Misi Timnas Irak
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara
-
Skuad Terbaik Persija Pilihan Shin Tae-yong Diketahui Saat Uji Coba Kontra Chiangrai United
-
Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA
-
KAI Palembang Buka Akses Magang, PKL, dan Penelitian secara Digital melalui InternHub